Viral di Medsos, Kades Ngepringan Sragen Protes Jalan Rusak dengan Mandi Lumpur

Kades Ngepringan Sragen Mandi Lumpur, Jalan Kabupaten Rusak Parah Picu KecelakaanKades Ngepringan Sragen Mandi Lumpur, Jalan Kabupaten Rusak Parah Picu Kecelakaan
Kades Ngepringan Sragen Mandi Lumpur di Jalan Rusak, Ungkap Derita Warga Akibat Infrastruktur Parah.

INBERITA.COM, Aksi tak biasa dilakukan Kepala Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Narso, yang nekat mandi lumpur di tengah jalan rusak.

Video aksi tersebut viral di media sosial dan menyedot perhatian publik karena dilakukan langsung oleh seorang kepala desa dengan mengenakan seragam dinas lengkap.

Aksi mandi lumpur itu menjadi bentuk protes keras terhadap kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki sejak bertahun-tahun lalu.

Dalam video yang beredar luas dan diterima detikJateng pada Selasa (20/1/2026), Narso terlihat mengenakan pakaian dinas lengkap dengan topi.

Ia tampak berendam di genangan air bercampur lumpur yang menutupi jalan rusak.

Tak hanya berendam, Narso juga terlihat menyiramkan air keruh tersebut ke sekujur tubuhnya sebagai simbol kekecewaan terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayahnya.

Narso kemudian memberikan penjelasan terkait aksi yang dilakukannya. Ia menegaskan bahwa tindakan mandi lumpur tersebut bukanlah rekayasa, melainkan bentuk spontanitas akibat kejadian yang dialaminya secara langsung pada pagi hari sebelum berangkat kerja.

Jalan rusak yang ia lewati membuatnya terpeleset hingga terjatuh.

“Video kejadian tadi pagi saat berangkat kerja. Saya terpeleset di situ, mau cari sarapan lewat jalan selatan. Terus terpeleset. Sebenarnya tidak cuma saya yang terpeleset di situ, sudah banyak warga yang jatuh juga,” kata Narso saat dihubungi detikJateng, Selasa (20/1/2026).

Jalan yang dimaksud merupakan ruas utama Mlale–Ngepringan yang berada di wilayah Kecamatan Jenar. Menurut Narso, kondisi jalan tersebut sudah rusak parah sejak tahun 2019 dan hingga kini belum mendapatkan perbaikan berarti.

Kerusakan jalan itu tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga sering menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengguna jalan yang melintas setiap hari.

Narso mengungkapkan bahwa korban akibat jalan rusak tersebut berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari warga setempat, anak-anak sekolah, tenaga pendidik, hingga warga asing yang kebetulan melintas di jalur tersebut.

“Anak sekolah, guru SD, bahkan orang Jepang juga ada (yang jatuh). Rusak parah dari 2019 nggih, ngapunten (ya, mohon maaf). Lha itu jalan kabupaten, kalau awal dibangunnya sudah sekitar 25 tahun yang lalu,” ucap Narso.

Ia menambahkan bahwa jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang memiliki peran penting sebagai akses penghubung antarwilayah.

Usia jalan yang sudah puluhan tahun tanpa perbaikan menyeluruh membuat kondisinya semakin memburuk, terlebih saat musim hujan tiba.

Genangan air bercampur lumpur kerap menutupi permukaan jalan sehingga licin dan membahayakan pengendara.

Narso juga mengungkapkan kekecewaannya karena sebelumnya sempat ada harapan perbaikan.

Pada tahun 2025, pemerintah memasang papan pengumuman yang menyebutkan bahwa jalan tersebut akan masuk tahap lelang dan segera diperbaiki.

Namun, hingga awal tahun 2026, perbaikan yang dijanjikan belum juga terealisasi.

“Padahal tahun 2025 itu malah dipasang papan (pemberitahuan lelang). Katanya akan segera diperbaiki, tapi sampai 2026 mboten enten (tidak ada). Kerusakan mencapai sepanjang 6 kilometer,” terangnya.

Kerusakan sepanjang enam kilometer tersebut dinilai sangat mengganggu mobilitas warga Desa Ngepringan dan sekitarnya. Jalan itu menjadi akses utama bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, serta layanan sosial masyarakat.

Kondisi jalan yang rusak parah dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan yang lebih fatal jika tidak segera ditangani.

Aksi mandi lumpur yang dilakukan Narso akhirnya membuahkan perhatian. Setelah video tersebut viral di media sosial, sejumlah pihak dari Pemerintah Kabupaten Sragen mulai mendatangi lokasi.

Narso menyebut aparat dan pejabat terkait terlihat merapat ke balai desa untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Ada (yang datang). Kelihatannya semua merapat ke balai desa. Semoga segera ditindaklanjuti,” harap Narso.

Ia berharap aksi tersebut dapat membuka mata para pemangku kebijakan agar segera merealisasikan perbaikan jalan yang sudah lama dinantikan warga.

Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga yang setiap hari melintasi jalan tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Aribowo Sulistyono, memberikan tanggapan terkait viralnya aksi Kades Ngepringan mandi lumpur di jalan rusak.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memberikan keterangan secara detail karena masih melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

“Tim baru memastikan ruas jalannya. Izin matur (menyampaikan), yang dulu sempat terkena refocusing anggaran,” kata Aribowo saat dihubungi terpisah.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa rencana perbaikan jalan sebelumnya sempat tertunda akibat refocusing atau pengalihan anggaran.

Namun demikian, dengan adanya perhatian publik dan viralnya aksi tersebut, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan rusak di Ngepringan, Jenar, Sragen, demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.