INBERITA.COM, Sate kambing kembali menegaskan reputasinya sebagai ikon kuliner Indonesia yang mendunia. Dalam daftar 100 Kuliner Terlezat di Dunia 2025/2026 versi platform referensi gastronomi internasional TasteAtlas, hidangan berbahan dasar daging kambing tersebut sukses menembus lima besar dan menempati peringkat keempat.
Capaian ini sekaligus menjadikan sate kambing sebagai hidangan Asia dengan nilai tertinggi dalam daftar tahunan bergengsi itu.
TasteAtlas memberikan skor 4,52 dari 5, sebuah angka yang menempatkan sate kambing di jajaran teratas kuliner global.
Penobatan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi penggemar kuliner Nusantara, tetapi juga menunjukkan bagaimana masakan tradisional Indonesia terus menembus panggung dunia dan diapresiasi karena kekayaan rasa serta teknik pengolahannya.
Dalam penjelasannya, TasteAtlas menggambarkan sate kambing sebagai hidangan tradisional Indonesia yang memiliki karakter kuat dan cara penyajian khas.
Hidangan ini disiapkan dengan menggunakan daging kambing segar yang dipotong menjadi potongan kecil atau berbentuk kotak.
Daging tersebut kemudian menjalani proses marinasi menggunakan berbagai bumbu, mulai dari kecap manis, laos, bawang merah, jus nanas, hingga cabai, sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis, gurih, dan sedikit pedas yang menjadi ciri khasnya.
Salah satu hal yang membedakan sate kambing dari jenis sate lainnya adalah penggunaan tusuk sate yang lebih tebal.
TasteAtlas menjelaskan bahwa tusuk sate ini dipilih karena tekstur daging kambing cenderung lebih padat dan lebih keras dibandingkan daging ayam, sehingga membutuhkan penyangga yang lebih kuat saat proses pembakaran.
Setelah dimarinasi, potongan daging ditusukkan pada tusuk sate tersebut dan dibakar di atas bara api hingga matang dengan aromanya yang khas menggugah selera.
Proses pembakaran inilah yang menjadi kunci cita rasa sate kambing. Aroma smokey dari bara api berpadu dengan bumbu marinasi yang meresap, menghadirkan rasa gurih manis yang sulit ditandingi.
Sate kambing kemudian disajikan bersama berbagai pilihan saus, seperti saus kecap manis, saus kacang, atau saus cabai yang masing-masing memberikan pengalaman rasa berbeda.
Dalam ulasan TasteAtlas disebutkan bahwa saus kecap biasanya dipadukan dengan irisan bawang merah serta cabai rawit atau cabai hijau, menambah sensasi segar dan pedas yang memanjakan lidah.
“Beberapa orang suka makan sate kambing dengan nasi atau lontong. Jenis sate ini sangat populer di Jawa,” tulis TasteAtlas dalam keterangannya.
Popularitas sate kambing yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, turut memperkuat posisi hidangan ini sebagai salah satu ikon kuliner yang mudah dijumpai dari tingkat pedagang kaki lima hingga restoran terkenal.
Keberhasilan sate kambing menembus posisi teratas daftar internasional ini juga mencerminkan bagaimana hidangan tradisional Indonesia semakin mendapat tempat di hati penikmat kuliner mancanegara.
Tidak hanya karena rasa, tetapi karena keunikan proses memasak, bahan lokal yang kaya, serta nilai budaya yang melekat pada setiap hidangan.
Selain sate kambing, kuliner Indonesia lainnya yang turut masuk dalam daftar tersebut adalah soto betawi, yang menempati peringkat ke-29 dengan skor 4,42 dari 5.
Soto betawi dikenal sebagai sup daging sapi khas Jakarta yang memiliki karakter kuah kaya rasa dan tekstur creamy berkat penggunaan santan.
TasteAtlas menggambarkan soto betawi sebagai hidangan yang terdiri dari potongan daging sapi dan jeroan yang direbus perlahan dalam kaldu santan.
Kuah santan tersebut diperkaya dengan berbagai rempah seperti serai, kunyit, lengkuas, daun jeruk, hingga ketumbar, yang memberikan aroma harum sekaligus kedalaman rasa.
Perpaduan rempah dan teknik memasak tradisional menjadikan soto betawi sebagai salah satu sup legendaris Nusantara yang eksistensinya terus bertahan di tengah perkembangan kuliner modern.
Masuknya dua hidangan Indonesia dalam daftar kuliner terlezat dunia versi TasteAtlas mengindikasikan besarnya potensi gastronomi Nusantara untuk terus berkembang dan bersaing di kancah global.
Selain memperkuat branding kuliner nasional, pencapaian ini juga membuka peluang lebih luas bagi industri makanan tradisional Indonesia untuk semakin dikenal, dihargai, dan dieksplorasi oleh komunitas pecinta kuliner internasional.
Pengakuan ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap kekayaan kuliner Indonesia yang diwariskan turun-temurun.
Di tengah meningkatnya minat masyarakat dunia terhadap makanan autentik yang memiliki cerita, hidangan seperti sate kambing dan soto betawi menjadi representasi kuat tentang bagaimana budaya, tradisi, dan cita rasa dapat bersatu dalam sebuah sajian yang menggugah selera.
Dengan predikat baru ini, sate kambing semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu kuliner Indonesia paling mendunia.
Sementara itu, masuknya soto betawi dalam daftar yang sama mengingatkan kembali akan keragaman kuliner Nusantara yang tak hanya lezat, tetapi juga kaya makna dan sejarah.
Kedua hidangan ini sekaligus memperkuat identitas kuliner Indonesia di mata dunia, serta menjadi kebanggaan yang layak dirayakan oleh seluruh pencinta makanan Indonesia.







