INBERITA.COM, Arema FC langsung mengirim sinyal kuat pada pekan pertama BRI Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (4/9/2026), Singo Edan tidak memberi banyak kesempatan kepada Isenmulang Kalteng FC dan menutup pertandingan dengan kemenangan telak 4-0.
Hasil tersebut bukan sekadar tiga poin pembuka musim. Arema menunjukkan bahwa mereka sudah memiliki pola permainan yang cukup matang meski menghadapi sejumlah persoalan di sektor depan.
Salah satu keputusan paling menarik adalah keberanian pelatih Marcos Santos menurunkan tim tanpa penyerang tengah murni sejak menit awal.
Skema itu justru membuat permainan Arema lebih cair. Gustavo Franca, Gabriel Silva, dan Marcos Vinicius bergerak dinamis, saling bertukar posisi, sekaligus menciptakan ruang di antara lini pertahanan Isenmulang Kalteng.
Pendekatan tersebut membuat pertahanan tim tamu tidak mudah menentukan siapa yang harus dikawal secara permanen. Ketika salah satu pemain bergerak keluar dari posisinya, pemain lain bisa mengisi ruang yang ditinggalkan.
Efektivitas Arema kemudian terlihat dari cara mereka menciptakan gol. Ahmad Alfarizi membuka keunggulan, disusul Diego Landis dan Marcos Vinicius. Setelah turun minum, Mauro Zijlstra melengkapi pesta gol tuan rumah.
Menariknya, tiga dari empat gol Arema berasal dari situasi sepak pojok. Fakta ini memperlihatkan bahwa kemenangan besar tersebut tidak hanya lahir dari permainan terbuka, tetapi juga dari kemampuan memanfaatkan detail-detail kecil yang kerap menentukan pertandingan.
Arema memang memiliki modal fisik yang mendukung untuk mengoptimalkan bola mati. Diego Landis, Walisson Maia, dan Julian Guevara memberikan ancaman melalui duel udara.
Ketika lawan kesulitan mengantisipasi umpan dari sepak pojok, Arema memiliki beberapa pemain yang dapat menyerang ruang berbahaya di dalam kotak penalti.
Keberhasilan tersebut juga tidak muncul secara instan. Pola bermain tanpa striker murni disebut telah dipersiapkan sejak Piala Presiden 2026. Setelah itu, Arema kembali mengujinya dalam sejumlah laga uji coba, termasuk menghadapi RANS Nusantara FC dan Deltras Sidoarjo.
Artinya, keputusan Santos di laga pembuka bukan sekadar improvisasi karena kondisi skuad. Para pemain sudah memiliki pengalaman menjalankan sistem tersebut sebelum kompetisi resmi dimulai.
Situasi berbeda terjadi di posisi penyerang. Gustavo Henrique masih menjalani pemulihan cedera sehingga belum dapat menjadi pilihan utama.
Sementara itu, Mauro Zijlstra baru sekitar dua pekan mengikuti latihan bersama tim setelah bergabung dengan status pinjaman dari Persija Jakarta.
Zijlstra akhirnya mendapat kesempatan tampil pada babak kedua. Kehadirannya memberi Arema opsi berbeda setelah sebelumnya bermain dengan pendekatan yang lebih cair tanpa penyerang konvensional.
Keputusan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kedalaman skuad akan menjadi bagian penting dalam perjalanan Arema sepanjang musim.
Kompetisi tidak hanya ditentukan oleh sebelas pemain yang turun sejak awal, tetapi juga kemampuan pelatih menyesuaikan strategi dengan kondisi pemain.
Marcos Santos mengakui kemenangan perdana tersebut tidak diraih dengan mudah. Menurutnya, laga pembuka selalu memiliki tantangan tersendiri karena tekanan untuk mendapatkan hasil positif cukup besar.
“Pertama saya ucapkan selamat kepada pemain dan staf. Mereka sudah bekerja keras selama persiapan. Sebenarnya ini bukan pertandingan yang mudah. Karena laga pertama. Namun, mereka bisa melewatinya dengan baik,” kata Santos seusai pertandingan.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa skor 4-0 tidak serta-merta mencerminkan jalannya persiapan. Arema tetap harus menjaga konsentrasi dan intensitas permainan sejak awal untuk memastikan laga berjalan sesuai rencana.
Tiga gol yang tercipta pada babak pertama menjadi pembeda utama. Keunggulan besar sebelum turun minum membuat Arema memiliki ruang untuk mengontrol pertandingan selepas jeda.
Tempo permainan kemudian menurun, tetapi tuan rumah masih mampu mencetak satu gol tambahan.
Bagi Isenmulang Kalteng, kekalahan tersebut menjadi awal yang berat dalam kompetisi kasta teratas. Status sebagai tim promosi membuat mereka harus segera beradaptasi dengan tuntutan pertandingan level yang lebih tinggi.
Persiapan Isenmulang juga menghadapi kendala sebelum pertandingan. Mereka disebut tidak dapat memaksimalkan agenda latihan di Palangkaraya akibat kondisi asap yang ditimbulkan kebakaran hutan.
Faktor tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus mereka hadapi dalam mempersiapkan diri menghadapi musim baru.
Meski demikian, kemenangan Arema tidak semata-mata bisa dijelaskan oleh persoalan yang dialami lawan.
Empat gol di Kanjuruhan memperlihatkan beberapa aspek yang memang bekerja dengan baik dari kubu tuan rumah: tekanan sejak awal, pergerakan pemain depan yang fleksibel, dukungan lini kedua, serta efektivitas bola mati.
Start seperti ini memberikan modal psikologis penting bagi Arema. Selain membuka musim dengan tiga poin, mereka langsung mencatat selisih gol besar yang membuat posisi di klasemen menjadi sangat menguntungkan pada awal kompetisi.
Namun, tantangan berikutnya justru lebih besar. Tim-tim lain akan memiliki kesempatan mempelajari pola permainan Arema, terutama skema tanpa striker dan kecenderungan memanfaatkan bola mati.
Santos perlu memastikan timnya memiliki variasi agar tidak mudah dibaca ketika memasuki rangkaian pertandingan berikutnya.
Kemenangan atas Isenmulang Kalteng dengan demikian dapat menjadi lebih dari sekadar pesta gol. Arema memperlihatkan bahwa mereka telah menyiapkan alternatif ketika pemain utama di lini depan belum tersedia.
Jika konsistensi permainan dan efektivitas tersebut dapat dipertahankan, Singo Edan berpotensi menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan sejak awal BRI Super League 2026/2027.
Untuk sementara, Kanjuruhan menjadi panggung pembuka yang sempurna bagi Arema. Empat gol, pertahanan yang tidak kebobolan, dan tiga poin menjadi bekal penting sebelum mereka menghadapi tantangan kompetisi yang jauh lebih panjang.







