INBERITA.COM, Proses pencarian korban tenggelamnya kapal KM Putri Sakinah yang terjadi di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, masih berlanjut pada hari kelima, namun hingga Selasa (30/12/2025), hasil yang diharapkan belum ditemukan.
Pencarian kali ini berfokus pada korban pelatih Tim B Putri Valencia dan dua anaknya yang masih hilang setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam pada Jumat malam, 26 Desember 2025.
Fathur Rahman, Kepala Kantor Basarnas Maumere, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan mengalami berbagai kendala, terutama cuaca yang tidak menentu serta arus laut yang cukup kuat di area pencarian. Kendati begitu, tim terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan korban yang masih hilang.
“Pencarian hari kelima dimulai dengan penemuan serpihan dinding kamar KM Putri Sakinah pada pukul 08.12 Wita oleh tim RBB Direktorat Polair Polda NTT,” ungkap Fathur di Labuan Bajo.
Ia menambahkan bahwa meskipun tim telah mengerahkan 11 penyelam profesional yang dibagi dalam SAR rescue unit (SRU) yang menyebar di beberapa titik perairan sekitar Pulau Padar, pencarian ini belum membuahkan hasil yang signifikan.
Titik pencarian SRU terdiri dari tiga lokasi: SRU 1 di perairan utara Pulau Serai, SRU 2 di perairan timur Pulau Padar, dan SRU 3 di perairan selatan Pulau Serai dengan kedalaman rata-rata antara 18-28 meter.
Meski telah dikerahkan berbagai metode, hasil pencarian korban belum membuahkan hasil yang signifikan.
Menurut Fathur, kondisi cuaca yang tidak menentu dan arus laut yang kuat mempersulit tim SAR dalam mencari korban yang masih hilang.
Drone thermal yang dikerahkan oleh Kantor SAR Maumere untuk memantau area perairan menggunakan gambaran infrared juga belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Kami masih terus berupaya dan yakin semangat tim SAR gabungan akan tetap ada dalam proses pencarian ini,” ujar Fathur dengan penuh harapan.
Pencarian akan dilanjutkan pada hari berikutnya, Rabu (31/12/2025), dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kehati-hatian tim dalam kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi.
Sebagai informasi, KM Putri Sakinah membawa 11 orang penumpang saat berangkat dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar pada Jumat malam (26/12/2025) sekitar pukul 20.00 Wita.
Namun, sekitar 30 menit setelah lepas landas, tepatnya pada pukul 20.30 Wita, kapal tersebut mengalami mati mesin dan akhirnya tenggelam di perairan tersebut.
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tujuh orang selamat ke Labuan Bajo, namun empat korban lainnya masih dalam pencarian. Identitas korban yang masih hilang adalah pelatih Tim B Putri Valencia dan tiga anaknya.
Kehilangan dua korban yang merupakan anggota keluarga pelatih Tim B Putri Valencia ini menambah duka dalam kejadian tersebut. Meskipun satu korban telah ditemukan, tiga lainnya masih belum ditemukan hingga hari kelima pencarian.
Tim SAR yang terdiri dari berbagai instansi, termasuk Basarnas, Polairud, TNI, serta instansi terkait lainnya, telah mengerahkan segala upaya untuk menemukan korban tenggelam.
Kendati berbagai tantangan terus dihadapi, tim tetap melanjutkan upaya pencarian dengan harapan bisa menemukan korban lainnya dengan segera.
Fathur mengungkapkan bahwa pencarian akan terus dilakukan di lokasi-lokasi strategis dan menggunakan peralatan canggih, termasuk penyelam dan drone thermal, untuk meningkatkan peluang penemuan korban yang hilang.
“Kami yakin bahwa dengan semangat yang ada, pencarian ini akan terus dilakukan hingga korban berhasil ditemukan,” tambahnya.
Seiring dengan proses pencarian yang terus berlanjut, harapan agar seluruh korban dapat ditemukan dengan selamat tetap menjadi prioritas utama bagi semua pihak yang terlibat dalam operasi ini. (*)







