Viral di Google Maps, Rumah Jokowi di Solo Disebut ‘Tembok Ratapan’, PSI: Bukti Dicintai Rakyat

Viral Video Ratapan di Depan Rumah Jokowi, Nama Lokasi di Google Maps Jadi SorotanViral Video Ratapan di Depan Rumah Jokowi, Nama Lokasi di Google Maps Jadi Sorotan
Heboh ‘Tembok Ratapan Solo’ di Rumah Jokowi, Grace Natalie: Netizen Kita Kreatif.

INBERITA.COM, Viral di media sosial, kediaman Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi di Solo mendadak menjadi perbincangan publik.

Rumah yang beralamat di Jalan Kutai Utara No 1 itu ditandai dengan nama unik ‘Tembok Ratapan Solo’ di Google Maps.

Fenomena ini pun menuai beragam respons, termasuk dari elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, menanggapi santai penamaan tersebut. Ia menilai kreativitas netizen menjadi warna tersendiri dalam dinamika media sosial di Indonesia.

“He he he, baru dengar saya. Memang kreatif netizen kita,” kata Grace saat dihubungi, Rabu (18/2/2025).

Grace mengungkapkan bahwa rumah Jokowi di Solo memang tidak pernah sepi dari kunjungan warga.

Sejak purnatugas sebagai presiden, Jokowi disebut tetap menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin sekadar bersalaman, berfoto, hingga melepas rindu.

“Rumah Pak Jokowi memang tidak pernah sepi pengunjung, selalu saja ada warga yang ingin bertemu Bapak, untuk salaman, berfoto, melepas kangen karena Bapak sudah purnatugas,” tuturnya.

Menurut Grace, ramainya kunjungan masyarakat ke kediaman Jokowi menjadi indikator kuat bahwa sosok mantan presiden tersebut masih memiliki tempat istimewa di hati rakyat.

“Ini bukti nyata bahwa beliau memang dicintai masyarakat,” ucapnya.

Penamaan ‘Tembok Ratapan Solo’ sendiri muncul di Google Maps dan mengarah langsung ke lokasi rumah Jokowi di Solo, Jawa Tengah. Istilah tersebut sontak viral dan menjadi perbincangan luas di berbagai platform digital.

Fenomena ini semakin ramai setelah beredar video seorang pemuda yang beraksi seolah-olah sedang meratap di depan gerbang rumah Jokowi.

Video tersebut diunggah salah satunya oleh akun Instagram @indopium dan menarik perhatian warganet.

“Tembok Ratapan di Solo kini jadi salah satu spot paling hype buat anak muda Gen Z,” tulis akun tersebut, dilansir Media, Senin (16/2/2026).

Istilah ‘Tembok Ratapan Solo’ pun dengan cepat menjadi kata kunci yang banyak dicari, seiring rasa penasaran publik terhadap fenomena unik di kediaman Jokowi.

Tak sedikit warganet yang kemudian mengaitkannya dengan tingginya antusiasme masyarakat untuk bertemu langsung dengan mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Menanggapi hal itu, ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, mengaku telah mengetahui adanya penamaan tersebut di platform digital.

Namun, ia belum dapat memastikan apakah Jokowi sendiri sudah mengetahui soal label yang tersemat di Google Maps tersebut.

“Ya, saya sudah tahu. Enggak tahu Bapak sudah tahu apa belum ya,” katanya saat dihubungi.

Saat ditanya apakah akan ada permintaan resmi untuk mengubah nama lokasi di Google Maps, Syarif memilih irit bicara. Ia juga menegaskan secara pribadi tidak merasa tersinggung dengan penyematan nama tersebut.

Fenomena viral ‘Tembok Ratapan Solo’ di rumah Jokowi menjadi gambaran bagaimana ruang digital kerap melahirkan istilah-istilah unik yang kemudian berkembang menjadi tren.

Terlepas dari pro dan kontra, ramainya kunjungan warga ke kediaman Jokowi menunjukkan bahwa sosoknya masih memiliki daya tarik kuat di mata masyarakat.

Perbincangan mengenai rumah Jokowi di Solo, Google Maps, hingga viralnya video di media sosial diprediksi masih akan terus bergulir.

Di tengah derasnya arus informasi digital, fenomena ini sekaligus menegaskan bagaimana figur publik seperti Jokowi tetap menjadi sorotan, bahkan setelah tak lagi menjabat sebagai presiden.