Viral! Fenomena Langka Kawanan Lutung Jawa Bercengkerama Santai di Atas Jembatan Gantung Situ Gunung Sukabumi

Lutung jawa jembatan situ gunungLutung jawa jembatan situ gunung
Wisatawan mengabadikan momen langka saat primata endemik itu berada di atas jembatan gantung kawasan konservasi. Pengelola TNGGP memastikan kemunculan lutung jawa di sekitar jembatan merupakan perilaku alami satwa liar.

INBERITA.COM, Sebuah video yang memperlihatkan kawanan lutung jawa berkumpul di atas jembatan gantung Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi perhatian warganet.

Rekaman tersebut menampilkan sejumlah primata berbulu hitam duduk di tali pembatas hingga melintas di atas jembatan yang menjadi salah satu ikon wisata alam di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Video itu diunggah oleh seorang wisatawan bernama Yunarsih dan dalam waktu singkat menarik perhatian publik. Hingga Kamis (25/6/2026), unggahan tersebut telah diputar ratusan ribu kali, memperoleh puluhan ribu tanda suka, serta ribuan kali dibagikan di media sosial.

Yunarsih menjelaskan, momen tersebut sebenarnya terjadi beberapa bulan lalu saat dirinya berlibur bersama tiga rekannya ke kawasan Situ Gunung. Sebelum menuju penginapan, mereka memilih menikmati jalur trekking yang berlokasi tidak jauh dari tempat menginap.

“Sebenarnya ini video waktu Februari lalu saat saya berkunjung berempat dengan teman-teman. Sebelum check-in, kami pergi ke Situ Gunung dulu untuk tracking karena lokasinya hanya sekitar 500 meter,” ujarnya kepada wartawan.

Bagi Yunarsih, kunjungan tersebut bukan yang pertama. Ia mengaku sudah beberapa kali datang ke destinasi wisata alam tersebut, namun baru kali itu menjumpai kawanan lutung jawa dalam jumlah cukup banyak berada di sekitar jembatan gantung.

“Cuma pada hari itu saya agak melihat keanehan. Biasanya saya tidak pernah melihat lutung, tapi hari itu jumlahnya banyak sekali,” katanya.

Kemunculan satwa liar itu sempat membuatnya mengira keberadaan lutung sengaja dihadirkan sebagai bagian dari daya tarik wisata. Namun anggapan tersebut segera berubah setelah mengetahui bahwa seluruh primata itu hidup bebas di habitat aslinya.

“Saya sempat berpikir mungkin ini bagian dari strategi pengelola supaya wisatawan semakin tertarik datang ke Situ Gunung,” tuturnya.

Rasa penasaran kemudian berganti menjadi waswas ketika jumlah lutung yang berada di sekitar jembatan terus bertambah.

Beberapa di antaranya bahkan terlihat berada tepat di jalur yang akan dilalui pengunjung, sehingga membuat Yunarsih dan teman-temannya ragu untuk melanjutkan perjalanan.

Beruntung, petugas yang berjaga di sekitar jembatan memberikan penjelasan bahwa satwa tersebut tidak bersikap agresif selama tidak diganggu. Penjelasan itu membuat rombongan akhirnya memberanikan diri melintasi jembatan meski tetap berhati-hati.

“Sempat bertemu petugas jembatan yang bilang kalau lutungnya aman dan tidak galak. Setelah itu kami berjalan pelan-pelan, walaupun tetap deg-degan,” ujarnya sambil mengenang pengalaman tersebut.

Meski sempat diliputi rasa takut, Yunarsih mengaku pengalaman melihat kawanan lutung jawa dari jarak dekat menjadi salah satu momen paling berkesan selama berwisata di Sukabumi.

Ia sengaja tidak memberikan makanan maupun mencoba berinteraksi dengan satwa liar tersebut demi menjaga keselamatan bersama.

“Saya tidak berani memberi makan karena tahu kalau diberi makan bisa saja mereka mendekat dalam jumlah lebih banyak,” katanya.

Ia juga mengajak wisatawan lain untuk menjaga kelestarian alam dengan tidak mengubah perilaku satwa liar maupun merusak habitatnya selama berkunjung.

“Kita datang untuk menikmati alam, bukan mengubah apa yang sudah alam ciptakan,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Resort Situ Gunung Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, A. Jadin Anhar, menegaskan bahwa kemunculan kawanan lutung jawa di sekitar jembatan gantung merupakan fenomena yang sepenuhnya alami.

Menurutnya, jembatan gantung Lembah Purba berada di dalam zona pemanfaatan kawasan konservasi TNGGP yang menjadi habitat asli berbagai satwa liar, termasuk lutung jawa (Trachypithecus auratus). Karena itu, wisatawan memiliki peluang besar untuk menjumpai primata endemik tersebut secara langsung.

“Lutung jawa di kawasan ini adalah satwa liar endemik yang hidup bebas di habitat aslinya,” jelas Jadin.

Ia menerangkan, posisi jembatan yang membelah kawasan hutan membuat konstruksi tersebut berada sejajar dengan kanopi pepohonan. Kondisi itu menjadikan jembatan sebagai jalur yang kerap dilintasi kawanan lutung saat berpindah tempat atau mencari pakan alami berupa buah-buahan hutan.

“Kehadiran mereka di area suspension bridge adalah hal yang wajar dan sering terjadi. Jembatan melintasi kanopi hutan sehingga sering dimanfaatkan sebagai jalur perlintasan alami maupun saat mencari makan,” ujarnya.

Keberadaan populasi lutung jawa di Situ Gunung juga menjadi indikator bahwa kawasan konservasi tersebut masih mampu menyediakan habitat yang mendukung kelangsungan hidup satwa endemik.

Berdasarkan data pengelola, saat ini jumlah lutung jawa yang menghuni kawasan TNGGP Resort Situ Gunung telah mencapai lebih dari 300 individu.

Pengelola pun mengingatkan seluruh pengunjung agar menjaga jarak dengan satwa liar, tidak memberikan makanan, serta mematuhi arahan petugas selama berada di kawasan konservasi.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga perilaku alami lutung jawa sekaligus memastikan pengalaman wisata berlangsung aman tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem.