Pidato Prabowo di DPR Menyentuh: Rakyat Tidak Bermimpi Kaya Raya, Hanya Ingin Hidup dan Punya Rumah Layak

Prabowo pidato dprPrabowo pidato dpr
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato soal kesejahteraan rakyat dalam rapat paripurna DPR RI.

INBERITA.COM, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan yang menyentuh mengenai harapan sederhana masyarakat Indonesia saat menghadiri rapat paripurna DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF), Rabu (20/5/2026).

Dalam pidatonya di Gedung DPR RI, Prabowo menegaskan bahwa mayoritas rakyat Indonesia sebenarnya tidak memiliki impian berlebihan untuk hidup mewah atau kaya raya. Menurut dia, masyarakat hanya ingin menjalani kehidupan yang layak dan penuh kepastian.

“Rakyat kita tidak bermimpi untuk mengalami kehidupan yang kaya raya, tapi mereka bermimpi untuk bisa hidup dengan layak, dengan baik,” ujar Prabowo di hadapan anggota DPR dan pejabat negara.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian pidato yang paling menyita perhatian karena menggambarkan realitas kebutuhan masyarakat sehari-hari. Presiden menilai, harapan rakyat Indonesia sangat sederhana dan berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar.

Prabowo menggambarkan bagaimana banyak keluarga di Indonesia hanya ingin bisa makan dengan baik setiap hari, memberikan susu kepada anak-anak mereka, serta memiliki akses pengobatan ketika anggota keluarga sakit.

“Mereka bermimpi bisa makan dengan baik tiap hari, bisa memberi susu untuk anak-anaknya, bisa mencari obat bilamana anak mereka sakit atau bapak mereka sakit. Mereka bermimpi bisa punya rumah yang layak,” kata dia.

Presiden juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pekerjaan yang layak sebagai bagian dari harapan masyarakat terhadap masa depan yang lebih baik.

“Mereka bermimpi bisa melihat anaknya berangkat sekolah dengan sehat. Mereka bermimpi bahwa orang tuanya bisa dapat pekerjaan yang baik dengan pendapatan yang cukup,” lanjut Prabowo.

Pidato tersebut menegaskan bahwa kesejahteraan dasar masih menjadi persoalan utama yang harus diselesaikan pemerintah.

Di tengah pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional, Prabowo menilai negara harus memastikan rakyat benar-benar merasakan manfaatnya secara langsung.

Ketua Umum Partai Gerindra itu kemudian mengaitkan visi kesejahteraan rakyat dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Menurutnya, konstitusi Indonesia sebenarnya telah memberikan arah yang jelas mengenai pengelolaan ekonomi nasional demi kepentingan rakyat banyak.

Prabowo meyakini Indonesia memiliki sumber daya yang sangat besar untuk mewujudkan negara yang makmur dan adil apabila amanat tersebut dijalankan secara konsisten.

“Apabila kita menjalankan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, kita jalankan dengan baik, kita jalankan dengan murni dan konsekuen, negara kita akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menjamin Indonesia sungguh-sungguh akan menjadi negara yang makmur,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kekayaan alam Indonesia tidak boleh hanya dinikmati segelintir kelompok. Presiden menegaskan sumber daya nasional harus memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Bumi dan air dan semua kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Prabowo.

Selain menyoroti kesejahteraan masyarakat secara umum, Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap kehidupan para nelayan.

Dalam pidatonya, ia menjanjikan langkah besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup nelayan dalam beberapa tahun mendatang.

Presiden mengungkapkan masih banyak nelayan yang kesulitan memperoleh kebutuhan dasar untuk bekerja, mulai dari es batu hingga bahan bakar solar.

“Sekarang nelayan-nelayan kita sulit mendapat es batu. Es batu saja mereka sulit untuk mendapatkan, apalagi solar yang mereka butuh,” ujar Prabowo.

Sebagai solusi, pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 desa nelayan dalam tiga tahun ke depan. Pada tahun ini saja, pemerintah berencana meresmikan 1.386 desa nelayan di berbagai wilayah Indonesia.

Program tersebut disebut tidak hanya berfokus pada pembangunan permukiman, tetapi juga fasilitas penunjang ekonomi nelayan.

Prabowo menjanjikan setiap desa nelayan nantinya akan memiliki instalasi pembuat es batu, ruang pendingin atau cold storage, hingga stasiun pengisian bahan bakar khusus untuk nelayan.

“Kita akan menjamin tiap nelayan bisa punya es batu. Kita akan membikin instalasi pembuat es batu di tiap desa nelayan,” kata dia.

Menurut Prabowo, keberadaan fasilitas tersebut penting agar hasil tangkapan nelayan memiliki kualitas lebih baik dan bernilai ekonomi tinggi. Pemerintah juga ingin memastikan nelayan dapat melaut dengan perlengkapan yang aman dan memadai.

Ia menilai nelayan memiliki peran strategis dalam menjaga wilayah laut Indonesia sekaligus menyediakan sumber protein bagi masyarakat.

“Kita ingin nelayan-nelayan kita yang mempertaruhkan nyawa untuk menghasilkan protein untuk rakyat kita, pergi ke laut dengan perlengkapan yang baik dan aman,” ujar Presiden.

Pidato Prabowo di DPR kali ini memperlihatkan fokus pemerintah terhadap isu kesejahteraan dasar dan pemerataan ekonomi.

Di tengah tantangan ekonomi global dan tekanan sosial yang masih dirasakan sebagian masyarakat, pemerintah berupaya membangun narasi bahwa pertumbuhan ekonomi harus benar-benar diterjemahkan menjadi kualitas hidup yang lebih baik bagi rakyat.