Viral Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak, Ternyata itu Bukan Program dari Sekolah atau Pemda! Simak Penjelasannya

Gerakan ayah mengambil rapor sekolahGerakan ayah mengambil rapor sekolah
Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Inisiatif BKKBN untuk Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak

INBERITA.COM, Akhir-akhir ini, banyak beredar pesan-pesan di media sosial terkait dengan gerakan “Ayah Mengambil Rapor”, baik melalui platform sosial media sekolah, pemerintah, maupun pihak terkait lainnya.

Beberapa pesan ini menyebarkan informasi yang mengajak para ayah untuk lebih aktif terlibat dalam pendidikan anak mereka, terutama dengan hadir saat pengambilan rapor anak di sekolah.

Namun, penting untuk diketahui bahwa gerakan ini bukan merupakan program dari pemerintah daerah (pemda) atau sekolah, melainkan inisiatif dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) melalui BKKBN.

Gerakan ini bertujuan untuk mengajak para ayah di seluruh Indonesia untuk lebih aktif dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, Nomor 14 Tahun 2025, yang terbit pada 1 Desember 2025.

Surat edaran ini mengimbau seluruh ayah yang memiliki anak usia sekolah untuk hadir langsung di sekolah saat pengambilan rapor anak di akhir semester.

“Gerakan Ayah Mengambil Rapor ini bukan kebijakan sekolah atau kepala daerah, tapi inisiatif dari Kementerian,” ungkap Dr. Wihaji dalam pengumuman resminya.

Inisiatif ini tidak hanya berlaku untuk anak-anak di jenjang pendidikan dasar dan menengah, tetapi juga untuk anak usia dini.

Diharapkan dengan adanya kehadiran ayah pada saat pengambilan rapor, orang tua dapat lebih memahami perkembangan akademik anak dan lebih terlibat dalam proses pendidikan anak.

Pelaksanaan program GEMAR ini akan dimulai pada Desember 2025, yang disesuaikan dengan jadwal pengambilan rapor di sekolah masing-masing.

Surat Edaran juga memberikan dispensasi keterlambatan bagi ayah yang mengikuti gerakan ini, sesuai ketentuan yang berlaku di instansi atau kantor tempat mereka bekerja.

Hal ini bertujuan untuk memudahkan para ayah yang ingin mengambil rapor anak dan menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan.

Selain itu, sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi aktif para ayah, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga memberikan penghargaan kepada 10 ayah yang beruntung.

Penghargaan ini diberikan bagi ayah yang mengunggah foto atau video saat mereka mengambil rapor anak di sekolah, dengan menggunakan tagar #GATI dan #sekolahbersamaayah di platform Instagram.

Para ayah yang berpartisipasi juga diminta untuk menandai akun Instagram @kemendukbangga_bkkbn, @dithanrembkkbn, dan/atau @gatikemendukbangga.

Surat Edaran ini juga ditujukan kepada Kepala Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota di seluruh Indonesia.

BKKBN menginstruksikan agar para kepala daerah melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat, baik itu dinas terkait maupun perwakilan BKKBN di daerah.

Selain itu, diharapkan ada upaya maksimal dalam mengoptimalkan pemanfaatan berbagai kanal komunikasi, termasuk media elektronik, media cetak, serta penyuluh KB (PKB/PLKB), Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan kader Poktan, untuk mensosialisasikan gerakan ini kepada masyarakat.

Program GEMAR diharapkan dapat menjadi langkah maju dalam membangun kesadaran di kalangan orang tua, terutama ayah, mengenai pentingnya peran mereka dalam mendukung pendidikan anak.

Gerakan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan psikologis dan sosial anak, dengan melibatkan lebih banyak peran orang tua dalam kehidupan akademik mereka.

Gerakan ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan dalam peran orang tua, terutama ayah, dalam mendukung pendidikan anak.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam pendidikan anak memiliki dampak positif yang signifikan.

Anak-anak yang mendapat perhatian dan dukungan dari kedua orang tua cenderung memiliki performa akademik yang lebih baik, rasa percaya diri yang tinggi, serta hubungan sosial yang lebih sehat.

Melalui partisipasi aktif ayah dalam kegiatan sekolah, seperti pengambilan rapor, anak-anak juga dapat merasakan bahwa kedua orang tua mereka memiliki komitmen yang tinggi terhadap pendidikan mereka.

Hal ini akan memperkuat hubungan emosional antara ayah dan anak, sekaligus memberikan contoh positif tentang pentingnya pendidikan.

Gerakan Ayah Mengambil Rapor ini juga dapat menjadi jembatan untuk membangun kesadaran kolektif di masyarakat tentang pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung kemajuan pendidikan anak.

Melibatkan ayah dalam setiap tahap pendidikan anak, mulai dari pendidikan usia dini hingga pendidikan menengah, akan memperkaya pengalaman belajar anak dan memberikan mereka dorongan moral yang kuat.

Dengan diluncurkannya Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN berharap dapat mendorong lebih banyak ayah untuk terlibat aktif dalam pendidikan anak-anak mereka.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap pendidikan, serta mendorong terciptanya kolaborasi yang lebih erat antara orang tua, sekolah, dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Melalui program ini, BKKBN tidak hanya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak, tetapi juga memberikan kesempatan kepada ayah untuk lebih dekat dengan dunia pendidikan anak-anak mereka.

Gerakan ini diharapkan dapat menjadi pemicu perubahan positif bagi keluarga dan sekolah, sekaligus memperkuat ikatan emosional antara ayah dan anak, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tanggung jawab bersama dalam memajukan pendidikan. (*)