Kronologi Seorang Wanita di Bandung Disekap Pacar Selama 3 Tahun, Ditemukan Sudah Buta dan Lumpuh!

Viral wanita bandung disekap pacarnya hingga cacatViral wanita bandung disekap pacarnya hingga cacat
Hilang Sejak 2023, Perempuan di Bandung Ditemukan dalam Kondisi Memprihatinkan

INBERITA.COM, Kasus dugaan penyekapan terhadap seorang perempuan asal Kabupaten Bandung mengundang perhatian luas publik setelah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Perempuan berinisial YTR (29) itu diduga mengalami penyekapan selama kurang lebih tiga tahun oleh pria yang disebut sebagai kekasihnya.

Saat berhasil ditemukan dan dievakuasi, kondisi korban sangat memprihatinkan. Ia dilaporkan mengalami gangguan penglihatan, kesulitan berjalan, sulit berbicara, serta menderita sejumlah luka serius di bagian kepala, wajah, dan tubuh lainnya.

Fakta-fakta yang terungkap dari keterangan keluarga dan penyelidikan kepolisian menggambarkan perjalanan panjang yang penuh tanda tanya sejak korban menghilang pada 2023 lalu.

Menurut adik korban, Syahrul Ulum, sebelum menghilang kakaknya diketahui menjalin komunikasi dengan seorang pria yang dikenalnya saat menghadiri konser musik di kawasan Tritan Point, Bandung.

Pertemuan tersebut kemudian berkembang menjadi hubungan yang semakin dekat. Seiring waktu, komunikasi antara korban dan pria tersebut semakin intens hingga akhirnya korban meninggalkan rumah.

Keluarga awalnya tidak menaruh curiga karena korban masih sempat berkomunikasi meski frekuensinya mulai berkurang. Namun situasi berubah ketika YTR tidak lagi pulang ke rumah seperti biasanya.

“Iya, langsung semenjak saat itu langsung lost contact aja sama Teteh. Biasanya seminggu sekali itu pulang ke sini. Komunikasi telepon ada tapi jarang,” ujar Syahrul.

Menurutnya, setiap kali keluarga mencoba menghubungi korban, respons yang diberikan terasa berbeda dari biasanya. Bahkan cara berbicaranya dinilai tidak seperti karakter korban yang dikenal keluarganya.

“Kalau dihubungin itu teh bilangnya kasar, kayak bukan kakak sendiri gitu bilangnya,” lanjutnya.

Hilangnya korban tanpa jejak membuat keluarga berupaya melakukan berbagai cara untuk menemukan keberadaannya. Informasi orang hilang sempat disebarluaskan ke berbagai pihak, namun tidak membuahkan hasil.

Dalam kurun waktu tersebut, keluarga juga menerima informasi yang belakangan diketahui tidak sesuai fakta. Terduga pelaku disebut pernah menyampaikan bahwa korban sedang bekerja di Jakarta, sehingga keluarga sempat mempercayai penjelasan tersebut.

Namun selama bertahun-tahun, keberadaan korban tetap menjadi misteri. Tidak ada kabar pasti mengenai kondisi maupun lokasi tempat tinggalnya.

Titik terang baru muncul ketika seorang pemilik indekos mencurigai kondisi korban dan mengambil langkah cepat untuk memberikan pertolongan. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis darurat.

Kabar tersebut langsung sampai kepada keluarga yang selama ini mencari keberadaan YTR. Saat bertemu kembali, keluarga mendapati kondisi korban jauh berbeda dibandingkan sebelum menghilang.

Korban ditemukan dengan sejumlah luka berat yang diduga telah dialaminya dalam waktu cukup lama. Selain mengalami cedera pada bagian wajah dan kepala, kondisi fisiknya juga terlihat sangat lemah.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa korban mengalami luka berat pada beberapa bagian tubuh.

“Setelah itu pelapor mendatangi RSHS dan diketahui bahwa korban dalam keadaan luka berat di bagian kepala, wajah, kaki dan luka ringan di bagian tangan,” ujarnya.

Selain luka fisik, korban juga mengalami gangguan kesehatan yang serius. Informasi yang beredar menyebutkan korban mengalami gangguan penglihatan hingga tidak dapat melihat dengan normal, kesulitan berbicara, serta tidak mampu berjalan tanpa bantuan.

Kondisi tersebut membuat korban harus menjalani perawatan medis intensif dan pemulihan jangka panjang. Tidak hanya fisik, aspek psikologis korban juga menjadi perhatian karena diduga mengalami trauma berat akibat peristiwa yang dialaminya.

Kasus ini semakin menyita perhatian setelah terungkap bahwa korban juga kehilangan sejumlah barang berharga selama masa dugaan penyekapan. Kerugian yang dialami disebut mencapai sekitar Rp52 juta.

Di tengah proses pemulihan korban, aparat kepolisian kini fokus melakukan pengejaran terhadap pria yang diduga menjadi pelaku. Berdasarkan informasi yang berkembang, terduga pelaku disebut telah melarikan diri setelah kasus tersebut mulai terungkap ke publik.

Langkah pelarian itu memicu desakan masyarakat agar aparat bergerak cepat untuk menangkap dan mempertanggungjawabkan dugaan perbuatannya di hadapan hukum.

Polda Jawa Barat memastikan kasus ini telah masuk dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Laporan resmi terkait dugaan tindak pidana tersebut telah diterima polisi setelah keluarga korban melapor.

Kasus itu tercatat dalam laporan polisi bernomor LP/B/1145/VI/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT yang dibuat oleh kakak korban pada 12 Juni 2026.

Penyidik kini berupaya mengungkap secara menyeluruh apa yang sebenarnya terjadi selama tiga tahun korban menghilang. Polisi juga akan mendalami berbagai keterangan saksi, kondisi korban, serta kemungkinan adanya unsur tindak pidana lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting mengenai perlunya kewaspadaan terhadap tanda-tanda isolasi, kontrol berlebihan, atau kekerasan dalam hubungan personal.

Di sisi lain, keberhasilan menemukan korban setelah bertahun-tahun menghilang memberikan harapan bagi keluarga yang selama ini tidak pernah berhenti mencari keberadaannya.

Sementara proses hukum terus berjalan, fokus utama saat ini adalah memastikan korban mendapatkan perawatan terbaik agar dapat pulih secara fisik maupun mental setelah melewati pengalaman yang sangat berat dalam hidupnya.