INBERITA.COM, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa militer AS, yang tergabung dalam Operasi Epic Fury, hampir menyelesaikan seluruh target operasi mereka di Iran dalam waktu yang relatif singkat.
Menurut Trump, dalam beberapa pekan mendatang, AS akan semakin intensif dalam operasinya untuk melumpuhkan secara permanen kemampuan militer Iran, dengan tujuan utama mencegah negara tersebut mengembangkan senjata nuklir.
“Kita akan menggempur mereka habis-habisan dalam dua hingga tiga minggu ke depan dan mengembalikan mereka ke Zaman Batu, tempat yang pantas bagi mereka,” tegas Trump dalam pidato yang dirangkum oleh U.S. Department of War.
Lebih lanjut, Trump menekankan pentingnya bagi rakyat AS untuk melihat Operasi Epic Fury dalam perspektif yang lebih proporsional.
Dia mengingatkan bahwa konflik-konflik besar sepanjang sejarah—seperti Perang Dunia II yang berlangsung hampir empat tahun, Perang Korea yang memakan lebih dari tiga tahun, hingga Perang Vietnam yang memakan waktu hampir 20 tahun—semua memerlukan waktu yang jauh lebih panjang dibandingkan dengan Operasi Epic Fury.
“Kita baru menjalani operasi militer yang luar biasa ini melawan salah satu negara paling kuat di dunia, dan hanya dalam 32 hari. Negara tersebut hampir lumpuh dan pada dasarnya tak lagi menjadi ancaman. Mereka dulunya adalah tukang gertak di Timur Tengah, namun sekarang mereka tak lagi bisa menggertak,” kata Trump.
Trump menambahkan bahwa kesuksesan operasi ini sangat bergantung pada kekuatan militer AS yang sangat superior.
Dengan adanya kemajuan yang pesat dalam Operasi Epic Fury, Trump percaya bahwa rakyat AS kini dapat menyongsong masa depan yang bebas dari ancaman agresi Iran maupun ketakutan terhadap pemerasan nuklir.
“Ketika semua ini berakhir, Amerika Serikat akan menjadi lebih aman, lebih kuat, lebih makmur, dan lebih hebat dari yang pernah ada sebelumnya,” tutup Trump dalam pernyataannya.
Menurut berbagai laporan, operasi militer yang dipimpin oleh AS ini telah menghasilkan dampak yang signifikan terhadap kekuatan militer Iran, dengan beberapa sumber menyatakan bahwa kemampuan pertahanan dan serangan Iran kini telah sangat terhambat.
Trump juga menekankan bahwa pendekatan yang digunakan dalam Operasi Epic Fury sangat terukur dan efektif, dengan tujuan utama untuk mengakhiri ancaman nuklir dari Iran tanpa terjebak dalam konflik berkepanjangan.
Di tengah pernyataan Trump yang penuh keyakinan, beberapa pengamat internasional mengingatkan pentingnya dialog dan upaya diplomatik untuk menyelesaikan ketegangan ini, meskipun keberhasilan AS dalam melumpuhkan Iran secara militer menjadi bagian dari strategi besar yang lebih panjang.
Trump mengklaim bahwa meskipun hanya membutuhkan waktu 32 hari untuk mencapai kemajuan besar dalam operasi ini, dampak jangka panjang dari langkah militer tersebut akan tetap menjadi topik perdebatan di kalangan para pakar dan pemimpin dunia.







