PVMBG Pastikan Wisata Pesisir Serang Aman Meski Anak Krakatau Berstatus Siaga, Warganet Ingatkan Tragedi Tsunami 2018!

Krakatau erupsi 8 juliKrakatau erupsi 8 juli
Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga, namun kawasan wisata pesisir Serang dipastikan tetap aman. Pemerintah mengimbau masyarakat hanya mengacu pada informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.

INBERITA.COM, Pemerintah Kabupaten Serang bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan destinasi wisata di pesisir Serang tetap aman dikunjungi meski Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya video di media sosial yang mengklaim telah terjadi erupsi besar Gunung Anak Krakatau.

Pemerintah memastikan informasi tersebut merupakan hoaks dan mengimbau masyarakat untuk hanya mengacu pada informasi dari instansi resmi.

Di media sosial, status Siaga Gunung Anak Krakatau juga memunculkan kekhawatiran sebagian warganet.

Banyak yang mengingatkan kembali bencana tsunami Selat Sunda pada 2018 yang dipicu aktivitas Gunung Anak Krakatau, sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

Meski demikian, pemerintah menegaskan kondisi saat ini berbeda dan belum ada indikasi ancaman serupa.

Masyarakat diimbau tidak menyamakan situasi saat ini dengan peristiwa tragis 2018 serta tetap mengikuti informasi resmi dari otoritas berwenang.

Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, mengatakan kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini telah melandai sehingga masyarakat, termasuk wisatawan, tidak perlu khawatir untuk berlibur di kawasan pesisir.

“Kondisi Gunung Anak Krakatau melandai dan dinyatakan aman. Kami mengajak wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, untuk tidak khawatir menghabiskan libur sekolah bersama keluarga di pesisir Serang,” kata Muhammad Najib Hamas dalam keterangannya di Serang, Senin (6/7/2026).

Sejumlah destinasi wisata populer seperti Pantai Anyer, Pantai Cinangka, hingga Pantai Carita dipastikan berada di luar kawasan rawan sehingga tetap aman dikunjungi selama wisatawan mematuhi imbauan yang berlaku.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Deny Mardiono, menjelaskan radius bahaya aktivitas vulkanik saat ini hanya mencakup area sejauh tiga kilometer dari pusat erupsi.

“Radius bahaya berada dalam jarak tiga kilometer dari pusat erupsi. Sementara untuk Pantai Anyer, Cinangka, dan Carita itu jaraknya kurang lebih 42 kilometer. Jadi material vulkanik tidak akan sampai ke sana,” ujar Deny.

Ia mengimbau masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, namun tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebaiknya dipantau melalui informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD, maupun PVMBG.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu bohong, dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun BPBD agar informasi yang diterima benar dan akurat,” katanya.

Deny juga meminta masyarakat, termasuk wisatawan, terus memperbarui informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau agar dapat mengambil keputusan berdasarkan data resmi.

Sementara itu, pemerintah tetap memberlakukan larangan beraktivitas di sekitar kawah Gunung Anak Krakatau.

Kementerian Komunikasi dan Digital menyampaikan bahwa masyarakat, nelayan, maupun wisatawan dilarang memasuki area dalam radius tiga kilometer dari kawah seiring meningkatnya aktivitas vulkanik di kawasan Selat Sunda.

Dengan demikian, aktivitas wisata di kawasan pesisir Serang masih dapat berlangsung normal karena lokasinya berada jauh di luar zona bahaya, selama masyarakat tetap mematuhi seluruh imbauan keselamatan dari otoritas terkait.