INBERITA.COM, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (5/5/2026).
Pertemuan ini menjadi sorotan karena menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam memperkuat komunikasi dan sinergi dengan para ulama demi menjaga stabilitas nasional serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Berdasarkan keterangan resmi KSP yang disampaikan pada Rabu (6/5/2026), kunjungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang dialog untuk menyerap aspirasi para tokoh agama.
Pemerintah, melalui KSP Dudung Abdurachman, menilai bahwa peran ulama sangat strategis karena berada di garis depan dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat di berbagai lapisan.
Dalam kesempatan itu, Dudung juga menyoroti pesan penting dari Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Anwar Iskandar, terkait pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan bangsa di tengah dinamika sosial yang berkembang.
“Satu hal lagi tadi dari KH Anwar yang Ketua MUI bahwa pentingnya kebersamaan, menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga mulut untuk tidak saling membenci, saling merendahkan, saling memfitnah, sehingga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tetap terjaga,” ungkap Dudung.
Pesan tersebut menjadi pengingat penting di tengah meningkatnya arus informasi dan interaksi publik yang kerap diwarnai perbedaan pandangan.
Menurut Dudung, menjaga ucapan dan sikap di ruang publik merupakan bagian penting dari upaya menjaga harmoni sosial dan mencegah potensi perpecahan di masyarakat.
Dudung juga menegaskan bahwa pertemuan ini memiliki makna istimewa, terutama dalam kapasitasnya yang baru sebagai pejabat KSP yang ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyebut posisinya saat ini sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan para tokoh agama serta masyarakat.
“Ya, ini silaturahmi ini sangat luar biasa kalau menurut saya, makanya saya hadir karena saya satu sisi pejabat baru sebagai Kantor Staf Presiden (KSP) yang bisa mewakili pemerintah,” ujar Dudung.
Lebih lanjut, Dudung menjelaskan bahwa fokus utama kunjungan ini adalah mendengarkan berbagai masukan dan aspirasi dari para ulama.
Seluruh masukan tersebut, kata dia, akan disampaikan langsung kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan nasional.
“Saya mendengar apa yang menjadi saran masukan dari para ulama. Dan kemudian nanti kita akan laporkan kepada Bapak Presiden, banyak hal-hal yang penting yang tadi saya terima,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Tentunya aspirasi ini ditampung dan kemudian disampaikan kewajiban saya adalah menyampaikan kepada atau melakukan kepada Bapak Presiden hal-hal yang memang saat ini dirasakan oleh masyarakat.”
Dudung juga menekankan bahwa menjaga stabilitas negara bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk ulama, tokoh masyarakat, dan masyarakat luas.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan MUI, baik secara langsung maupun daring. Di antaranya Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar (secara daring), Wakil Ketua Umum KH Cholil Nafis, KH Marsudi Syuhud, serta Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh dan Ketua MUI Bidang Infokomdigi KH Masduki Baidlowi.
Hadir pula Ketua MUI Bidang Ekonomi M Azrul Tanjung, Ketua MUI Bidang Dakwah KH Abdul Manan Ghani, Ketua MUI Bidang Fatwa Metodologi Buya Gusrizal Gazahar, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Prof Sudarnoto Abdul Hakim, serta Ketua MUI Bidang Ekonomi Syariah KH Sholahudin Al Aiyub.
Kunjungan silaturahmi ini memperkuat pesan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan ulama menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat moderasi beragama, serta memastikan stabilitas sosial-politik tetap terjaga di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.







