INBERITA.COM, Tragedi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasuki babak baru pada Minggu (4/1/2025) ketika jenazah Fernando Martín Carreras (FMC), pelatih tim B sepak bola wanita Valencia CF, ditemukan mengambang di perairan Pulau Rinca.
Temuan ini menandai keberhasilan besar Tim SAR gabungan yang telah melakukan pencarian intensif selama sepuluh hari pasca-kapal tenggelam.
Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur memastikan bahwa jenazah yang ditemukan tersebut adalah milik Fernando Martín Carreras, pelatih asal Spanyol yang sedang berada di Indonesia bersama keluarganya saat tragedi tersebut terjadi.
“Benar, yang bersangkutan adalah pelatih tim B wanita Valencia yang teridentifikasi melalui cincin dan jam tangan,” kata Kepala Bidang Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra kepada ANTARA di Kupang, Minggu.
Selain identifikasi melalui barang-barang pribadi, kepolisian juga memastikan kecocokan data ante mortem dan post mortem, yang meliputi jenis kelamin, tinggi badan, dan ciri khas seperti tato yang dimiliki oleh korban.
Proses identifikasi dilakukan dengan hati-hati dan mendalam oleh Tim DVI (Disaster Victim Identification) Biddokkes Polda NTT, yang membandingkan data yang diterima dari keluarga korban dan kedutaan dengan hasil pemeriksaan medis forensik.
Meskipun pencarian ini telah memasuki hari ke-10, Tim SAR gabungan tetap melanjutkan upaya pencarian selama tiga hari lagi, dengan menggunakan teknik penyisiran permukaan, penyelaman, dan sonar.
“Kami masih terus berupaya menemukan korban lainnya, meskipun kondisi medan perairan di Selat Padar dan sekitarnya sangat menantang,” ujar Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman.
Fathur juga mengungkapkan bahwa keluarga Fernando Martín Carreras sangat menghargai kerja keras tim SAR Indonesia dalam menemukan jasad pelatih Valencia.
“Keluarga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Mereka merasa sangat terharu dan tidak menyangka bahwa jenazah dapat ditemukan pada hari ke-10. Ini adalah harapan besar bagi mereka,” ujar Fathur.
Kendati jenazah Fernando telah ditemukan, masih ada dua korban yang belum ditemukan, yaitu dua anak dari pelatih Valencia yang ikut tenggelam bersama kapal.
Salah satu dari anak tersebut, seorang perempuan, ditemukan meninggal dunia pada Senin, 29 Desember 2025. Sementara itu, pencarian terus dilakukan untuk menemukan korban yang tersisa.
Kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam pada Jumat malam, 26 Desember 2025, di Selat Pulau Padar, yang terletak di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.
Kapal tersebut membawa empat penumpang yang merupakan keluarga Fernando Martín Carreras, termasuk sang pelatih, istri, dan tiga anak mereka. Empat orang dari keluarga tersebut hilang tenggelam akibat kecelakaan tersebut.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan, telah bekerja keras untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban.
Pada saat pertama kali kejadian, salah satu penumpang, seorang anak perempuan, ditemukan dalam keadaan meninggal pada tanggal 29 Desember 2025.
Setelah itu, pencarian dilanjutkan, hingga akhirnya pada 4 Januari 2025, jenazah Fernando Martín Carreras ditemukan mengambang di perairan Pulau Rinca.
Pihak keluarga Fernando Martín Carreras, yang berada di Labuan Bajo untuk mendampingi pencarian, telah memberikan apresiasi terhadap semua pihak yang terlibat dalam operasi SAR ini.
Mereka menyampaikan bahwa proses pencarian sangat mengharukan dan mereka sangat berterima kasih atas upaya maksimal yang dilakukan oleh tim SAR.
“Tidak ada permintaan khusus dari keluarga. Mereka hanya mengungkapkan terima kasih atas kerja keras tim SAR Indonesia,” ujar Fathur Rahman.
Selain itu, pihak Kepolisian NTT juga mengonfirmasi bahwa identifikasi jenazah dilakukan secara ilmiah dan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh Interpol.
Tim DVI bekerja dengan menggunakan data primer dan sekunder meskipun sidik jari korban tidak dapat digunakan akibat kondisi jenazah yang sudah ditemukan dalam keadaan mengambang.
Meskipun jenazah pelatih Valencia telah ditemukan, tim SAR gabungan tetap melanjutkan pencarian dua korban lainnya yang masih hilang.
Tim gabungan diperkirakan akan melanjutkan operasi hingga tiga hari ke depan, memanfaatkan alat-alat canggih seperti sonar dan penyelaman untuk menelusuri perairan di sekitar Pulau Padar dan Pulau Rinca, dengan harapan dapat menemukan dua anak korban yang masih hilang.
Kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam menjadi peringatan tragis bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo.
Tenggelamnya kapal ini terjadi di tengah musim liburan, yang sering kali menjadi waktu padat wisatawan di wilayah tersebut. Kecelakaan ini turut menggugah perhatian masyarakat internasional, mengingat salah satu korban adalah pelatih sepak bola dari klub besar Spanyol, Valencia CF.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya keselamatan pelayaran, terutama di kawasan perairan yang memiliki kondisi alam yang cukup menantang, seperti di sekitar Taman Nasional Komodo.
Pihak berwenang dan operator wisata diminta untuk lebih meningkatkan perhatian terhadap prosedur keselamatan, guna mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang. (*)







