INBERITA.COM, Petugas dari PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama dengan aparat kepolisian kini menerapkan sistem buka-tutup di rest area KM 52B arah Jakarta pada ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas serta mencegah terjadinya kemacetan di sepanjang jalan tol.
Ria Marlinda Paallo, Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, menjelaskan bahwa sistem buka-tutup ini diterapkan secara situasional, tergantung pada kondisi lalu lintas yang ada di lapangan.
Ia menekankan bahwa sistem tersebut bertujuan untuk mengatasi masalah kepadatan kendaraan yang kerap terjadi di rest area, sekaligus menjaga kelancaran perjalanan di ruas tol utama.
“Jadi untuk menjaga kelancaran lalu lintas di ruas utama serta menghindari antrean kendaraan yang masuk ke rest area, saat ini diberlakukan sistem buka-tutup rest area KM 52B arah Jakarta secara situasional,” ujar Ria dalam keterangannya di Karawang, Jawa Barat, pada Senin (23/3).
Menurutnya, pengaturan akses rest area KM 52B tersebut bergantung pada situasi yang ada di lapangan dan hasil koordinasi antara pihak Jasamarga dan kepolisian setempat.
Meskipun sistem ini bersifat sementara, langkah ini diharapkan dapat mengurangi potensi kemacetan di area rest area yang sering kali dipadati oleh pengendara yang membutuhkan istirahat.
Seiring dengan penerapan sistem buka-tutup tersebut, PT Jasamarga juga mengimbau para pengguna jalan tol untuk memanfaatkan rest area lain yang tersedia jika rest area KM 52B sedang ditutup sementara.
Hal ini untuk memastikan bahwa perjalanan tetap lancar, meskipun beberapa area istirahat tidak dapat diakses.
“Kami mengimbau agar para pengendara dapat mempersiapkan perjalanan mereka dengan baik. Salah satunya dengan mengatur waktu beristirahat dan memilih lokasi rest area yang tersedia, sebelum memasuki ruas tol yang sedang diterapkan sistem buka-tutup ini,” tambah Ria.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengendara untuk memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan.
Sebagai langkah antisipasi, pengemudi disarankan untuk memeriksa kecukupan saldo uang elektronik, menjaga jarak aman, serta mematuhi segala rambu lalu lintas yang terpasang sepanjang jalan tol.
Ria juga mengingatkan pengguna jalan tol untuk selalu mematuhi arahan petugas yang berada di lapangan. Hal ini penting untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, terutama di titik-titik yang mengalami kepadatan.
Selain itu, penting bagi setiap pengendara untuk memperhatikan faktor keamanan, seperti memastikan kendaraan dalam kondisi terbaik agar perjalanan dapat berjalan lancar dan aman.
Jasamarga berharap dengan penerapan sistem buka-tutup ini, pengguna jalan tol tetap merasa nyaman dan aman selama perjalanan, tanpa terganggu oleh kemacetan yang terjadi di rest area.
Dengan langkah ini, diharapkan pula dapat mengurangi potensi kecelakaan yang sering terjadi akibat pengemudi yang terlalu lama berada di rest area, serta mempercepat mobilisasi kendaraan yang melintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Jasamarga berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya untuk mengoptimalkan manajemen lalu lintas di ruas tol yang sibuk ini.
Pihak Jasamarga juga mengingatkan bahwa kebijakan ini akan terus dievaluasi berdasarkan kondisi di lapangan. Jika dirasa perlu, sistem buka-tutup ini bisa diperpanjang atau disesuaikan dengan situasi tertentu untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengendara.
Penerapan sistem buka-tutup di rest area KM 52B pada ruas Tol Jakarta-Cikampek adalah langkah strategis yang diambil PT Jasamarga dan kepolisian untuk mengatasi kepadatan lalu lintas, terutama menjelang musim liburan atau hari-hari dengan volume kendaraan yang tinggi.
Sistem ini diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan dan mencegah terjadinya kemacetan di rest area yang sering menjadi titik rawan. Pengendara diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan rest area lain jika KM 52B sedang ditutup sementara.
Dengan koordinasi yang baik antara Jasamarga, kepolisian, dan pengguna jalan, diharapkan sistem ini bisa berjalan efektif dan memberikan kenyamanan bagi semua pihak.







