INBERITA.COM, Kapal Pinisi KM Putri Sakinah tenggelam di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (26/12/2025) malam.
Kejadian ini menewaskan 4 orang dan menyisakan 7 orang yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
Kapal tersebut mengangkut 11 orang penumpang, terdiri dari 6 wisatawan asing asal Spanyol, 1 pemandu wisata, dan 4 anak buah kapal (ABK), termasuk kapten kapal.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban yang hilang di sekitar lokasi kejadian.
“Dari tadi malam hingga saat ini, upaya pencarian korban yang hilang masih terus dilakukan oleh petugas kepolisian bersama tim SAR gabungan,” ujar Christian pada Sabtu sore.
Kapal KM Putri Sakinah berlayar dari Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo pada pukul 13.00 Wita menuju beberapa destinasi wisata di kawasan Taman Nasional Komodo.
Setelah mengunjungi Pulau Kambing, kapal tersebut melanjutkan perjalanan menuju Pulau Komodo.
Sekitar pukul 20.00 Wita, kapal kembali berlayar setelah makan malam, namun pada sekitar pukul 20.45 Wita, kapal melewati Selat Pulau Padar dan dilanda cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Menurut Kapolres Christian, cuaca buruk yang disertai gelombang setinggi dua meter diduga menjadi penyebab utama kapal tersebut terbalik dan tenggelam.
“Dugaan sementara, cuaca buruk disertai gelombang tinggi menjadi penyebab utama tenggelamnya kapal tersebut,” ujarnya. Kondisi cuaca ekstrem dan gelombang besar yang terjadi di malam hari sangat menghambat upaya pencarian dan evakuasi korban.
Tim SAR gabungan, yang terdiri dari personel TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat, berhasil menyelamatkan 7 orang penumpang, yang terdiri dari 2 wisatawan asing, 1 pemandu wisata, dan 4 anak buah kapal.
“Empat orang yang hilang masih dilakukan upaya pencarian, sementara 7 orang yang berhasil dievakuasi sudah dibawa ke Labuan Bajo,” jelas Christian.
Meskipun proses evakuasi mengalami kendala akibat cuaca buruk dan jarak pandang yang terbatas, tim SAR gabungan mendapat bantuan dari salah satu kapal yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.
Maman Abdurrahman, Kepala Basarnas, menambahkan bahwa pencarian masih terus dilakukan dengan harapan dapat menemukan korban lainnya.
Terkait dengan insiden ini, pihak Kepolisian dan Pemerintah setempat mengimbau agar agen perjalanan wisata lebih memperhatikan keselamatan dan keamanan pelayaran, terutama di kawasan Taman Nasional Komodo yang terkenal dengan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, terutama pada musim hujan.
“Kami mengimbau kepada agen perjalanan wisata untuk mengedepankan aspek-aspek keselamatan dalam pelayaran apabila hendak berwisata di sekitar perairan Taman Nasional Komodo,” ujar AKBP Christian Kadang.
Pihak berwenang juga memastikan akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada kelalaian dalam pelaksanaan standar keselamatan atau faktor lain yang memicu insiden ini.
Ke depan, diharapkan ada peningkatan pengawasan dan penguatan prosedur keselamatan bagi para wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata laut seperti Taman Nasional Komodo. (*)







