Banjir Bandang di Perbatasan China-Nepal: Xi Jinping Perintahkan Operasi Penyelamatan Massal

Suasana korban banjir nepal tibetSuasana korban banjir nepal tibet
Banjir bandang menerjang Kabupaten Gyirong, Tibet, menyebabkan longsor lumpur dan kerusakan parah di wilayah perbatasan China-Nepal. Tim penyelamat China bergerak cepat untuk mencari korban hilang.

INBERITA.COM, Kabupaten Gyirong, wilayah terpencil di Kota Shigatse, Tibet, kini menjadi pusat perhatian dunia setelah banjir bandang dan longsor lumpur menerjang kawasan tersebut.

Presiden China Xi Jinping segera mengambil langkah tegas dengan mengerahkan pejabat tinggi dan tim penyelamat untuk menangani dampak bencana yang telah menelan korban jiwa dan meninggalkan ratusan orang hilang.

Langkah cepat ini menunjukkan keseriusan pemerintah China dalam menangani krisis kemanusiaan yang terjadi di wilayah perbatasan dengan Nepal.

Wakil Perdana Menteri Zhang Guoqing ditunjuk untuk memimpin operasi penyelamatan dan penanganan bencana di Kabupaten Gyirong.

Berdasarkan instruksi Presiden Xi Jinping dan arahan Perdana Menteri Li Qiang, Zhang memimpin tim gabungan dari berbagai instansi untuk memberikan arahan langsung di lokasi bencana.

“Berdasarkan instruksi penting Presiden Xi Jinping dan arahan Perdana Menteri Li Qiang, Wakil Perdana Menteri Zhang Guoqing memimpin pejabat dari instansi terkait menuju lokasi bencana untuk memberikan arahan terhadap operasi penyelamatan dan penanganan,” demikian disampaikan dalam pemberitaan resmi pemerintah China.

Bencana dahsyat ini terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2024, sekitar pukul 10.30 waktu setempat. Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut tidak hanya menyebabkan longsor lumpur, tetapi juga memicu kerusakan parah di wilayah perbatasan China dan Nepal.

Hingga saat ini, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 265 orang masih dinyatakan hilang. Jumlah korban yang terus bertambah ini memicu keprihatinan mendalam dari pemerintah pusat dan masyarakat internasional.

Presiden Xi Jinping menekankan pentingnya upaya maksimal untuk mencari orang-orang yang hilang. Ia juga memerintahkan penguatan pemantauan dan sistem peringatan dini untuk mencegah terjadinya bencana sekunder.

“Presiden Xi menekankan perlunya melakukan segala upaya untuk mencari orang-orang yang hilang, memperkuat pemeriksaan dan penanganan berbagai risiko dan potensi bahaya, serta menjamin keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat,” ungkap pernyataan resmi pemerintah.

Selain itu, Xi juga menyerukan agar seluruh daerah dan instansi terkait mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan kondisi ekstrem. Ia menekankan pentingnya pemikiran garis batas minimum untuk memastikan keselamatan masyarakat.

“Semua daerah dan instansi terkait harus berpegang pada pemikiran yang memperhitungkan kemungkinan kondisi ekstrem dan pemikiran garis batas minimum serta memastikan keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat,” tegas Xi.

Perdana Menteri Li Qiang turut mengambil langkah cepat dengan meminta verifikasi akurat terhadap jumlah orang hilang dan warga terdampak. Ia juga menekankan perlunya evakuasi segera bagi warga yang berada dalam ancaman bahaya.

“Warga yang berada dalam ancaman bahaya harus segera dan secara tertib dievakuasi. Pada saat yang sama, operasi penyelamatan harus dilakukan secara ilmiah dan pencegahan terhadap bencana sekunder harus diperkuat,” kata Li Qiang.

Li Qiang juga meminta Kementerian Luar Negeri China untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara terkait. Langkah ini bertujuan untuk menyampaikan perkembangan situasi secara transparan dan melakukan operasi penyelamatan secara kolaboratif.

“PM Li Qiang juga meminta Kementerian Luar Negeri China memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara terkait, segera menyampaikan perkembangan situasi, serta bersama-sama melakukan operasi penyelamatan dan penanganan secara tepat.”

Untuk mendukung pemulihan pascabencana, pemerintah China mengalokasikan dana darurat sebesar 100 juta RMB dari anggaran pusat. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan kembali infrastruktur dan kegiatan pemulihan darurat di Kabupaten Gyirong.