INBERITA.COM, Pencarian terhadap anak pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, yang terjebak dalam insiden tenggelamnya kapal pinisi Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, memasuki hari ke-14 pada Kamis (7/1/2026), namun hingga kini, tim SAR gabungan belum berhasil menemukannya.
Kapal pinisi Putri Sakinah tenggelam pada Jumat (26/12/2025) malam, meninggalkan Martin Carreras Fernando dan keluarganya sebagai korban. Fernando, yang merupakan satu-satunya anak yang masih hilang dalam insiden ini, bersama dengan tiga anaknya, adalah bagian dari korban kapal tenggelam tersebut.
Tiga korban lainnya yang telah ditemukan sebelumnya adalah Fernando, putrinya yang berusia 12 tahun, dan anak laki-lakinya yang berusia 10 tahun. Jenazah Fernando ditemukan pada 4 Januari, sementara putrinya ditemukan pada 29 Desember 2025 di perairan sekitar Pulau Rinca dan Pulau Serai.
Anak laki-laki yang berusia 10 tahun ditemukan dalam bangkai kapal Putri Sakinah pada 6 Januari 2026, di Pantai Pede, Pulau Komodo, sekitar 14 kilometer dari lokasi tenggelamnya kapal.
Pencarian pada hari ke-14 ini dilakukan melalui berbagai metode, termasuk penyelaman dan penyisiran permukaan laut. Namun, hasilnya masih nihil.
Kepala Kantor Basarnas Maumere, yang juga menjabat sebagai SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, menyebutkan bahwa arus laut yang deras, gelombang tinggi, dan hujan lebat menjadi hambatan besar dalam proses pencarian korban.
“Arus masih cukup kencang dan sempat terjadi hujan, serta gelombang juga ada di lokasi. Ini semua menghambat proses pencarian,” ujar Fathur, dalam keterangannya pada Kamis malam di Posko Operasi SAR Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
Selain melakukan pencarian di laut, tim SAR juga melakukan upaya pencarian di daratan, khususnya di sekitar Pulau Serai, yang merupakan bagian dari Pulau Padar.
Fathur menjelaskan bahwa pihaknya memprediksi ada kemungkinan korban terbawa arus hingga ke lokasi tersebut. Penyisiran dilakukan di daerah mangrove di Pulau Serai, dengan harapan bisa menemukan korban yang terseret jauh oleh arus.
“Kami memprediksi bahwa arah arus bisa membawa korban ke arah mangrove ini, dan tim SAR juga melakukan pencarian hingga ke daratan di sekitar Pulau Padar dan Pulau Serai,” tambahnya.
Operasi SAR yang sudah berlangsung lebih dari dua pekan ini telah mengalami beberapa perpanjangan, dan tim SAR berencana untuk melanjutkan pencarian pada hari terakhirnya, Jumat (8/1/2026). Ini merupakan perpanjangan ketiga dari operasi SAR yang dimulai sejak hari pertama kejadian.
Sementara itu, keluarga dari Martin Carreras Fernando melaksanakan prosesi tabur bunga di lokasi kejadian tenggelamnya kapal Putri Sakinah sebagai bentuk penghormatan kepada korban.
Prosesi ini dilakukan dengan menggunakan kapal milik Polri, dan berlangsung di sekitar lokasi kejadian di perairan dekat Pulau Padar.
Fathur Rahman mengungkapkan bahwa keluarga korban yang hadir dalam prosesi tersebut melakukan tabur bunga sebagai tanda penghormatan, meski ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah keluarga yang terlibat.
Dalam insiden tragis tersebut, istri Fernando dan anak bungsunya dilaporkan berhasil selamat. Mereka berhasil menghindari bahaya saat kapal tenggelam, dan saat ini dalam kondisi baik.
Insiden tenggelamnya kapal pinisi Putri Sakinah telah mengejutkan banyak pihak. Kapal yang mengangkut keluarga Fernando dan beberapa penumpang lainnya, tenggelam akibat cuaca buruk di sekitar Selat Pulau Padar, yang terkenal dengan arus dan gelombangnya yang kuat.
Tim SAR terus berupaya mencari anak pelatih sepakbola wanita Valencia CF ini, namun cuaca buruk dan tantangan medan laut yang berat membuat pencarian menjadi lebih sulit.
Tim SAR menghadapi tantangan besar dalam operasi pencarian di Laut Komodo, yang dikenal dengan kondisi lautnya yang ekstrem. Arus yang kuat, gelombang besar, serta cuaca yang sering tidak menentu membuat operasi pencarian semakin sulit.
Meski demikian, pihak Basarnas dan tim SAR lainnya berkomitmen untuk melanjutkan upaya mereka dan melakukan segala cara yang memungkinkan untuk menemukan korban terakhir yang masih hilang. (*)







