Dieng Tetap Jadi Andalan, Banjarnegara Siapkan Destinasi Alternatif untuk Libur Akhir Tahun dan Hadapi Cuaca Ekstrem

Wisata dieng telaga warnaWisata dieng telaga warna
Banjarnegara Siagakan Destinasi Wisata Hadapi Cuaca Ekstrem, Kunjungan Dieng Hampir Tembus 900 Ribu

INBERITA.COM, Menjelang libur akhir tahun, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, memperketat kesiapsiagaan seluruh destinasi wisata dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan wisatawan tetap terjaga, terutama pada objek-objek wisata alam yang menjadi magnet utama kunjungan.

Kepala Dinparbud Banjarnegara, Tursiman, menyampaikan bahwa pengelola destinasi wisata di seluruh wilayah telah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan melengkapi area wisata dengan perlengkapan pendukung keselamatan.

Menurutnya, kondisi cuaca yang masih tidak stabil menuntut pengelola bergerak cepat agar pelayanan tetap optimal, khususnya selama puncak kunjungan akhir tahun.

“Kami sudah menyarankan kepada mereka untuk bersiap diri. Dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem, harus ada alat-alat pendukung agar tidak mengecewakan wisatawan,” katanya, Minggu.

Ia menegaskan bahwa langkah kesiapsiagaan tersebut tidak hanya menyangkut ketersediaan perlengkapan, tetapi juga koordinasi lintas sektor untuk memantau jalur-jalur wisata yang rawan longsor.

Banjarnegara, yang memiliki kontur wilayah dataran tinggi dan banyak kawasan berbukit, menjadi salah satu daerah yang kerap mengalami tanah longsor pada musim hujan.

Tursiman mengungkapkan bahwa sejak akhir November, arus kunjungan wisatawan mulai meningkat, khususnya dari rombongan pelajar yang memanfaatkan momen akhir semester untuk berwisata.

Peningkatan ini menjadi indikator bahwa puncak keramaian pada akhir tahun kemungkinan akan lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Karena itu, berbagai langkah antisipasi terus diperkuat agar aktivitas wisata tetap berjalan aman.

Salah satu destinasi yang mendapat perhatian khusus adalah Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng, yang selama bertahun-tahun menjadi magnet utama pariwisata Banjarnegara.

Hingga awal Desember, jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut telah mencapai hampir 900 ribu orang. Angka ini mendekati target tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 1,2 juta wisatawan.

“Insya Allah target bisa tercapai. Dieng tetap menjadi andalan,” ujar Tursiman, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Banjarnegara.

Dengan segala pesonanya—mulai dari panorama pegunungan, kawah vulkanik, hingga fenomena alam khas dataran tinggi—Dieng menjadi salah satu destinasi yang paling terpengaruh oleh kondisi cuaca.

Kabut tebal, hujan deras, hingga potensi longsor bisa muncul sewaktu-waktu. Karena itu, pengelola destinasi di kawasan Dieng terus diminta memperketat pemantauan dan memberikan informasi cuaca kepada wisatawan secara berkala.

Tidak hanya bertumpu pada Dieng, Dinparbud Banjarnegara juga tengah menyiapkan dukungan promosi untuk destinasi-destinasi alternatif yang dapat menjadi pilihan wisatawan.

Di antaranya adalah The Pikas, yang menawarkan wisata petualangan dan aktivitas outdoor, serta Taman Margasatwa Serulingmas yang menghadirkan pengalaman edukatif bagi keluarga.

“Selain Dieng, The Pikas dan Taman Margasatwa Serulingmas juga siap menyambut wisatawan pada masa libur akhir tahun,” kata Tursiman.

Upaya diversifikasi destinasi ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan pada titik-titik favorit serta memberikan lebih banyak pilihan bagi pelancong yang ingin menikmati suasana berbeda di Banjarnegara.

Dengan persebaran kunjungan yang lebih merata, pemerintah daerah berharap dapat memberi pengalaman wisata yang lebih nyaman sekaligus memperluas dampak ekonomi pada masyarakat.

Selain mengandalkan destinasi mainstream, desa-desa wisata di Banjarnegara juga tengah berbenah untuk menyambut wisatawan.

Berbagai atraksi budaya, paket edukasi, hingga pengalaman wisata berbasis alam dan kearifan lokal menjadi daya tarik yang semakin diminati wisatawan yang ingin merasakan pengalaman lebih otentik.

“Banyak desa wisata yang siap. Ini yang terus kami dorong promosinya,” katanya.

Tursiman menambahkan, sektor pariwisata memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian lokal, terutama menjelang libur akhir tahun yang selalu menjadi puncak aktivitas masyarakat.

Ia berharap seluruh rangkaian persiapan yang dilakukan dapat memberikan dampak positif pada tingkat kunjungan sekaligus menjaga keselamatan wisatawan di tengah potensi cuaca ekstrem.

“Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan target bisa tercapai,” ujarnya.

Dengan kesiapan pengelola, koordinasi lintas sektor, dan keterlibatan masyarakat lokal melalui desa wisata, Banjarnegara optimistis mampu menyambut wisatawan dengan pelayanan yang tetap aman, tertib, dan berkualitas.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa keselamatan pengunjung tetap menjadi prioritas utama, seiring dengan dorongan untuk mengakselerasi pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata pada penghujung tahun. (**)