Meta Pangkas Ribuan Pegawai, 7.800 Karyawan Kena PHK Mulai Mei 2026

Meta Tutup 6.000 Lowongan dan PHK 7.800 Karyawan SekaligusMeta Tutup 6.000 Lowongan dan PHK 7.800 Karyawan Sekaligus
Gelombang PHK Meta: 10% Karyawan Terdampak, 7.800 Posisi Dipangkas.

INBERITA.COM, Meta Platforms kembali mengambil langkah besar dalam restrukturisasi organisasinya. Perusahaan induk dari sejumlah platform media sosial populer seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, hingga Threads ini dilaporkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran yang berdampak pada ribuan karyawan di seluruh dunia.

Berdasarkan informasi yang beredar, Meta berencana memangkas sekitar 10% dari total tenaga kerjanya pada 20 Mei 2026.

Dengan jumlah karyawan global yang melampaui 78.000 orang, kebijakan ini diperkirakan akan berdampak pada sekitar 7.800 pegawai. Tidak hanya itu, perusahaan juga akan menutup sekitar 6.000 posisi internal yang hingga kini masih belum terisi.

Keputusan tersebut disampaikan melalui memo internal yang dikirimkan Chief People Officer Meta, Janella Gale, kepada seluruh karyawan.

Dalam memo tersebut, Gale menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional di tengah berbagai investasi besar yang sedang dijalankan.

“Kami melakukan ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjalankan perusahaan dengan lebih efisien dan memungkinkan kami mengimbangi investasi lain yang sedang kami lakukan,” tulis Gale dalam keterangannya.

Ia juga menekankan bahwa keputusan untuk melakukan PHK bukanlah hal yang mudah bagi manajemen perusahaan. Menurutnya, langkah ini diambil dengan pertimbangan matang meski harus berdampak pada karyawan yang selama ini telah berkontribusi terhadap perkembangan perusahaan.

“Ini bukan pertukaran yang mudah dan itu berarti kami harus melepas orang-orang yang telah memberikan kontribusi berarti bagi Meta selama mereka bekerja,” lanjutnya.

Meski dalam memo tersebut tidak secara eksplisit menyebutkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), langkah efisiensi ini dinilai berkaitan erat dengan fokus baru Meta pada pengembangan teknologi tersebut.

Dalam beberapa waktu terakhir, perusahaan diketahui tengah menggelontorkan investasi besar untuk memperkuat kapabilitas AI, mulai dari pembangunan pusat data berskala besar hingga perekrutan peneliti AI kelas dunia dengan paket kompensasi yang kompetitif.

Bahkan, Meta diproyeksikan akan mengalokasikan belanja modal pada 2026 dalam kisaran USD 115 miliar hingga USD 135 miliar, sebagian besar untuk mendukung akselerasi pengembangan teknologi AI.

Hal ini menunjukkan adanya pergeseran prioritas perusahaan ke arah inovasi teknologi jangka panjang, meski harus diiringi dengan penyesuaian jumlah tenaga kerja.

Terkait pelaksanaan PHK, Meta menyatakan bahwa karyawan yang terdampak akan menerima pemberitahuan resmi melalui email kerja maupun email pribadi pada tanggal 20 Mei 2026.

Perusahaan juga memastikan akan memberikan paket kompensasi yang tergolong besar sebagai bentuk dukungan bagi para pekerja yang terdampak.

Paket pesangon tersebut mencakup 16 minggu gaji pokok, ditambah tambahan dua minggu gaji untuk setiap tahun masa kerja. Khusus bagi karyawan di Amerika Serikat, Meta juga akan menanggung biaya asuransi kesehatan COBRA selama 18 bulan.

Sementara itu, dukungan serupa juga akan diberikan kepada karyawan internasional dengan penyesuaian berdasarkan regulasi dan kebijakan di masing-masing wilayah.

Langkah PHK besar-besaran ini bukan yang pertama dilakukan Meta sepanjang 2026. Sebelumnya, pada Maret lalu, perusahaan juga telah melakukan pemangkasan karyawan dalam skala lebih kecil yang berdampak pada ratusan pegawai.

Tren ini menunjukkan bahwa perusahaan tengah melakukan penyesuaian berkelanjutan terhadap struktur organisasinya.

Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa kemungkinan akan ada gelombang pemangkasan lanjutan pada paruh kedua tahun 2026. Meski demikian, hingga saat ini detail terkait rencana tersebut masih belum diputuskan secara final.

Dengan langkah efisiensi ini, Meta tampaknya berupaya menjaga keseimbangan antara penguatan investasi di sektor strategis seperti AI dan keberlanjutan operasional perusahaan di tengah dinamika industri teknologi global yang semakin kompetitif.