INBERITA.COM, Upaya meningkatkan ketertiban dan keselamatan lalu lintas di kawasan wisata Bali semakin diperkuat dengan pelibatan unsur adat dalam pengawasan.
Langkah kolaboratif ini menjadi sorotan utama dalam forum diskusi bertema “Polantas Menyapa Wisatawan, Tertib Berlalu Lintas Menuju Pariwisata Berkualitas” yang digelar Ditlantas Polda Bali bersama berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.
Dalam kegiatan yang menghadirkan perwakilan Pemerintah Provinsi Bali, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Jasa Raharja, BPTD, PUPR, PHRI, Organda, serta unsur Dinas Pemajuan Masyarakat Adat, diskusi difokuskan pada penguatan ekosistem keselamatan lalu lintas yang berkelanjutan.
Representasi Desa Adat dan Pecalang yang dihadirkan menunjukkan komitmen Polda Bali untuk mengintegrasikan kearifan lokal sebagai bagian penting dari manajemen lalu lintas di destinasi wisata yang padat pengunjung.
Keterlibatan Pecalang—yang selama ini dikenal sebagai penjaga ketertiban adat Bali—dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat edukasi perilaku berkendara, terutama di jalur-jalur wisata yang kerap mengalami lonjakan aktivitas kendaraan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Keberadaan Pecalang dinilai mampu membantu deteksi dini terhadap potensi pelanggaran, memberikan informasi langsung kepada masyarakat lokal maupun wisatawan, dan mempercepat pelaporan gangguan lalu lintas di lapangan.
Dalam forum tersebut, Ditlantas Polda Bali memaparkan Backoffice Smart Road Safety Policing, sebuah pusat kendali berbasis teknologi yang memadukan pemantauan CCTV, sistem tilang elektronik ETLE, data kecelakaan, serta laporan masyarakat secara real-time.
Integrasi ini memungkinkan petugas mengidentifikasi berbagai jenis pelanggaran, mulai dari tidak memakai helm, melawan arus, hingga perilaku berkendara agresif yang berisiko membahayakan keselamatan wisatawan dan pengguna jalan lainnya.
Dirlantas Polda Bali Kombes Pol Turmudi menekankan bahwa teknologi menjadi instrumen penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas, terutama dalam konteks Bali sebagai ikon pariwisata internasional.
“Smart Road Safety Policing menjadi instrumen penting untuk membangun budaya tertib dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan di seluruh wilayah Pulau Bali. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menyapa setiap wisatawan dengan memberikan layanan lalu lintas yang modern dan humanis,” kata Turmudi, dalam keterangannya, Kamis (4/12/2025).
Ditlantas juga memaparkan penggunaan Peta Keselamatan Jalan berbasis geospasial yang mampu menampilkan titik rawan kecelakaan, area dengan tingkat pelanggaran tinggi, serta jalur wisata dengan potensi risiko yang meningkat.
Pemetaan berbasis data ini membantu petugas melakukan pengaturan dan pengawasan yang lebih presisi, sekaligus memberikan rekomendasi pengelolaan lalu lintas yang lebih aman bagi wisatawan.
Namun bagi Polda Bali, teknologi bukan satu-satunya faktor penentu. Sinergi dengan kearifan lokal juga menjadi pilar utama dalam menjaga kelancaran dan keselamatan di ruang publik.
Dinas Pemajuan Masyarakat Adat bersama Desa Adat dan Pecalang kini memperluas peran mereka, tidak hanya dalam menjaga kegiatan adat, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan disiplin berlalu lintas, memberikan edukasi kepada wisatawan, serta melaporkan potensi gangguan secara cepat.
Kolaborasi ini menjawab tantangan besar yang dihadapi Bali sebagai daerah tujuan wisata utama. Lonjakan kendaraan pada musim liburan, kepadatan di jalur strategis menuju destinasi populer, hingga perilaku berkendara wisatawan yang belum sepenuhnya memahami aturan lalu lintas lokal menjadi sejumlah isu yang membutuhkan pendekatan holistik.
Dengan dukungan Desa Adat dan Pecalang, diharapkan terjadi peningkatan kepatuhan, khususnya di kawasan seperti Ubud, Kuta, Nusa Dua, dan Uluwatu yang selalu ramai oleh lalu lintas wisatawan.
Turmudi kembali menegaskan bahwa sinergi antara teknologi modern dan kearifan lokal merupakan kunci untuk menjaga kualitas pariwisata Bali.
“Bali adalah ikon internasional. Dengan sinergi teknologi, adat, dan kolaborasi lintas sektor, kami pastikan setiap wisatawan merasakan Bali yang tertib, aman, dan selamat. Inilah fondasi utama menuju pariwisata Bali yang semakin berkualitas dan berkelanjutan serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Bali,” tandasnya.
Dengan langkah terpadu ini, Polda Bali berharap edukasi keselamatan lalu lintas tidak hanya sampai pada wisatawan, tetapi juga menyentuh masyarakat lokal agar bersama-sama membangun lingkungan yang aman dan nyaman.
Pengawasan lalu lintas berbasis teknologi yang dipadukan dengan kearifan lokal diyakini mampu memberikan pengalaman berkendara yang lebih baik, sekaligus mendukung citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang semakin profesional, aman, dan berdaya saing. (*)







