Sampah Jakarta Pasca Tahun Baru 2026 Turun 30 Persen dari Tahun Lalu, 91 Ton Sampah Dibersihkan DLH

Petugas dinas kebersihan jakarta membersihkan sampah tahun baruPetugas dinas kebersihan jakarta membersihkan sampah tahun baru
DLH Jakarta Kerahkan Ribuan Petugas, Sampah Tahun Baru Turun Signifikan

INBERITA.COM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta berhasil mengangkut 91,41 ton sampah atau setara dengan 415 meter kubik sampah pasca perayaan Malam Tahun Baru 2026.

Jumlah ini mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dengan timbulan sampah pada perayaan tahun baru 2025, yang mencapai sekitar 132 ton.

Asep Kuswanto, Kepala DLH DKI Jakarta, mengatakan bahwa pembersihan sampah dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi sejak malam pergantian tahun hingga dini hari.

“Ribuan petugas kebersihan kami kerahkan dengan dukungan armada pengangkut sampah agar Jakarta kembali bersih sebelum aktivitas warga dimulai. Menjelang Subuh, tuntas semua, Jakarta kembali kinclong,” ujar Asep dalam keterangannya, Kamis (1/1).

Pembersihan sampah dilakukan oleh pasukan oranye di sejumlah titik utama di Jakarta, yang menjadi pusat keramaian saat perayaan tahun baru.

Beberapa kawasan yang dibersihkan antara lain Bundaran HI, Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, Sarinah, Dukuh Atas, Semanggi, Kawasan SCBD, Bursa Efek Indonesia, Monas, Lapangan Banteng, serta kawasan Istiqlal dan sekitarnya.

Asep Kuswanto mengungkapkan, meski proses pembersihan berjalan lancar, namun ada beberapa tantangan yang dihadapi di lapangan. Salah satu tantangan utama adalah meningkatnya jumlah pedagang kaki lima yang ikut meramaikan perayaan, yang menyulitkan proses pembersihan di beberapa lokasi.

Selain itu, hujan ringan yang turun pada malam tersebut menyebabkan sampah yang terkumpul menjadi basah dan menempel di jalan, membuat pembersihannya harus dilakukan secara manual menggunakan sapu dan pengki.

Penurunan timbulan sampah yang signifikan pada perayaan Tahun Baru 2026 juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kebijakan pelarangan penggunaan kembang api yang diterapkan oleh pemerintah DKI Jakarta.

Selain itu, konsep perayaan yang lebih sederhana dan reflektif dengan doa bersama sebagai wujud empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh juga menjadi salah satu penyebab utama turunnya jumlah sampah.

Asep juga menambahkan bahwa semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik berkontribusi terhadap terciptanya suasana perayaan yang lebih tertib, nyaman, dan bersih.

“Kesadaran warga ini sangat membantu dan menjadi kunci terciptanya perayaan yang tertib, nyaman, dan bersih,” katanya.

Pembersihan sampah pasca-perayaan tahun baru ini menunjukkan efektivitas pengelolaan sampah di Jakarta.

Ribuan petugas kebersihan yang tergabung dalam pasukan oranye bekerja keras untuk memastikan bahwa sampah yang tersisa dari perayaan tahun baru bisa diangkut dengan cepat dan tidak mengganggu aktivitas warga yang dimulai sejak pagi.

DLH DKI Jakarta juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dalam pengelolaan sampah dan kebersihan di ibu kota.

Pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah yang tepat menjadi prioritas agar Jakarta tetap bersih dan nyaman bagi warganya.

Meski jumlah sampah pasca-perayaan tahun baru mengalami penurunan, pengelolaan sampah di Jakarta tetap menjadi tantangan besar. Dengan populasi yang terus berkembang dan tingkat konsumsi yang tinggi, Jakarta perlu menghadapi masalah pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Pemanfaatan teknologi dan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien menjadi kunci untuk mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan dan memastikan bahwa kota ini tetap dapat menjadi tempat yang layak huni bagi jutaan penduduknya.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta juga menjadi sangat penting dalam mencapai tujuan tersebut. (*)