INBERITA.COM, Keributan antarjemaah usai pelaksanaan salat Idulfitri 2026 di Masjid Kemayoran, Jalan Indrapura, Kota Surabaya, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.
Insiden tersebut memperlihatkan sejumlah jemaah terlibat aksi saling pukul di area masjid, memicu perhatian luas dari masyarakat.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 21 Maret 2026, tepat saat khatib masih menyampaikan khotbah Idulfitri.
Di tengah suasana ibadah yang seharusnya berlangsung khusyuk, keributan mendadak pecah di antara sejumlah jemaah.
Situasi sempat memanas hingga mengundang perhatian jemaah lain yang berada di lokasi.
Dalam video yang beredar, terlihat beberapa orang terlibat adu fisik, sementara jemaah lain berupaya melerai.
Tidak lama kemudian, aparat kepolisian yang berada di sekitar lokasi turut turun tangan untuk mengamankan situasi agar tidak semakin meluas.
Marbot Masjid Kemayoran Surabaya, Dedi Kurniawan, mengungkapkan bahwa insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antarjemaah.
Ia menjelaskan bahwa dugaan pencurian telepon seluler menjadi pemicu utama keributan yang berujung aksi saling pukul.
“Awalnya salah paham. Nggak ada korban, cuma sudah sampai tonjok-tonjokan. Si sebelah ini informasinya ngambil HP, ternyata si sebelah enggak terima. Sama-sama ngototnya,” ungkap Dedi.
Menurut informasi yang dihimpun, jemaah yang terlibat dalam perkelahian tersebut diduga masih berusia remaja.
Salah satu pihak disebut merasa tersinggung karena dituduh mengambil ponsel milik jemaah lain. Tuduhan tersebut kemudian memicu emosi hingga berujung pada aksi saling serang.
Adu fisik sempat terjadi dalam bentuk pukulan dan tendangan. Beruntung, keributan tersebut tidak berlangsung lama setelah sejumlah jemaah lain segera turun tangan untuk melerai.
Keberadaan aparat kepolisian juga membantu mengendalikan situasi dengan cepat.
Dedi menegaskan bahwa tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Ia juga memastikan kondisi kembali kondusif setelah insiden berhasil ditangani.
Meski demikian, peristiwa ini menjadi catatan penting terkait pentingnya menjaga ketertiban dan kekhusyukan selama pelaksanaan ibadah, terutama pada momen besar seperti Idulfitri.
“Alhamdulillah aman terkendali. Saya nggak tahu (secara langsung) kejadiannya, kebetulan tugas di dalam. Itu hari pertama Idul Fitri, 21 Maret 2026,” kata Dedi.
Viralnya video keributan ini memicu berbagai reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan terjadinya insiden tersebut di tengah momentum hari raya yang identik dengan suasana damai dan saling memaafkan.
Selain itu, kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan masalah, terutama di ruang publik dan tempat ibadah.
Peristiwa di Masjid Kemayoran Surabaya ini sekaligus menegaskan bahwa kesalahpahaman kecil dapat dengan cepat memicu konflik jika tidak dikelola dengan baik.
Berkat respons cepat dari jemaah lain dan aparat keamanan, situasi dapat segera dipulihkan tanpa menimbulkan dampak yang lebih besar.







