Super Moon Picu Banjir Rob, 18 RT di Jakarta Terendam, Status Pintu Air Waspada hingga Bahaya

Jakarta Dilanda Banjir Rob, Pintu Air Pasar Ikan Masuk Status BahayaJakarta Dilanda Banjir Rob, Pintu Air Pasar Ikan Masuk Status Bahaya
Rob Kembali Terjang Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, BPBD Imbau Warga Waspada.

INBERITA.COM, Banjir rob kembali menggenangi sejumlah wilayah pesisir Jakarta pada Kamis (4/12/2025) sore, memicu kekhawatiran warga sekaligus meningkatkan status di beberapa pintu air.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa 18 rukun tetangga (RT) serta satu ruas jalan terdampak genangan akibat pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase Bulan Purnama dan Perigee atau super moon.

Fenomena alam tersebut memicu naiknya permukaan air laut sehingga menekan wilayah pesisir dan memunculkan rob yang meluas di beberapa titik.

“Fenomena ini dapat meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum yang menyebabkan banjir pesisir di wilayah utara Jakarta,” ungkap Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, dalam rilis resmi.

Penjelasan ini menegaskan bahwa faktor astronomi masih menjadi salah satu pemicu utama banjir rob di Jakarta setiap kali fase Bulan Purnama dan jarak Bulan yang lebih dekat ke bumi terjadi secara bersamaan.

Kenaikan pasang air laut tidak hanya berdampak pada permukiman, tetapi juga mempengaruhi kondisi pintu air yang menjadi indikator penting mitigasi banjir.

Menurut Yohan, kombinasi dari kedua fenomena alam tersebut telah memicu perubahan signifikan pada status pintu air.

Catatan BPBD menunjukkan bahwa sejumlah pintu air kini berada pada status antara waspada hingga bahaya, menandakan peningkatan risiko banjir di sejumlah titik.

“Pintu Air Pasar Ikan berada pada status Bahaya/Siaga 1 pada pukul 07.00 WIB, sementara Pos Pesanggrahan, Pos Cipinang Hulu, dan Pos Sunter Hulu berada pada status Waspada/Siaga 3 pada pukul 15.00 WIB dan 16.00 WIB,” jelasnya.

Kondisi tersebut mendorong BPBD DKI Jakarta untuk menggerakkan respons cepat. Personel telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk memantau genangan, menilai dampak banjir, serta memastikan proses penanganan berjalan efektif.

Koordinasi lintas dinas pun dilakukan, termasuk dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat, guna melakukan penyedotan air sekaligus memastikan seluruh tali air dan saluran berfungsi dengan optimal.

Selain upaya teknis, BPBD juga menggandeng pihak kelurahan dan kecamatan untuk mendukung kebutuhan dasar para penyintas banjir rob, memastikan bantuan dapat disalurkan dengan cepat kepada warga yang terkena dampak.

“Kami berupaya agar genangan air dapat surut dengan cepat,” tambah Yohan, menegaskan komitmen BPBD dalam percepatan penanganan di lapangan.

Di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah, BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan bertambahnya genangan air.

Warga juga diminta untuk segera melapor jika terjadi banjir atau situasi darurat lainnya melalui layanan Jakarta Siaga 112 yang beroperasi 24 jam tanpa biaya.

Data terbaru BPBD menunjukkan bahwa wilayah terdampak banjir rob cukup luas, mencakup Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara.

Di Kepulauan Seribu, tercatat 13 RT terendam rob. Rinciannya, 10 RT berada di Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara, dengan ketinggian genangan sekitar 10 sentimeter dan masih dalam penanganan petugas.

Sementara itu, 3 RT lainnya berada di Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, dengan ketinggian genangan antara 10 hingga 20 sentimeter.

Di kawasan pesisir Jakarta Utara, lima RT juga mengalami dampak banjir rob. Tiga RT di Kelurahan Pluit tergenang dengan ketinggian air antara 10 hingga 40 sentimeter, sementara dua RT di Kelurahan Marunda dilaporkan terendam hingga 10 sentimeter.

Seluruh titik tersebut masih dalam proses penanganan untuk mempercepat surutnya air dan melindungi aktivitas masyarakat.

Selain permukiman, satu ruas jalan juga dilaporkan tergenang, yaitu di Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan.

Kondisi serupa terjadi di Jalan Pesing Poglar RT 004 RW 002, Kelurahan Kedaung Kali Angke, yang terendam hingga 20 sentimeter akibat curah hujan tinggi.

Petugas gabungan telah berada di lokasi untuk memperbaiki aliran air dan memastikan mobilitas warga tetap dapat berlangsung. Banjir rob ini kembali mengingatkan bahwa kawasan pesisir Jakarta tetap menjadi area yang paling rentan terhadap pasang laut ekstrem.

Dengan tingginya frekuensi fenomena astronomi dan perubahan iklim yang mempengaruhi permukaan air laut, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan terus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Warga diimbau terus memantau informasi resmi dari BPBD dan menjaga keamanan diri serta keluarga dalam menghadapi potensi banjir rob yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat pasang maksimum berlangsung.