INBERITA.COM, Klub asal Ukraina, Shakhtar Donetsk, resmi menumpang Stamford Bridge sebagai markas sementara mereka di Liga Champions musim 2026/2027.
Keputusan ini diambil karena situasi keamanan di Ukraina yang belum memungkinkan mereka bermain di tanah air akibat invasi militer Rusia sejak Februari 2022.
Shakhtar akan memainkan setidaknya empat pertandingan kandang di Stamford Bridge, namun masih menunggu persetujuan resmi dari UEFA. Lawan-lawan mereka akan ditentukan dalam undian kompetisi yang digelar di Monaco pekan depan.
“Rumah sejati kami adalah Ukraina. Kami semua berharap bisa segera kembali memainkan pertandingan Eropa di depan suporter sendiri,” demikian pernyataan resmi klub yang dikutip media internasional.
“Namun, selama perang membuat hal tersebut mustahil, Stamford Bridge menjadi tempat yang luar biasa bagi kami untuk dijadikan rumah di Eropa.”
Ini bukan pertama kalinya Shakhtar terpaksa meninggalkan Donetsk. Sejak konflik di Donbas meletus pada 2014, mereka sudah tidak bisa memainkan laga kandang di sana.
Pada periode 2014-2021, mereka sempat bermain di beberapa stadion di Ukraina, namun sejak invasi Rusia 2022, mereka menggunakan fasilitas di Polandia, Jerman, dan Slovenia.
Kini, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Shakhtar akan berlaga di kompetisi Eropa dengan Stamford Bridge sebagai markas. Keputusan ini tidak akan berbenturan dengan jadwal Chelsea, karena The Blues gagal lolos ke kompetisi UEFA musim ini.
Chelsea juga menyatakan siap mendukung Shakhtar selama menggunakan stadion mereka.
“Dalam beberapa pekan ke depan, kami akan bekerja sama dengan Shakhtar untuk memastikan pertandingan berlangsung dengan aman dan nyaman bagi tim maupun para pendukung mereka,” ujar perwakilan Chelsea.
Shakhtar berada di Pot 3 dalam undian Liga Champions musim ini, membuka peluang mereka menghadapi salah satu dari lima klub Inggris di kompetisi tersebut. Lima klub itu adalah Arsenal, Manchester City, Liverpool, Manchester United, dan Aston Villa.
Kondisi ini menimbulkan kemungkinan menarik: Shakhtar bisa saja berhadapan dengan Chelsea di kompetisi, mengingat mantan pemain Shakhtar, Mykhailo Mudryk, kini membela The Blues.
Sementara itu, Stamford Bridge akan menjadi saksi perjuangan tim Ukraina ini selama situasi keamanan belum memungkinkan mereka kembali ke tanah air.
Invasi Rusia telah memaksa banyak klub Ukraina mengungsi, namun semangat mereka untuk terus berkompetisi di Eropa tetap membara.
Dengan menggunakan Stamford Bridge, Shakhtar berharap bisa mempertahankan performa terbaik mereka di pentas Eropa, sembari menunggu hari ketika mereka bisa kembali bermain di hadapan suporter setia di Donetsk.
Langkah ini juga menunjukkan solidaritas dunia sepak bola terhadap Ukraina. Banyak klub Eropa yang secara terbuka mendukung perjuangan negara tersebut, baik melalui aksi di lapangan maupun dukungan logistik.
Shakhtar sendiri telah membuktikan ketangguhan mereka dengan terus bersaing di level tertinggi meski terpisah dari tanah air. Stamford Bridge kini menjadi simbol harapan bagi mereka untuk tetap eksis di panggung sepak bola Eropa.
Sementara itu, para penggemar Shakhtar di Ukraina tetap setia menunggu momen ketika mereka bisa kembali menyaksikan tim kesayangan mereka bermain di Donetsk.
Dukungan dari seluruh dunia, termasuk melalui penggunaan Stamford Bridge, menjadi bukti bahwa sepak bola tidak hanya tentang permainan, tetapi juga tentang semangat dan solidaritas.
Kisah Shakhtar ini juga menjadi pengingat betapa perang telah merenggut banyak hal, termasuk hak untuk bermain di tanah air. Namun, di tengah kegelapan, cahaya harapan tetap bersinar melalui perjuangan mereka di Eropa.
Stamford Bridge kini menjadi saksi bisu perjuangan tim yang tak kenal menyerah ini. Dengan dukungan dari sesama klub dan penggemar di seluruh dunia, Shakhtar bertekad untuk terus berjuang, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Ketika situasi memungkinkan, mereka akan kembali ke Donetsk, namun sampai saat itu tiba, Stamford Bridge akan menjadi rumah kedua bagi mereka. Perjalanan ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang ketahanan dan semangat juang yang tak pernah padam.
Shakhtar Donetsk telah membuktikan bahwa meski terpisah dari tanah air, semangat untuk berkompetisi tetap menyala. Stamford Bridge kini menjadi bagian dari sejarah perjuangan mereka di Eropa.







