INBERITA.COM, Musim ubur-ubur di perairan Yogyakarta menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Fenomena munculnya ubur-ubur di sejumlah pantai diyakini berpotensi membahayakan wisatawan, terutama anak-anak yang sedang menikmati liburan di kawasan pesisir selatan DIY.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY, Bagas Seno Adji, mengatakan kawasan pantai selatan Yogyakarta masih menjadi primadona bagi para pelancong. Oleh karena itu, kesiagaan personel menjadi hal penting, mengingat panjang pantai di DIY mencapai 113 kilometer, terbentang dari Kabupaten Gunungkidul, Bantul, hingga Kulon Progo.
Satpol PP DIY telah menerima arahan langsung dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, untuk menyiagakan tenaga medis di lokasi-lokasi wisata pantai. Bagas menegaskan bahwa perintah tersebut bertujuan memastikan keselamatan pengunjung, terutama anak-anak, dari risiko sengatan ubur-ubur.
“Ini kan musimnya ubur-ubur, ubur-ubur itu kan menarik, ya, untuk dipegang, ada warnanya, biru dan sebagainya, begitu dipegang, kena sengatan,” ujar Bagas.
“Ngarsa Dalem (Sultan HB X) sudah memerintahkan ada tenaga medis yang siap di lokasi pantai-pantai, jangan sampai begitu ada musibah, masyarakat yang kena sengatan ubur-ubur harus lari ke ibu kota untuk mengobati,” ia menambahkan
Untuk mengamankan kawasan wisata, Satpol PP DIY mengerahkan 328 personel Sarsatlimas Rescue Istimewa (SRI) yang akan bertugas di lima wilayah pantai selatan DIY. Selain itu, personel SRI juga ditempatkan di Waduk Sermo, Kaliurang, dan satu pos di Mako Satpol PP DIY.
Menurut Bagas, pengamanan ini menjadi fokus utama selama periode Nataru, agar wisatawan dapat menikmati liburan dengan aman.
“Kami menerjunkan teman-teman dari SRI, Satlinmas Rescue Istimewa ada 328 personel, untuk di pantai selatan ada lima wilayah, kemudian ada satu di Waduk Sermo, satu lagi di Kaliurang, dan satu pos ada di Mako,” jelas Bagas.
Selain pengamanan pantai, Pemerintah DIY juga menyiapkan strategi arus lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama libur panjang. Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, mengatakan pihaknya mendapat arahan dari Sultan untuk memecah konsentrasi lalu lintas, agar tidak terjadi kemacetan di Kota Yogyakarta.
“Jadi jangan sampai arus lalu lintas, baik kendaraan pribadi atau bus, itu masuk kota, ya, jadi kalau hanya melintas, diarahkan pada ruas-ruas jalan alternatif,” kata Erni, Rabu (10/12/2025).
Dishub DIY telah menyiapkan jalur-jalur alternatif agar kendaraan pribadi maupun bus yang hanya melintas tidak perlu masuk ke pusat kota. Hal ini diyakini mampu mengurangi kepadatan lalu lintas yang biasanya terjadi selama periode libur Nataru.
Dishub DIY memperkirakan sekitar 4 juta kendaraan akan melintas di wilayah DIY selama libur Natal dan Tahun Baru, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 4 juta kendaraan.
Kesiagaan yang dilakukan oleh Pemprov DIY ini sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keselamatan wisatawan, terutama dari risiko sengatan ubur-ubur yang bisa menimbulkan cedera serius.
Dengan menyiagakan tenaga medis dan personel SRI, pemerintah berharap masyarakat dan wisatawan dapat menikmati momen liburan Nataru dengan aman.
Fenomena ubur-ubur yang menarik perhatian masyarakat ini memiliki ciri khas dengan warna biru dan bentuknya yang unik, namun jika disentuh secara langsung dapat menyebabkan sengatan yang menyakitkan. Oleh karena itu, pengawasan dan kesiapsiagaan menjadi langkah preventif yang sangat penting.
Dengan panjang pantai mencapai 113 kilometer dan lima wilayah pantai selatan yang menjadi primadona wisatawan, strategi pengamanan terpadu antara Satpol PP, SRI, dan tenaga medis ini menjadi langkah proaktif Pemprov DIY.
Kesiagaan ini juga sejalan dengan arahan Sultan HB X agar masyarakat dan wisatawan tidak perlu khawatir akan risiko yang ditimbulkan oleh ubur-ubur saat menikmati liburan.
Secara keseluruhan, pemerintah provinsi menekankan pentingnya kesadaran wisatawan untuk tetap waspada saat berada di kawasan pantai.
Kehadiran personel dan tenaga medis di lokasi-lokasi strategis diharapkan mampu memberikan penanganan cepat jika terjadi sengatan ubur-ubur, sehingga liburan dapat tetap aman dan menyenangkan.
Selain aspek keselamatan, pengaturan lalu lintas menjadi prioritas utama selama Nataru. Dengan perkiraan arus kendaraan mencapai 4 juta unit, jalur alternatif yang disiapkan Dishub DIY diharapkan mampu mengurangi kepadatan di pusat kota. Langkah ini juga sekaligus menjaga pengalaman wisata tetap nyaman, tanpa gangguan kemacetan yang berlebihan.
Dengan kombinasi pengamanan pantai, kesiagaan tenaga medis, dan pengaturan arus lalu lintas, Pemprov DIY menegaskan komitmennya untuk menghadirkan liburan Nataru yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi masyarakat maupun wisatawan domestik yang berkunjung ke Yogyakarta.







