Jelang Laga Persib vs Persija, Vandalisme di Flyover Pasupati Viral, Polisi Ingatkan Suporter Tak Terpancing

Flyover Pasupati Dicoret Jelang Persib vs Persija, Polisi Imbau Jaga KondusivitasFlyover Pasupati Dicoret Jelang Persib vs Persija, Polisi Imbau Jaga Kondusivitas
Rivalitas Persib vs Persija Memanas, Polisi Imbau Suporter Tak Terprovokasi Vandalisme.

INBERITA.COM, Menjelang pertandingan sarat gengsi antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta, suasana Kota Bandung ternodai oleh aksi vandalisme bernada provokatif yang dilakukan oknum suporter.

Coretan dan pemasangan atribut tidak bertanggung jawab itu muncul di sejumlah titik strategis dan memicu perhatian publik setelah viral di media sosial.

Aparat kepolisian pun turun tangan dan mengimbau seluruh pihak agar tidak terprovokasi serta menjaga kondusivitas jelang laga besar tersebut.

Aksi vandalisme yang menjadi sorotan salah satunya ditemukan di dinding Flyover Mochtar Kusumaatmadja atau yang lebih dikenal sebagai Flyover Pasupati, Kota Bandung.

Coretan berwarna oranye bertuliskan “PJFC!” tampak jelas di salah satu sisi dinding flyover tersebut.

Tidak berhenti di situ, oknum yang sama juga memasang kain hitam dengan tulisan provokatif yang menyasar pendukung tuan rumah.

Tulisan pada kain hitam tersebut berbunyi, “PERSIJA FANS WUZ HERE IN YOUR FUCKING TOWN.”

Pesan bernada intimidatif itu dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet, khususnya para pendukung Persib Bandung atau Bobotoh.

Aksi tersebut dinilai mencederai semangat sportivitas dan berpotensi memancing konflik antar suporter yang selama ini menjadi perhatian serius aparat keamanan.

Menanggapi situasi tersebut, Kepolisian Daerah Jawa Barat langsung memberikan pernyataan resmi.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menegaskan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif, terutama di ruang digital yang kerap menjadi pemicu eskalasi konflik.

Ia mengingatkan agar seluruh pendukung, baik Persib maupun Persija, tidak terjebak dalam provokasi yang dapat memperkeruh suasana jelang pertandingan.

“Jaga kondusivitas di medsos, dilarang melakukan provokasi atau ujaran kebencian yang memicu konflik antar suporter,” kata Hendra.

Menurutnya, peran suporter sangat besar dalam menciptakan iklim pertandingan yang aman dan nyaman, bukan hanya di stadion, tetapi juga di lingkungan masyarakat secara luas.

Selain menyoroti aktivitas di media sosial, Hendra juga meminta seluruh pendukung untuk mampu mengontrol emosi.

Ia menekankan bahwa rivalitas antara Persib Bandung dan Persija Jakarta memang memiliki sejarah panjang dan tensi tinggi, namun tidak seharusnya diwujudkan dalam tindakan anarkis atau provokatif.

“Jangan mudah terpancing provokasi. Persaingan di puncak klasemen sedang sangat ketat. Tindakan anarkis hanya akan merugikan peluang juara,” kata Hendra.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa fokus utama seharusnya berada pada prestasi tim di lapangan, bukan pada konflik di luar pertandingan.

Kepolisian juga menyatakan telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah potensi gangguan keamanan menjelang dan selama pertandingan Persib vs Persija.

Salah satu perhatian utama adalah kemungkinan adanya aksi sweeping oleh oknum suporter di jalanan maupun di titik-titik transportasi publik seperti stasiun dan terminal.

Hendra menjelaskan bahwa jajaran kepolisian di tingkat wilayah telah diperintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Patroli Polsek dan Patroli Samapta ditugaskan memantau situasi kamtibmas di wilayahnya, khususnya jika terjadi tindakan sweeping oleh Bobotoh terhadap yang diduga Jakmania atau kendaraan berpelat B,” ujar Hendra.

Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat tetap merasa aman dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu oleh euforia berlebihan jelang laga.

Menurutnya, kepolisian akan melakukan berbagai upaya mulai dari mitigasi hingga pengamanan apabila situasi dinilai semakin rawan.

Pendekatan preventif diharapkan mampu menekan potensi konflik sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

“Pihaknya akan melakukan mitigasi, pencegahan, dan pengamanan apabila kondisinya semakin rawan,” pungkasnya.

Pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta selalu menjadi magnet perhatian publik sepak bola nasional.

Selain menyedot antusiasme suporter, laga ini kerap dibayangi oleh rivalitas panas yang rawan disalahartikan oleh oknum tertentu.

Aksi vandalisme di Flyover Pasupati menjadi contoh nyata bagaimana provokasi kecil dapat berdampak luas jika tidak disikapi dengan bijak.

Aparat kepolisian berharap seluruh elemen suporter dapat menunjukkan kedewasaan dan menjadikan pertandingan sebagai ajang adu prestasi, bukan ajang unjuk kebencian.

Dengan menjaga ketertiban, menghindari provokasi, dan menahan diri dari tindakan vandalisme, atmosfer sepak bola Indonesia diharapkan semakin sehat dan positif, khususnya dalam laga-laga besar seperti Persib vs Persija yang selalu menyita perhatian nasional.