Museum Louvre Paris Dibobol! Komplotan Pencuri Gondol Mahkota dan Perhiasan Era Napoleon dalam 4 Menit, Ini Penampakannya!

Museum louvre paris dijaga ketat setelah peristiwa perampokanMuseum louvre paris dijaga ketat setelah peristiwa perampokan

INBERITA.COM, Aksi pencurian nekat mengguncang Museum Louvre di Paris, Prancis. Dalam waktu kurang dari lima menit, sekelompok pencuri profesional berhasil membobol salah satu galeri paling bersejarah di dunia itu dan membawa kabur delapan perhiasan antik peninggalan era Napoleon Bonaparte.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (19/10/2025) pagi ini sontak menggemparkan publik dan memicu sorotan internasional.

Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, mengonfirmasi adanya pembobolan di Museum Louvre. Lewat akun media sosial X, ia menulis, “Perampokan terjadi pagi ini saat pembukaan Museum Louvre.” Ia juga menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Pencurian ini terjadi dengan sangat cepat. Pelaku tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 waktu setempat, dan hanya sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 09.40, mereka telah meninggalkan lokasi dengan membawa sejumlah barang berharga.

“Operasi ini berlangsung hampir empat menit—sangat cepat. Harus kami akui bahwa mereka profesional,” ujar Dati, dikutip dari Al Jazeera, Senin (20/10/2025).

Menurut keterangan resmi, komplotan pencuri terdiri dari empat orang. Mereka mengenakan topeng dan menggunakan truk berisi tangga elektrik yang biasa dipakai untuk mengangkat furnitur.

Dengan alat tersebut, mereka berhasil mengakses Galeri Apollo melalui jendela dan menggunakan gerinda sudut untuk memotong bilik kaca pelindung perhiasan.

Delapan perhiasan antik berhasil digondol pelaku, sebagian besar merupakan milik keluarga kekaisaran Prancis.

Di antaranya adalah tiara dari set perhiasan Ratu Marie-Amelie dan Ratu Hortense, kalung dan anting safir dari set yang sama, serta kalung dan anting zamrud milik Permaisuri Marie-Louise, istri Napoleon I. Dua bros berharga dan tiara Permaisuri Eugenie—istri Napoleon III—juga ikut raib.

Namun salah satu barang paling berharga, yakni mahkota Permaisuri Eugenie yang bertabur 1.354 berlian dan 56 zamrud, ditemukan rusak di luar dinding museum. Diduga, mahkota tersebut terjatuh saat para pencuri melarikan diri.

Perhiasan dan mahkota yang dicuri dari museum louvre

Menteri Kehakiman Prancis, Gerald Darmanin, menyebut kejadian ini sebagai “kegagalan” sistem keamanan.

Dalam wawancaranya dengan Radio France Inter, Darmanin mengkritik bagaimana pencuri bisa bebas memarkir truk pengangkut di tengah kota Paris dan melakukan pencurian dalam hitungan menit.

“Yang pasti, kita telah gagal. Ini memberikan citra buruk bagi Prancis,” tegasnya.

Sementara itu, Jaksa Agung Paris, Laure Beccau, mengungkapkan bahwa total 60 penyidik dikerahkan untuk mengusut kasus ini. Beccau mengatakan, pihaknya yakin kelompok pencuri ini merupakan bagian dari sindikat kriminal terorganisir.

“Geng kriminal terorganisasi dapat memiliki dua tujuan: memenuhi pesanan yang diberikan kepada mereka atau menggunakan permata untuk tujuan pencucian uang,” ujar Beccau, dikutip dari AFP.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa para pencuri kabur menggunakan skuter dan sempat mengancam penjaga museum dengan peralatan berat yang mereka bawa.

Penyelidikan mendalam saat ini tengah berlangsung, termasuk pemeriksaan rekaman CCTV dan barang bukti yang tertinggal di lokasi.

Salah satu pelaku diketahui mengenakan rompi kuning yang kini telah ditemukan oleh aparat. Klip pendek dari kejadian ini, yang diduga direkam oleh pengunjung, sempat beredar dan memperlihatkan pencuri dengan wajah tertutup sedang mengangkut barang-barang curian.

Galeri Apollo, tempat kejadian, dikenal sebagai salah satu bagian paling prestisius dari Museum Louvre.

Galeri ini menyimpan berbagai permata tak ternilai lainnya, termasuk tiga berlian bersejarah—Regent, Sancy, dan Hortensia—serta koleksi bejana batu keras milik raja-raja Prancis. Peristiwa pencurian ini pun menimbulkan kekhawatiran serius soal keamanan koleksi seni dan sejarah yang tersimpan di museum.

Akibat kejadian tersebut, pihak Museum Louvre memutuskan untuk menutup akses kunjungan pada Senin (20/10).

“Museum tidak buka hari ini,” ujar seorang pejabat museum kepada AFP.

Papan pengumuman yang dipasang di lokasi menyebutkan bahwa museum tutup karena “situasi luar biasa”, dan pengunjung yang sudah membeli tiket akan mendapatkan pengembalian dana.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengungkapkan bahwa pencurian ini kemungkinan besar dilakukan oleh tim pencuri profesional yang sangat berpengalaman. Ia bahkan menyebut mereka bisa jadi merupakan warga asing.

“Penindakan dari staf museum berhasil memaksa mereka kabur dan meninggalkan beberapa alat yang digunakan dalam pencurian,” ujar Nunez.

Pihak kepolisian dan otoritas kebudayaan Prancis berharap perhiasan yang dicuri bisa segera ditemukan kembali. Proses pencarian dan investigasi besar-besaran pun terus digencarkan untuk memburu pelaku dan mengamankan kembali warisan sejarah yang sangat berharga tersebut.

Insiden ini menjadi pukulan keras bagi sistem keamanan museum terbesar dan paling banyak dikunjungi di dunia tersebut.

Lebih dari sekadar perampokan, pencurian ini mengungkap celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mencuri aset budaya dan sejarah global yang tak ternilai harganya. (xpr)