Bencana Cuaca Ekstrem Melanda Bali: Hujan Lebat, Puting Beliung, dan Tanah Longsor Terjadi di 9 Kabupaten/Kota

Bali Diterjang Hujan Lebat dan Puting Beliung, Hampir Semua Kabupaten Kota Terdampak BencanaBali Diterjang Hujan Lebat dan Puting Beliung, Hampir Semua Kabupaten Kota Terdampak Bencana
Bencana Cuaca Ekstrem Melanda Bali: Hujan Lebat, Puting Beliung, dan Tanah Longsor Terjadi di 9 Kabupaten/Kota.

INBERITA.COM, Cuaca ekstrem melanda Bali sejak Selasa (20/1) malam hingga Rabu (21/1), dengan intensitas hujan lebat disertai angin kencang dan puting beliung yang memicu berbagai bencana di hampir seluruh kabupaten/kota.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali menunjukkan kerusakan meliputi rumah roboh, pohon tumbang, tanah longsor, hingga banjir sampah kiriman.

Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Teja, menyampaikan hujan mengguyur wilayah Denpasar, Bangli, Klungkung, Badung, Buleleng, Jembrana, Tabanan, Karangasem, dan Gianyar antara pukul 03.00 hingga 10.30 WITA.

“Kondisi hujan lebat ini menyebabkan beberapa wilayah mengalami dampak serius, mulai dari pohon tumbang hingga rumah roboh,” ujar Teja, Rabu (21/1).

Dampak paling parah tercatat di Kabupaten Tabanan, di mana sebuah rumah di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, roboh akibat banjir bandang.

Peristiwa ini membuat empat orang terseret arus saat mencoba menyelamatkan diri.

“Informasi awal, dua korban selamat namun mengalami luka berat patah kaki, sementara dua korban lainnya masih dalam pencarian,” jelas Teja.

Korban yang selamat diketahui bernama Semikristian Banufanu (31), sedangkan dua korban yang belum ditemukan adalah Yulianadaiostamakun (29) dan Audrinataniabanatanu (1,5 tahun).

Tim gabungan BPBD, TNI-Polri, dan relawan terus melakukan pencarian di lokasi kejadian.

Di Kabupaten Gianyar, laporan pohon tumbang muncul di beberapa titik, termasuk Bypass Dharmagiri, yang menyebabkan dua orang mengalami luka dan mendapatkan perawatan di RS Sanjiwani.

Selain itu, pohon tumbang juga menimpa garase dan rumah warga di Batubulan dan Tegallalang. Seluruh insiden ditangani pihak berwenang, dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Kota Denpasar juga terdampak puting beliung, khususnya di wilayah Sidakarya dan Sanur. Beberapa pohon tumbang tercatat di By Pass Sanur, Desa Serangan, serta Padangsambian Kelod.

Penanganan terus dilakukan oleh BPBD Kota Denpasar dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Provinsi Bali, dengan laporan nihil korban jiwa.

Kabupaten Badung mencatat pohon tumbang di Pererenan, Sunset Road, serta jalur menuju Pura Geger Nusa Dua. Seluruh kejadian ditangani secara cepat tanpa menimbulkan korban.

Kabupaten Bangli mengalami tanah longsor di Jehem, Tembuku. BPBD Bangli bersama Dinas PUPR Provinsi Bali dikerahkan dengan alat berat untuk menanggulangi longsor. Tidak ada korban dalam peristiwa ini.

Kota Klungkung juga terdampak cuaca ekstrem. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan robohnya Pura Segara Banjar Prapat di Desa Ped, Nusa Penida.

Pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di jalur Klungkung–Besakih, namun seluruh kejadian telah ditangani tanpa korban.

Kabupaten Jembrana menjadi salah satu daerah dengan laporan bencana terbanyak. BPBD mencatat sedikitnya 26 kejadian, mulai dari pohon tumbang, rumah dan bangunan rusak, hingga bangsal roboh akibat puting beliung.

Penanganan terus dilakukan, dan hingga laporan ini dibuat, belum ada korban jiwa.

Di Kabupaten Buleleng, tanah longsor terjadi di pekarangan rumah warga di Banjar Dinas Lakah, Desa Sidetapa. BPBD Buleleng telah melakukan asesmen dan memastikan tidak ada korban.

Sementara itu, Kabupaten Karangasem mengalami banjir debris di Banjar Mimba, Desa Padangbai, serta pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Budakeling, Bukit, dan Subagan. Penanganan masih berlangsung dan dilaporkan tidak ada korban.

Terkait kondisi cuaca, BPBD Bali menyampaikan peringatan dari BMKG. Pada 21 Januari 2026, status waspada hujan diberlakukan di Buleleng, Gianyar, dan Karangasem, sedangkan status siaga berlaku di Badung, Denpasar, Tabanan, dan Klungkung. Peringatan dini angin kencang berlaku hampir di seluruh wilayah Bali.

BMKG juga mencatat keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S yang memiliki peluang rendah menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.

Meski demikian, bibit siklon ini berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat di wilayah Bali.

I Gede Teja mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan segera melaporkan setiap kejadian darurat kepada pihak berwenang untuk mencegah risiko lebih besar.

Fenomena cuaca ekstrem ini menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat dan kesiapan aparat di seluruh wilayah Bali, mengingat hampir semua kabupaten/kota terdampak dengan berbagai bentuk bencana, mulai dari rumah roboh, pohon tumbang, tanah longsor, hingga banjir sampah kiriman.

Penanganan cepat dan koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama untuk meminimalkan korban dan kerusakan.