Wisata Borobudur Jelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026 Didominasi Wisatawan Domestik

Wisatawan borobudurWisatawan borobudur
Nataru 2025 Dorong Lonjakan Wisata Borobudur dan Okupansi Hotel di Yogyakarta

INBERITA.COM, Menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, sektor pariwisata Borobudur kembali menunjukkan geliat positif. Arus kunjungan wisata ke salah satu destinasi unggulan nasional ini masih didominasi oleh Wisatawan Nusantara (Wisnus), khususnya yang berasal dari Pulau Jawa.

Daerah-daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur tercatat menjadi penyumbang utama pergerakan wisatawan ke kawasan Magelang dan Borobudur.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Borobudur masih menjadikan D.I. Yogyakarta sebagai pintu masuk utama.

Kota pelajar tersebut dinilai memiliki akses transportasi yang lebih lengkap, pilihan akomodasi yang beragam, serta daya tarik wisata pendukung yang membuat wisatawan memilih singgah dan menginap sebelum melanjutkan perjalanan ke Magelang dan kawasan Candi Borobudur.

Ketua Forum Rumpun Komunitas (FRK) Pariwisata Borobudur, Kirno Prasojo, mengungkapkan bahwa pola perjalanan wisatawan menjelang Nataru relatif tidak banyak berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, sebagian besar wisatawan tetap datang dari D.I. Yogyakarta terlebih dahulu, baru kemudian melanjutkan perjalanan ke Borobudur.

“Kalau rata-rata tetap dari D.I. Yogyakarta dulu terus baru ke Borobudur. Ada juga yang dari daerah-daerah barat, seperti Purworejo dan Semarang juga ada. Tapi kalau dari arah Semarang itu berarti biasanya mereka ke D.I. Yogyakarta dulu baru ke Magelang atau ke Borobudur,” jelas Kirno, dikutip Rabu (24/12/2025).

Meski terdapat pergerakan wisatawan dari wilayah barat Jawa Tengah, Kirno menilai jumlahnya masih belum signifikan jika dibandingkan dengan wisatawan yang masuk melalui Yogyakarta.

Hal ini sekaligus mempertegas peran strategis D.I. Yogyakarta sebagai hub pariwisata utama bagi kawasan Borobudur, terutama pada momen libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru.

Dari sisi lama menginap, Kirno menyebutkan bahwa menjelang Nataru 2025/2026 terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang memilih untuk bermalam. Namun demikian, tren tersebut masih lebih banyak menguntungkan wilayah D.I. Yogyakarta dibandingkan kawasan sekitar Borobudur.

Wisatawan cenderung menjadikan Yogyakarta sebagai basis menginap, sementara kunjungan ke Borobudur dilakukan dalam bentuk perjalanan harian.

“Sebenarnya kalau lama tinggal itu sudah ada peningkatan, tapi tetap masih kalah dengan DIY. Kecuali ada event-event tertentu, misalnya event Borobudur Marathon itu baru banyak yang menginap di sekitar Borobudur. Tapi kalau liburan biasa tetap menginapnya masih banyak di D.I Yogyakarta,” katanya.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa faktor event berskala besar masih menjadi daya tarik utama yang mampu mendorong wisatawan untuk menginap langsung di kawasan Borobudur dan Magelang. Tanpa adanya agenda khusus, wisatawan lebih memilih fasilitas dan pilihan hiburan yang tersedia di Yogyakarta.

Sejalan dengan kondisi tersebut, sektor perhotelan di Yogyakarta juga merasakan dampak positif dari meningkatnya pergerakan wisatawan selama periode Nataru.

General Manager Artotel Suites Bianti, Reza Farhan, mengungkapkan bahwa tingkat okupansi hotelnya menjelang Natal dan Tahun Baru telah mencapai hampir penuh.

“Saat ini okupansi Artotel Suites Bianti Yogyakarta sudah terisi penuh hampir 100%, kira-kira di kisaran 93%. Secara target sudah terpenuhi, tapi tentu kita terus berusaha supaya mencapai angka semaksimal mungkin,” jelas Reza, dikutip Rabu (24/12/2025).

Reza menambahkan, proyeksi pergerakan wisatawan pada periode Nataru tahun ini menunjukkan tren yang sangat positif.

Berdasarkan pengamatan internal dan data pemesanan, permintaan kamar hotel sudah mulai terlihat sejak pertengahan tahun, jauh lebih awal dibandingkan periode sebelumnya.

“Melihat tren pasar dari tahun ke tahun, jumlah wisatawan periode Nataru selalu meningkat. Bahwa kami juga melakukan forecasting, demand market untuk kebutuhan hotel sudah terlihat dari bulan Agustus. Ini jauh lebih awal dari yang kita duga, sehingga kami pun optimis bahwa jumlah wisatawan tahun ini akan meningkat,” ungkap Reza.

Untuk menjaga tingkat okupansi tetap optimal hingga puncak pergantian tahun, Artotel Suites Bianti Yogyakarta telah menyiapkan berbagai strategi.

Sejumlah acara akhir tahun dan promo harga ditawarkan bagi wisatawan yang ingin merayakan malam tahun baru di Yogyakarta. Aktivitas yang disiapkan pun menyasar berbagai segmen, mulai dari keluarga hingga wisatawan muda.

Beragam kegiatan seperti kompetisi photo taking, pembuatan essential oil, hingga aktivitas interaktif untuk anak-anak disiapkan untuk meningkatkan pengalaman tamu.

Menjelang malam pergantian tahun, hotel ini juga akan menghadirkan artis nasional yang dijadwalkan tampil dalam countdown party tahun 2025.

Kondisi ini mencerminkan kuatnya daya tarik Yogyakarta sebagai pusat aktivitas wisata selama libur Natal dan Tahun Baru, sekaligus memperlihatkan besarnya potensi Borobudur sebagai destinasi unggulan yang masih sangat bergantung pada pola perjalanan wisatawan dari wilayah sekitarnya.

Dengan tren peningkatan kunjungan dan okupansi hotel yang tinggi, periode Nataru 2025/2026 menjadi momentum penting bagi pemulihan dan pertumbuhan pariwisata regional. (**)