Persija Resmi Berpisah dengan Mauricio Souza, Bojan Hodak Tinggalkan Persib Usai Hattrick Juara

Mauricio souza bojan hodakMauricio souza bojan hodak
Persija Jakarta resmi tidak memperpanjang kontrak Mauricio Souza setelah musim 2025/2026 berakhir, Bojan Hodak memutuskan mundur dari kursi pelatih Persib Bandung usai membawa tim juara tiga musim beruntun.

INBERITA.COM, Peta persaingan pelatih di kasta tertinggi sepak bola Indonesia mulai berubah drastis menjelang musim baru.

Dua klub besar dengan basis suporter fanatik, Persija Jakarta dan Persib Bandung, sama-sama dipastikan akan memulai era baru setelah berpisah dengan sosok pelatih yang mengisi musim 2025/2026.

Persija lebih dulu mengumumkan keputusan resmi terkait masa depan Mauricio Souza. Pelatih asal Brasil itu dipastikan tidak melanjutkan kerja sama bersama Macan Kemayoran meski baru menjalani satu musim bersama klub ibu kota tersebut.

Keputusan itu diumumkan manajemen Persija Jakarta melalui pernyataan resmi pada Selasa malam WIB. Klub menilai target utama yang telah disepakati di awal musim gagal tercapai sehingga kontrak Souza tidak diperpanjang.

“Kontrak pelatih Mauricio Souza berakhir di akhir musim 2025/2026 dan manajemen Persija memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak, mengingat bahwa target yang disepakati pada awal kontrak tidak tercapai,” tulis pernyataan resmi klub.

Tak hanya Souza, Persija juga mengakhiri kerja sama dengan jajaran staf kepelatihannya. Nama-nama seperti Italo Bartole Resende, Vitor Branco da Cruz, Gerson Rodrigues Rios, Caio Araujo, hingga Claudio Luzardi turut meninggalkan klub.

Meski berakhir lebih cepat dari harapan, perjalanan Mauricio Souza sebenarnya tidak sepenuhnya buruk. Pelatih berusia 51 tahun itu mampu membawa Persija finis di posisi ketiga klasemen akhir dengan koleksi 71 poin.

Catatan tersebut justru menjadi pencapaian poin tertinggi Persija sejak era Liga 1 dimulai pada 2017. Namun bagi manajemen klub, torehan itu belum cukup memenuhi ekspektasi untuk kembali merebut gelar juara.

Persija tampaknya ingin melangkah lebih agresif musim depan setelah kembali gagal bersaing hingga akhir perebutan titel liga. Tekanan dari suporter serta ekspektasi besar terhadap klub ibu kota menjadi faktor yang sulit dihindari.

Keputusan berbeda justru datang dari Bandung. Jika Persija memilih mengakhiri kontrak pelatihnya, Persib harus rela ditinggal sosok yang baru saja mengukir sejarah besar bersama klub.

Bojan Hodak dipastikan meninggalkan kursi pelatih Persib Bandung setelah sukses mempersembahkan tiga gelar liga secara beruntun.

Keputusan itu mengejutkan banyak pihak karena sang pelatih baru saja membawa Maung Bandung kembali menjadi juara Super League 2025/2026.

Pelatih asal Kroasia tersebut akhirnya memberikan penjelasan mengenai alasan di balik keputusannya menolak perpanjangan kontrak.

Menurut Bojan, dirinya membutuhkan waktu istirahat setelah menjalani tekanan dan intensitas kompetisi selama beberapa musim terakhir. Ia menegaskan keputusan mundur bukan dipicu konflik internal maupun persoalan dengan manajemen tim.

“Saya perlu istirahat sejenak karena alasan pribadi. Tetapi saya akan tetap bersama di sini untuk membantu,” ujar Bojan.

Selama tiga musim terakhir, Bojan memang menjadi sosok penting dalam kebangkitan Persib. Ia berhasil membangun tim yang stabil, kompetitif, dan konsisten di papan atas kompetisi nasional.

Bahkan di bawah kepemimpinannya, Persib tidak hanya mendominasi kompetisi domestik tetapi juga mulai menunjukkan ambisi lebih besar untuk bersaing di level Asia.

Menariknya, Bojan tidak benar-benar meninggalkan Persib sepenuhnya. Ia akan tetap berada dalam struktur klub dengan peran baru sebagai Shareholder Group Technical Advisor.

Posisi tersebut membuatnya tetap terlibat dalam pengembangan teknis tim, termasuk memberi masukan terkait strategi pembangunan skuad dan pembinaan jangka panjang.

“Saya akan tetap membantu memberikan saran kapan pun Persib membutuhkan sesuatu,” katanya.

Persib sendiri telah menyiapkan suksesor dari internal. Igor Tolic yang sebelumnya menjabat asisten pelatih dipromosikan menjadi pelatih kepala untuk musim depan.

Keputusan itu menunjukkan Persib ingin menjaga kesinambungan filosofi permainan dan stabilitas ruang ganti setelah era sukses bersama Bojan Hodak.

Dalam penjelasannya, Bojan mengaku masih melihat banyak aspek yang perlu dibenahi Persib jika ingin benar-benar bersaing di level lebih tinggi, terutama di kompetisi Asia.

“Beberapa hal lainnya masih banyak yang bisa ditingkatkan. Jadi saya akan mencoba memberikan saran untuk semua hal tersebut,” ujarnya.

Perubahan besar di Persija dan Persib ini diprediksi akan membuat dinamika Liga 1 musim depan semakin menarik. Kedua klub kini menghadapi tantangan berbeda.

Persija harus menemukan pelatih yang mampu membawa klub kembali menjadi juara setelah puasa panjang, sementara Persib menghadapi ujian mempertahankan dominasi tanpa sosok Bojan Hodak di pinggir lapangan.

Situasi ini sekaligus memperlihatkan betapa tingginya tekanan di sepak bola Indonesia. Bahkan pelatih dengan catatan positif sekalipun tidak selalu memiliki jaminan masa depan panjang jika target besar klub belum tercapai atau kondisi pribadi berubah.

Bursa pelatih pun dipastikan akan menjadi perhatian utama menjelang dimulainya musim baru. Publik kini menunggu langkah Persija menentukan nahkoda anyar, sementara Persib akan memasuki era baru bersama Igor Tolic dengan bayang-bayang kesuksesan Bojan Hodak yang masih sangat kuat.