Dua Pendaki Gunung Slamet Hilang di Jalur Clekatakan, Satu Ditemukan Selamat di Pos 5

Hilang di Gunung Slamet Jalur Clekatakan, Satu Pendaki Ditemukan SelamatHilang di Gunung Slamet Jalur Clekatakan, Satu Pendaki Ditemukan Selamat
BPBD Pemalang: Satu Pendaki Gunung Slamet yang Hilang Ditemukan Selamat.

INBERITA.COM, Dua pendaki Gunung Slamet asal Kabupaten Magelang dilaporkan hilang saat melakukan pendakian melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

Peristiwa ini terjadi sejak Sabtu, 27 Desember, dan hingga Selasa, 30 Desember, satu pendaki berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sementara satu pendaki lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Kabar hilangnya dua pendaki Gunung Slamet tersebut dibenarkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, Andri Adi.

Ia menyampaikan bahwa dari dua pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang, satu orang telah ditemukan di Pos 5 jalur pendakian Clekatakan.

“Ada kabar baik ketemu 1 anak, alhamdulillah katanya kondisi aman,” ujar Andri Adi melalui pesan singkat, Selasa (30/12/2025).

Dua pendaki yang sempat dinyatakan hilang tersebut diketahui bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18), warga Kramat Utara, Magelang Utara, serta Himawan Choidar Bahran, warga Secang, Kabupaten Magelang.

Keduanya memulai pendakian Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya Clekatakan pada Jumat, 27 Desember, bertepatan dengan meningkatnya aktivitas pendakian selama libur panjang akhir pekan.

Menurut informasi yang dihimpun, jalur pendakian Gunung Slamet via Clekatakan pada akhir pekan tersebut dipadati oleh ribuan pendaki dari berbagai daerah.

Kondisi ini seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk melakukan aktivitas pendakian saat libur panjang. Namun, faktor cuaca buruk diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya insiden tersebut.

Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, menjelaskan bahwa kondisi cuaca di kawasan puncak Gunung Slamet dalam beberapa hari terakhir memang kurang bersahabat.

Ia menyebutkan bahwa kabut tebal dan hujan ringan kerap menyelimuti jalur pendakian, sehingga jarak pandang para pendaki menjadi sangat terbatas, terutama saat perjalanan turun.

“Memang cuaca masih kurang bagus. Hujan rintik-rintik dan berkabut tebal, pandangan para pendaki agak terhalang. Bisa jadi satu rombongan itu terpisah,” kata Sutrisno saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Ia menambahkan, kedua pendaki tersebut diduga terpisah dari rombongan saat proses turun dari puncak Gunung Slamet.

Kondisi jalur yang licin serta kabut tebal memungkinkan terjadinya salah arah atau tertinggal dari rombongan utama.

Salah satu pendaki akhirnya ditemukan oleh tim porter lokal pada Senin malam, 29 Desember, di Pos 5 jalur Clekatakan.

Pendaki tersebut ditemukan dalam kondisi selamat dan mampu memberikan keterangan kepada petugas terkait keberadaan rekannya.

“Jadi sampai saat ini belum ada informasi terkait temannya yang satunya. Ini para porter lagi naik semua untuk melakukan pencarian,” imbuh Sutrisno.

Berdasarkan keterangan pendaki yang telah ditemukan, rekannya diketahui masih berada di belakang.

Ia sempat menunggu, namun karena kondisi cuaca dan jarak pandang yang terbatas, keduanya akhirnya terpisah. Hingga kini, belum ada titik pasti keberadaan pendaki yang satu lagi.

Meski demikian, pihak desa dan tim pencari tetap optimistis. Sutrisno menyebutkan bahwa ramainya aktivitas pendakian di Gunung Slamet, baik dari jalur Bambangan maupun jalur Guci, membuka peluang besar bagi pendaki yang hilang untuk bertemu dengan pendaki lain di jalur.

“Insyaallah aman ya Mas. Karena di atas ramai banget, baik dari jalur Bambangan maupun jalur Guci. Minta doanya semuanya, semoga aman,” ungkapnya.

Proses pencarian pendaki Gunung Slamet yang hilang ini melibatkan tim gabungan dari BPBD Pemalang, perangkat desa Clekatakan, relawan, serta porter lokal yang memahami medan jalur pendakian.

Tim pencari menyisir jalur pendakian secara bertahap hingga ke sejumlah pos yang ada di jalur Clekatakan.

Sebagai informasi, jalur pendakian Gunung Slamet via Clekatakan memiliki sembilan pos sebelum mencapai puncak.

Setiap pos menjadi titik penting dalam pencarian, mengingat pendaki yang kelelahan atau terpisah dari rombongan biasanya akan berhenti di area pos untuk berlindung.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap satu pendaki yang masih hilang terus dilakukan.

Petugas di lapangan berupaya maksimal dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan, mengingat kondisi cuaca di kawasan Gunung Slamet yang masih dilaporkan berkabut dan berpotensi hujan.

Pihak BPBD Pemalang bersama perangkat desa setempat juga mengimbau kepada para pendaki agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, mematuhi prosedur keselamatan, serta tidak memaksakan pendakian apabila kondisi alam tidak memungkinkan.

Doa dan dukungan dari masyarakat diharapkan agar pendaki yang belum ditemukan dapat segera dijangkau dalam kondisi selamat.