INBERITA.COM, Kebakaran Pasar Pagi Pemalang menjadi peristiwa besar yang mengguncang aktivitas perdagangan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Kebakaran hebat yang terjadi pada Selasa malam (23/12/2025) tersebut menghanguskan ratusan lapak dan kios pedagang, menyebabkan kerugian besar meski dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.
Api baru benar-benar dapat dikendalikan menjelang Rabu pagi, sementara proses pendinginan masih terus dilakukan hingga siang hari karena munculnya titik-titik api di sejumlah lokasi.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun aparat kepolisian, sedikitnya 102 unit lapak dan 18 unit kios pedagang dilaporkan terbakar dalam insiden kebakaran Pasar Pagi Pemalang ini.
Lapak dan kios yang terbakar mayoritas menjual berbagai kebutuhan sandang seperti pakaian, sepatu, tas, hingga boneka.
Padatnya bangunan serta jenis material kios yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan pada awal kejadian.
Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana menjelaskan bahwa bangunan kios yang terbakar terdiri dari bangunan semi permanen dan permanen.
Material kayu yang mendominasi konstruksi kios menjadi salah satu faktor yang membuat kobaran api membesar dan meluas dalam waktu singkat.
“Dari data yang kami himpun, kebakaran menimpa sejumlah kurang lebih 102 unit lapak dan 18 unit kios, dengan jenis dagangan mayoritas menjual pakaian, sepatu, tas dan boneka,” ujarnya, Rabu (24/12/2025).
Kebakaran Pasar Pagi Pemalang diketahui terjadi pada malam hari saat sebagian besar pedagang telah menutup lapaknya.
Meski demikian, sejumlah pedagang yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya menyelamatkan barang dagangan yang masih bisa dievakuasi.
Aparat kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran dan masyarakat sekitar bahu-membahu melakukan upaya pemadaman serta evakuasi untuk mencegah api meluas ke area lain.
Api baru bisa benar-benar dipadamkan menjelang pagi hari. Bahkan hingga Rabu siang, petugas pemadam kebakaran masih melakukan pendinginan dengan menyemprotkan air ke titik-titik api yang sesekali kembali muncul.
Kondisi tersebut menunjukkan betapa besarnya skala kebakaran yang melanda Pasar Pagi Pemalang, sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
Dalam proses penanganan kebakaran, Polres Pemalang turut mengambil peran penting dalam pengamanan lokasi kejadian.
Menurut AKBP Rendy Setia Permana, personel kepolisian bergerak cepat mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di Komplek Pasar Pagi Pemalang.
Selain itu, anggota kepolisian juga membantu para pedagang mengevakuasi barang dagangan yang masih dapat diselamatkan dari amukan si jago merah.
Sesampainya di TKP, personel Polres Pemalang langsung melakukan pengaturan lalu lintas dengan mengalihkan arus kendaraan yang melintas di sekitar pasar ke jalur alternatif.
Langkah ini dilakukan untuk memberikan ruang gerak bagi petugas pemadam kebakaran serta mencegah terjadinya kemacetan dan potensi risiko tambahan akibat banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi kebakaran.
Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran Pasar Pagi Pemalang tersebut.
“Dan untuk kerugian materiil, sampai saat ini masih dilakukan pendataan bersama pihak terkait,” kata Kapolres Pemalang.
Pendataan ini mencakup jumlah lapak dan kios yang terbakar serta estimasi kerugian yang dialami para pedagang akibat peristiwa tersebut.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini meninggalkan duka mendalam bagi para pedagang yang menggantungkan hidupnya di Pasar Pagi Pemalang.
Banyak di antara mereka kehilangan tempat usaha sekaligus barang dagangan yang menjadi sumber penghidupan sehari-hari.
Aparat kepolisian dan pihak terkait terus berkoordinasi untuk memastikan proses penanganan pascakebakaran berjalan dengan aman dan tertib.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran Pasar Pagi Pemalang masih dalam proses penyelidikan. Polres Pemalang bersama tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap sumber awal api.
Penyelidikan ini penting guna memastikan penyebab pasti kebakaran sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, agar mewaspadai berbagai potensi yang bisa menyebabkan terjadinya kebakaran, seperti korsleting listrik dan lupa mematikan kompor,” kata Kapolres Pemalang.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi, mengingat pasar tradisional umumnya memiliki instalasi listrik yang padat serta aktivitas perdagangan yang rentan terhadap risiko kebakaran.
Peristiwa kebakaran Pasar Pagi Pemalang ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya sistem keamanan dan kewaspadaan di kawasan pasar tradisional.
Selain upaya penegakan hukum dan penyelidikan penyebab kebakaran, sinergi antara pedagang, pengelola pasar, dan aparat terkait diharapkan dapat meningkatkan standar keselamatan guna melindungi aktivitas ekonomi masyarakat dari ancaman kebakaran di masa mendatang.







