Pemerintah Impor 35.000 Pikap Mahindra dari India untuk Koperasi Merah Putih 2026

Mahindra Kembali ke Indonesia, 35.000 Pikap Scorpio Siap Dukung Logistik Koperasi Merah PutihMahindra Kembali ke Indonesia, 35.000 Pikap Scorpio Siap Dukung Logistik Koperasi Merah Putih
Koperasi Desa/Merah Putih Dapat Suntikan 35.000 Pikap Mahindra, Perkuat Logistik Pertanian.

INBERITA.COM, Pemerintah Indonesia melalui proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan mengimpor 35.000 unit pikap Mahindra Scorpio dari India.

Pasokan ini akan dilakukan oleh Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M) pada tahun 2026, menandai kembalinya merek otomotif asal India itu ke pasar Indonesia.

Mengutip laman resmi Mahindra, pemesanan impor tersebut dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang akan menggunakan pikap Scorpio sebagai kendaraan logistik untuk operasional Koperasi Merah Putih yang sedang dibangun pemerintah.

CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd, Nalinikanth Gollagunta, menjelaskan bahwa kemitraan ini bertujuan memperkuat sistem logistik nasional sekaligus membantu menghubungkan petani ke pasar dengan lebih efisien.

“Pikap kami dirancang untuk berkinerja dalam kondisi sulit sambil menjaga biaya operasional seminimal mungkin. Sejalan dengan filosofi Rise Mahindra, kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami untuk memungkinkan kemakmuran dan mendukung prioritas nasional,” kata Gollagunta dikutip dari keterangan resmi, Kamis (20/2/2026).

Gollagunta menambahkan, pesanan 35.000 unit pikap ini akan menjadi dorongan besar bagi ekspansi Mahindra di pasar internasional.

“Jumlah ini bahkan melampaui total volume ekspor Mahindra pada tahun fiskal 2025,” ujarnya.

Pikap Mahindra Scorpio yang dikirim ke Indonesia diproduksi di Pabrik Nashik, India, yang dirancang khusus untuk menyesuaikan kondisi jalan pedesaan yang kasar hingga jalan setapak di area pertanian.

Dengan spesifikasi ini, kendaraan diharapkan mampu memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih, mulai dari tahap awal agregasi logistik hingga distribusi hasil pertanian.

Secara operasional, pikap Scorpio akan digunakan untuk mengangkut hasil pertanian dari lahan ke koperasi, memfasilitasi logistik antar desa, dan memastikan pergerakan barang yang efisien dalam jaringan koperasi.

Hal ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperkuat rantai pasok pertanian nasional sekaligus mendukung program pemberdayaan ekonomi desa.

Langkah impor besar-besaran ini juga menegaskan kembali kehadiran Mahindra di Indonesia setelah beberapa tahun absen, sekaligus memperluas perannya dalam mendukung infrastruktur logistik nasional.

Pemerintah berharap keberadaan 35.000 unit pikap Scorpio akan meningkatkan efisiensi distribusi, menurunkan biaya logistik, dan mendorong produktivitas koperasi di seluruh Indonesia.

Dengan pengiriman yang dijadwalkan pada 2026, proyek ini diprediksi tidak hanya akan menggerakkan ekonomi pedesaan, tetapi juga menegaskan posisi Indonesia sebagai pasar strategis bagi Mahindra di kawasan Asia Tenggara.