Viral Oknum Polisi Polda Jabar Mengamuk di Garut, Bawa Pistol dan Samurai Cari Ade Ginanjar Anggota DPR

Oknum polisi bawa samurai garutOknum polisi bawa samurai garut
Oknum polisi diduga mabuk mengamuk sambil membawa samurai di Garut.

INBERITA.COM, Suasana sore di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, mendadak berubah mencekam ketika seorang pria diduga anggota Polri mengamuk sambil membawa pistol dan samurai, Selasa (19/5/2026).

Aksi brutal tersebut langsung memicu kepanikan warga setelah pelaku terlihat mencari keberadaan anggota DPR RI Ade Ginanjar.

Peristiwa itu dengan cepat menjadi sorotan publik setelah video amatir berdurasi lebih dari dua menit beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, pria berkaus abu-abu tampak berjalan sempoyongan sambil mengacungkan senjata tajam dan melontarkan kata-kata kasar ke arah warga sekitar.

Sejumlah pedagang yang berada di lokasi mengaku ketakutan karena pelaku bertindak agresif tanpa alasan yang jelas. Beberapa warga bahkan memilih menutup lapak mereka dan menjauh dari lokasi demi menghindari kemungkinan serangan.

“Enggak tahu apa masalahnya, tiba-tiba datang dan mengamuk,” ujar Dezan, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.

Menurut keterangan warga, pelaku datang menggunakan mobil sebelum turun sambil membawa samurai.

Tak lama kemudian, ia mulai mencari seseorang bernama Ade Ginanjar yang diketahui merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dan memiliki rumah di sekitar lokasi kejadian.

“Iya, nyari-nyari Pak Haji,” kata Wilma, pedagang setempat, menirukan ucapan pelaku saat kejadian berlangsung.

Situasi semakin tegang ketika pria tersebut mulai merusak sejumlah lapak pedagang yang berada di pinggir jalan. Tenda dan perlengkapan dagang warga dilaporkan rusak akibat amukan pelaku yang terus bergerak sambil membawa senjata tajam.

Tidak hanya itu, warga juga melihat benda yang diduga pistol terselip di pinggang pria tersebut. Kondisi itu membuat masyarakat semakin takut untuk mendekat karena khawatir pelaku dapat bertindak lebih berbahaya.

Salah seorang pedagang bahkan nyaris terkena sabetan samurai ketika berusaha menghindar dari jalur pelaku. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut meski beberapa warga mengalami syok.

Setelah membuat kerusakan di area jalan, pelaku diketahui bergerak menuju rumah Ade Ginanjar.

Ia sempat mencoba masuk melalui bagian belakang rumah dan melakukan perusakan terhadap bangunan kecil atau sasaungan yang berada di area tersebut.

Atap bangunan dilaporkan rusak setelah dihantam menggunakan samurai. Warga sekitar yang mulai geram akhirnya berupaya menghentikan aksi pria tersebut sebelum situasi semakin membahayakan.

Proses pelumpuhan berlangsung dramatis. Dalam video yang beredar, mobil patroli dari Polsek Tarogong Kaler tampak mendekati pelaku untuk menghentikan aksinya. Namun pria itu masih terus melakukan perlawanan sambil menggenggam samurai.

Seorang warga kemudian nekat memegang tubuh pelaku dari belakang hingga pria tersebut terjatuh.

Setelah itu, massa yang sudah emosi langsung menghampiri dan sempat meluapkan kemarahan kepada pelaku sebelum polisi berhasil mengamankannya.

Petugas kepolisian akhirnya membawa pria tersebut keluar dari lokasi dalam kondisi mengalami sejumlah luka.

Hingga kini, aparat masih melakukan penanganan medis sebelum pemeriksaan lebih lanjut dilakukan.

Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan pelaku saat ini masih menjalani pengobatan karena mengalami luka setelah kejadian berlangsung.

“Karena ada luka. Baru nanti setelah itu akan kami lakukan pemeriksaan,” ujar Yugi kepada wartawan.

Dari informasi yang dihimpun, pelaku diduga merupakan anggota Polri yang berdinas di lingkungan Polda Jawa Barat.

Namun pihak kepolisian belum memberikan penjelasan rinci terkait status kedinasan maupun motif pasti di balik aksi tersebut.

Sementara itu, Ade Ginanjar mengaku tidak berada di rumah saat insiden berlangsung. Ia juga menegaskan tidak memiliki hubungan dekat dengan pria yang mengamuk tersebut.

“Saya sama orang itu cuma tahu saja. Tidak pernah mau kenal dan tidak pernah diterima kalau mau ketemu saya,” kata Ade.

Ade juga mengungkap bahwa pria tersebut disebut-sebut sudah cukup dikenal warga karena kerap membuat keresahan di wilayah Garut Selatan, khususnya Kecamatan Pameungpeuk.

“Memang sudah banyak bikin resah masyarakat,” ujarnya.

Peristiwa ini memunculkan sorotan luas di media sosial karena melibatkan aparat penegak hukum dan penggunaan senjata di ruang publik.

Banyak warganet mempertanyakan bagaimana seorang anggota kepolisian bisa membawa senjata sambil diduga berada dalam kondisi mabuk.

Insiden tersebut juga kembali memunculkan perhatian soal pengawasan terhadap penggunaan senjata api dan perilaku aparat di tengah masyarakat.