INBERITA.COM, Vivo resmi mengonfirmasi peluncuran ponsel terbaru mereka di kelas menengah atas, Vivo V60e, yang akan dirilis secara perdana di India pada 7 Oktober 2025. Kabar ini sekaligus menjawab berbagai rumor yang beredar dalam beberapa waktu terakhir.
Informasi tersebut disampaikan langsung melalui materi promosi yang dipublikasikan di situs resmi Vivo India dan diperkuat oleh laporan sejumlah media teknologi global seperti GizmoChina dan Business Today.
Dalam keterangan resminya, Vivo menyebut V60e hadir sebagai perangkat yang menggabungkan desain premium, spesifikasi mumpuni, serta harga kompetitif — menjadikannya senjata baru di tengah persaingan pasar smartphone kelas menengah yang semakin ketat.
Dari sisi tampilan, Vivo V60e disebut-sebut membawa desain yang sangat menyerupai iPhone 17, lengkap dengan layar melengkung, bezel ultra-tipis, serta siluet simetris.
Dua pilihan warna mewah ditawarkan: Noble Gold dan Elite Purple, menyasar pengguna yang menginginkan perangkat dengan estetika elegan.
Tersedia pula tiga varian memori, yakni 8GB + 128GB, 8GB + 256GB, serta 12GB + 256GB, dengan dukungan ekspansi RAM virtual yang memaksimalkan kemampuan multitasking.
Menariknya, ponsel ini digadang-gadang memiliki daya tahan baterai lebih kuat dari Samsung Galaxy S25 Ultra. Vivo V60e dibekali baterai berkapasitas 6.500mAh, terbesar di kelasnya, serta teknologi pengisian cepat 90W Fast Charging.

Adaptor pengisi daya turut disertakan dalam paket penjualan, menjadikannya pilihan ideal bagi pengguna aktif yang membutuhkan efisiensi waktu dan daya tahan maksimal.
Vivo mematok harga Vivo V60e di bawah ₹30.000 (sekitar Rp5,7 juta), menjadikannya pesaing langsung model seperti Samsung Galaxy A56 5G dan sejumlah produk dari Xiaomi maupun Realme.
Untuk urusan dapur pacu, perangkat ini ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 7360-Turbo, yang dikenal efisien dalam konsumsi daya namun tetap sanggup menangani kebutuhan gaming dan aplikasi berat di kelas menengah. Sistem operasinya menggunakan Android 15 yang dibalut antarmuka Funtouch OS 15.
Tak berhenti di situ, Vivo juga menjanjikan dukungan jangka panjang dengan tiga tahun pembaruan sistem operasi dan lima tahun pembaruan keamanan.
Komitmen ini menegaskan keseriusan Vivo dalam memberikan nilai tambah dan perlindungan berkelanjutan bagi para penggunanya.
Sektor kamera menjadi daya tarik utama lainnya dari Vivo V60e. Kamera belakangnya mengusung resolusi 200 megapiksel dengan dukungan OIS, dipadukan lensa ultra-wide 8 megapiksel.
Untuk kebutuhan selfie dan perekaman konten, Vivo menyematkan kamera depan 50 megapiksel yang sudah dilengkapi fitur autofokus, menjadikannya solusi ideal bagi content creator maupun pengguna media sosial yang aktif.
Perangkat ini juga dilengkapi fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti AI Festival Portrait untuk hasil foto yang lebih optimal, serta AI Captions yang mampu melakukan transkripsi otomatis, terjemahan bahasa, hingga merangkum isi video atau audio dengan praktis.
Dari sisi daya tahan, Vivo memberikan sertifikasi IP68 dan IP69, menjamin ketahanan terhadap debu mikro dan air dengan standar tinggi.

Selain itu, bodinya dilindungi oleh kaca Diamond Shield Glass, yang menawarkan kekuatan ekstra terhadap goresan maupun benturan ringan — sebuah nilai tambah yang jarang ditemukan di kelas menengah.
Vivo juga sedang menyiapkan varian lain untuk pasar Tiongkok dengan nama Vivo Y500 Pro, yang dilaporkan memiliki spesifikasi serupa dengan V60e.
Perbedaannya terletak pada sektor kamera, di mana Y500 Pro akan menggunakan sensor Samsung ISOCELL HP5 200MP yang dikenal unggul dalam kondisi pencahayaan optimal.
Langkah ini menunjukkan fleksibilitas Vivo dalam menyesuaikan produk sesuai kebutuhan pasar regional.
Jika bocoran yang beredar sejauh ini terbukti benar, Vivo V60e berpeluang menjadi primadona baru di kelas menengah atas.
Perangkat ini menawarkan kombinasi yang jarang ditemukan: desain premium layaknya iPhone, kekuatan baterai di atas Galaxy S25 Ultra, performa gaming mumpuni, serta kualitas kamera yang bersaing di kelas flagship.
Peluncuran resminya pada 7 Oktober 2025 menjadi momen yang dinanti, tak hanya oleh pasar India, tetapi juga oleh konsumen di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Permintaan terhadap smartphone dengan desain eksklusif, performa tinggi, namun tetap terjangkau, menjadi potensi besar yang bisa dimanfaatkan Vivo jika V60e dipasarkan secara global.







