Menag Ungkap Tunjangan Profesi Guru Kemenag Naik 700 Persen, Jadi Kenaikan Tertinggi dalam Sejarah

Tunjangan Guru Kemenag Melonjak 700 Persen, Pemerintah Siapkan SDM Menuju Indonesia EmasTunjangan Guru Kemenag Melonjak 700 Persen, Pemerintah Siapkan SDM Menuju Indonesia Emas
Transformasi Pendidikan Keagamaan Dikebut, Menag Klaim Tunjangan Profesi Guru Naik 700 Persen .

INBERITA.COM, Peningkatan kesejahteraan guru menjadi salah satu agenda besar pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut sektor pendidikan keagamaan mendapat perhatian besar, salah satunya melalui lonjakan tunjangan profesi guru yang disebut meningkat hingga 700 persen.

Menurut Nasaruddin, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia untuk menghadapi target besar menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menilai guru memiliki peran strategis karena berada di garis depan dalam membentuk karakter dan kompetensi generasi mendatang.

“Peningkatan kompetensi guru melalui pendidikan profesi guru (PPG) dan pemberian hak melalui tunjangan profesi guru telah mengalami kenaikan 700 persen, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia,” ujar Nasaruddin dalam kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).

Kenaikan tunjangan tersebut menjadi salah satu indikator perhatian pemerintah terhadap tenaga pendidik di bawah naungan Kementerian Agama.

Selain aspek kesejahteraan, pemerintah juga mendorong peningkatan kapasitas guru melalui program pendidikan profesi agar kualitas pembelajaran semakin baik.

Nasaruddin menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas manusia. Guru, menurut dia, menjadi elemen penting dalam memastikan peserta didik memiliki kemampuan akademik sekaligus nilai karakter yang kuat.

Di lingkungan Kementerian Agama, berbagai program dukungan pendidikan terus berjalan. Salah satunya melalui pemberian bantuan pendidikan bagi jutaan siswa madrasah dan sekolah keagamaan.

Nasaruddin menyampaikan bahwa sebanyak 5,1 juta siswa telah menerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP). Program tersebut bertujuan membantu peserta didik dari berbagai latar belakang agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Sementara itu, di tingkat perguruan tinggi, sebanyak 289.295 mahasiswa pada perguruan tinggi keagamaan mendapatkan manfaat dari program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Bantuan ini menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan tinggi.

Selain bantuan dalam negeri, pemerintah juga membuka peluang pengembangan kapasitas generasi muda melalui program beasiswa ke luar negeri.

Para penerima beasiswa diarahkan untuk menjadi calon pemimpin yang memiliki wawasan global sekaligus mampu membawa nilai moderasi beragama di berbagai bidang.

“Bagi kami, seluruh capaian itu bukanlah garis akhir, melainkan amanat untuk terus meningkatkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara,” kata Nasaruddin.

Dalam bidang infrastruktur pendidikan, Kementerian Agama juga melakukan sejumlah pembenahan. Sebanyak 556 madrasah dan sekolah keagamaan disebut telah direvitalisasi. Selain itu, pemerintah membangun 352 madrasah baru serta 34 perguruan tinggi keagamaan negeri.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi pendidikan keagamaan agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Tidak hanya memperbaiki fasilitas fisik, pemerintah juga mulai memperkuat sistem pembelajaran berbasis teknologi.

Salah satu program yang dilakukan adalah distribusi perangkat pembelajaran digital. Kementerian Agama telah menyalurkan 2.180 papan interaktif digital ke 551 madrasah untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih modern dan adaptif.

Digitalisasi pendidikan dinilai penting karena perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut peserta didik memiliki kemampuan teknologi, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis.

Madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan pun dituntut tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan tersebut.

Berbagai kebijakan itu menunjukkan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu fondasi utama dalam pembangunan nasional.

Peningkatan kesejahteraan guru, perluasan akses pendidikan, penguatan fasilitas, hingga pemanfaatan teknologi menjadi rangkaian strategi untuk menciptakan generasi yang kompetitif.

Namun, tantangan di bidang pendidikan masih tetap besar. Pemerataan kualitas guru, peningkatan kompetensi berkelanjutan, serta kesenjangan fasilitas antarwilayah menjadi pekerjaan yang perlu terus diperhatikan agar manfaat program dapat dirasakan secara luas.

Pemerintah berharap investasi di sektor pendidikan, termasuk peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.

Dalam konteks pendidikan keagamaan, upaya tersebut juga diarahkan untuk melahirkan generasi yang memiliki pengetahuan luas, berkarakter, serta mampu menjaga nilai toleransi di tengah masyarakat.

Dengan berbagai program yang telah berjalan, Kementerian Agama menempatkan penguatan pendidikan sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Kenaikan tunjangan profesi guru menjadi salah satu langkah yang diharapkan mampu memperkuat peran pendidik dalam mencetak generasi masa depan.