INBERITA.COM, Norwegia mengirim pesan kuat kepada para pesaingnya di Grup I Piala Dunia 2026 setelah mencatat kemenangan telak 4-1 atas Irak pada laga pembuka yang berlangsung Rabu (17/6/2026) dini hari WIB.
Dipimpin ketajaman Erling Haaland, tim asal Skandinavia itu tampil efektif dan mampu mengubah dominasi permainan menjadi kemenangan meyakinkan.
Hasil ini menjadi modal berharga bagi Norwegia dalam upaya mengamankan tiket ke fase gugur. Selain meraih tiga poin pertama, kemenangan dengan selisih tiga gol juga memberi keuntungan penting dalam persaingan klasemen yang diprediksi berlangsung ketat.
Sejak menit awal pertandingan, Norwegia langsung menunjukkan ambisi besar. Mereka menguasai alur permainan melalui kombinasi umpan pendek dan serangan cepat yang berkali-kali membelah lini pertahanan Irak. Mobilitas para pemain depan membuat pertahanan lawan dipaksa bekerja ekstra keras.
Meski tampil dominan, Norwegia membutuhkan waktu hampir setengah jam untuk memecah kebuntuan. Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya hadir pada menit ke-29 melalui nama yang memang paling diharapkan publik, Erling Haaland.
Gol tersebut berawal dari kerja sama apik di sisi kiri lapangan. Antonio Nusa membawa bola dengan percaya diri sebelum mengalirkannya kepada David Moller Wolfe yang bergerak overlap.
Wolfe kemudian mengirim umpan mendatar ke depan gawang yang langsung disambut Haaland dengan penyelesaian jarak dekat. Striker andalan Norwegia itu menjatuhkan diri untuk menyentuh bola dan mengubah skor menjadi 1-0.
Gol tersebut memiliki arti khusus bagi Haaland karena menjadi gol pertamanya di ajang Piala Dunia. Penyerang berusia 25 tahun itu langsung menunjukkan mengapa dirinya dianggap sebagai salah satu striker paling berbahaya di dunia saat ini.
Namun keunggulan Norwegia tidak bertahan lama. Irak menunjukkan karakter pantang menyerah dan berhasil membalas pada menit ke-39.
Serangan dibangun dari sisi kiri melalui aksi individu Ali Jasim yang sukses melewati beberapa pemain lawan sebelum mengirim umpan terobosan ke Amir Al Ammari.
Dengan cermat, Al Ammari mengirimkan umpan silang ke tengah kotak penalti. Aymen Hussein yang berdiri di area berbahaya memenangkan duel udara melawan tiga bek Norwegia sekaligus dan menanduk bola ke sudut bawah gawang. Skor berubah menjadi 1-1 dan membuat pertandingan kembali terbuka.
Momentum sebenarnya sempat berpihak kepada Irak setelah gol tersebut. Akan tetapi, tim berjuluk Singa Mesopotamia justru melakukan kesalahan fatal ketika mencoba membangun serangan dari area pertahanan sendiri menjelang turun minum.
Kesalahan komunikasi antara lini belakang dan penjaga gawang dimanfaatkan secara sempurna oleh Haaland.
Dengan naluri predatornya, ia memotong aliran bola menggunakan kaki panjangnya tepat ketika kiper Irak hendak menerima operan. Bola yang terintersep kemudian bergulir masuk ke gawang tanpa mampu diselamatkan.
Gol kedua Haaland pada menit ke-43 membuat Norwegia kembali memimpin 2-1 dan memberikan pukulan mental bagi Irak menjelang jeda pertandingan.
Sebelum babak pertama berakhir, Irak sebenarnya memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Namun kesempatan tersebut gagal dimaksimalkan sehingga mereka harus masuk ruang ganti dalam posisi tertinggal.
Memasuki babak kedua, Norwegia tetap mempertahankan intensitas permainan. Mereka lebih banyak menguasai bola dan terus mencari celah di pertahanan Irak yang mulai bermain lebih dalam.
Meski beberapa kali menciptakan peluang, Norwegia sempat kesulitan menambah gol karena rapatnya organisasi pertahanan lawan. Irak berusaha bertahan sambil mengandalkan serangan balik dan umpan silang untuk mencari gol penyama kedudukan.
Tekanan berkelanjutan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-76. Berawal dari situasi sepak pojok, bek tengah Leo Ostigard berhasil lolos dari pengawalan dan menyambut bola dengan sempurna untuk mencetak gol ketiga Norwegia. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 3-1 dan semakin mempersulit peluang Irak untuk bangkit.
Setelah gol itu, pertandingan berlangsung lebih terbuka. Irak berusaha mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan agresivitas serangan. Namun strategi yang terlalu fokus pada umpan silang mudah dibaca lini belakang Norwegia yang tampil disiplin sepanjang laga.
Alih-alih memperkecil ketertinggalan, Irak justru kembali kebobolan pada masa injury time. Serangan cepat Norwegia berhasil menembus pertahanan lawan dan menghasilkan gol keempat yang memastikan kemenangan besar 4-1.
Kemenangan ini memperlihatkan kualitas kolektif Norwegia yang semakin matang. Tidak hanya mengandalkan Haaland sebagai mesin gol, mereka juga menunjukkan keseimbangan permainan antara lini belakang, tengah, dan depan.
Bagi Haaland sendiri, dua gol dalam laga pembuka menjadi awal yang sempurna untuk perjalanan pertamanya di Piala Dunia. Kontribusinya tidak hanya terlihat dari penyelesaian akhir, tetapi juga tekanan tinggi yang memaksa lawan melakukan kesalahan fatal.
Sementara itu, Irak harus segera melakukan evaluasi sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
Meski sempat memberikan perlawanan dan berhasil menyamakan kedudukan, sejumlah kesalahan mendasar di area pertahanan menjadi faktor utama yang membuat mereka kehilangan peluang meraih poin.
Dengan hasil ini, Norwegia menempatkan diri sebagai salah satu kandidat kuat untuk memimpin Grup I. Jika mampu mempertahankan performa seperti pada laga pembuka, skuad berjuluk Lovene memiliki peluang besar untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026.







