INBERITA.COM, Pemerintah tengah memfinalisasi kebijakan diskon tiket pesawat untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Diskon ini rencananya akan diumumkan secara resmi pada Oktober mendatang, bersamaan dengan kebijakan insentif serupa untuk moda transportasi lain seperti kereta api, kapal laut, dan jalan tol.
“Kita sedang dalam proses dengan lintas kementerian. Nanti mungkin di bulan Oktober akan diumumkan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di kantornya, Jakarta, Senin (29/9/2025) malam.
Menurut Airlangga, kebijakan ini disusun melalui koordinasi antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata, yang saat ini masih melakukan pembahasan teknis terhadap skema insentif yang akan diberlakukan.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, diskon tiket pesawat pada akhir tahun ini akan diberikan melalui skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
Meskipun demikian, Airlangga belum menjelaskan secara rinci mengenai besaran PPN yang akan ditanggung oleh pemerintah dalam skema tersebut.
Ia hanya menyebut bahwa skema ini merupakan bagian dari paket insentif akhir tahun yang juga mencakup Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).
“Kemudian juga dibahas tadi terkait dengan paket hari Nataru dan juga Harbolnas dimana disitu dipersiapkan PPN ditanggung pemerintah untuk tiket pesawat,” kata Airlangga saat konferensi pers terkait Finalisasi Paket Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja di kantornya, Jakarta, Senin (22/9/2025).
Kebijakan diskon tidak hanya terbatas pada tiket pesawat. Pemerintah juga akan memberlakukan potongan harga untuk moda transportasi lain pada hari dan waktu tertentu selama masa libur panjang akhir tahun. Ini mencakup diskon tiket kereta api, kapal laut, serta tarif jalan tol, sebagaimana telah diterapkan pada periode sebelumnya.
“Dan juga jasa transportasi di hari tertentu, waktu tertentu seperti yang lalu kita berikan 50 persen,” tambah Airlangga.
Insentif ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan memberikan potongan harga pada sektor transportasi yang memiliki dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, pemerintah berharap dapat meningkatkan daya beli sekaligus mendukung sektor pariwisata dan industri terkait.
Langkah ini dinilai penting mengingat target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 dipatok sebesar 5,2 persen.
Untuk mencapainya, konsumsi masyarakat perlu terus dijaga, terutama menjelang momen-momen besar seperti libur akhir tahun yang biasanya diiringi dengan lonjakan aktivitas perjalanan dan belanja.
Diskon tiket pesawat dan transportasi lain juga diperkirakan dapat mendorong arus kunjungan ke berbagai destinasi wisata nasional, sekaligus memberikan stimulus tambahan bagi pelaku usaha di sektor perhotelan, kuliner, hingga ekonomi kreatif yang mengandalkan kunjungan wisatawan domestik.
Selain itu, pemberian insentif transportasi berbasis PPN DTP juga dinilai lebih efisien dari sisi pelaksanaan karena langsung berdampak pada harga akhir yang dibayar oleh konsumen.
Skema ini sebelumnya telah berhasil menekan biaya perjalanan masyarakat selama periode libur dan terbukti efektif dalam meningkatkan pergerakan orang antardaerah.
Dengan pengumuman resmi yang dijadwalkan pada Oktober 2025, masyarakat diharapkan bisa merencanakan perjalanan mereka sejak dini.
Kejelasan mengenai jadwal, besaran diskon, dan ketentuan lainnya akan menjadi acuan penting bagi maskapai, operator transportasi darat dan laut, serta pelaku industri pariwisata dalam menyiapkan layanan terbaik selama periode Nataru.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat menikmati libur akhir tahun dengan biaya transportasi yang lebih terjangkau.
Dengan strategi yang terkoordinasi lintas sektor, diharapkan kebijakan ini mampu memberikan dampak positif ganda, baik bagi pertumbuhan ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat secara langsung. (xpr)







