Patut Dicontoh! Satpam Ini Punya Gelar S2, Double Degree S1, Pecahkan Rekor MURI Karya Ilmiah Terbanyak

Satpam viral bergelar S2 pecahkan rekor MURISatpam viral bergelar S2 pecahkan rekor MURI
Satpam di Jakarta Ini Raih Rekor MURI dengan 13 Karya Ilmiah dan 8 Buku, Simak Perjalanan Hidupnya!

INBERITA.COM, Khoirul Anam (28), seorang satpam yang bertugas di BRI Kantor Cabang Tanjung Priok, Jakarta Utara, memiliki kisah hidup yang penuh inspirasi. Meskipun bekerja sebagai satpam, Anam menyandang gelar magister dan memiliki dua gelar sarjana.

Ia juga tercatat telah menulis delapan buku dan menghasilkan 13 karya ilmiah yang dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional.

Pencapaian luar biasa ini mengantarkannya mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai satpam dengan karya ilmiah terbanyak.

Anam menyelesaikan pendidikan S2 Manajemen di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Sebelumnya, ia juga menempuh dua kali pendidikan sarjana.

S1 Manajemen ia peroleh di Universitas Pamulang, melalui kelas karyawan, yang diselesaikan pada 2019. Selain itu, ia juga menuntut ilmu di STIT Bustanul Ulum Lampung Tengah dan berhasil meraih gelar S1 Pendidikan Agama Islam.

Bekerja sambil kuliah tentu bukanlah hal yang mudah, terutama untuk Anam yang harus mengatur waktu dengan baik antara tugasnya sebagai satpam dan kewajiban akademis. Anam mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya adalah pengelolaan waktu.

“Terkadang, saya harus mengorbankan waktu tidur untuk menyelesaikan penelitian,” ujarnya.

Namun, meski banyak kesulitan, Anam berhasil menulis delapan buku yang semuanya terdaftar dengan ISBN di Perpustakaan Nasional.

Selain itu, tiga buku lainnya kini sedang dalam proses pengerjaan, yang merupakan kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana.

Selain menulis buku, Anam juga aktif menulis karya ilmiah. Hingga kini, ia telah menerbitkan 13 karya ilmiah di jurnal nasional dan internasional.

Karya ilmiah tersebut menjadi bagian dari pencapaiannya yang mencatatkan rekor MURI sebagai satpam dengan karya ilmiah terbanyak. Penghargaan ini diterima pada Jumat (30/1/2026).

Namun, perjalanan akademis Anam tidak lepas dari tantangan finansial. Publikasi jurnal ilmiah dan buku berkelas membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Untuk publikasi jurnal maupun buku itu memerlukan biaya,” kata Anam. Oleh karena itu, ia harus cermat dalam memilih media publikasi yang sesuai dengan penghasilannya sebagai satpam.

Meskipun terbatas oleh dana, Anam tetap optimis dan berharap dapat menerbitkan karya-karya ilmiah dan bukunya di jurnal bereputasi tinggi seperti Sinta 2 atau Scopus.

“Saya sangat ingin karya saya terakreditasi tinggi,” ungkapnya.

Perjalanan hidup Anam sendiri cukup menarik. Ia merantau dari Kabupaten Tanggamus, Lampung ke Jakarta pada 2018 dengan modal Rp 1 juta.

Tahun yang sama, Anam mengalami sakit parah dan sempat koma, yang membuat keluarganya pesimis terhadap peluang hidupnya. Pengalaman tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya.

“Dari sakit itu, saya punya motivasi untuk hidup lebih baik,” ujar Anam.

Anam kini memiliki tekad yang kuat untuk terus menempuh pendidikan dan menulis. Cita-citanya adalah menjadi seorang pengajar, baik itu guru maupun dosen.

“Saya ingin mencerdaskan bangsa, itulah motivasi saya,” kata Anam, yang meski kini bertugas sebagai satpam, terus berusaha mencapai impiannya.

Melalui kisah hidupnya, Anam ingin menyampaikan pesan kepada semua orang agar tidak berhenti belajar, apapun profesinya.

Menurutnya, pendidikan adalah kunci untuk mengubah nasib, dan setiap orang memiliki potensi untuk meraih impian, tak terkecuali mereka yang bekerja di luar profesi akademik.