INBERITA.COM, Penyelidikan kasus hilangnya atlet golf Jesslyn Wijaya Lay memasuki babak baru setelah kepolisian mengungkap hasil penelusuran awal yang mengubah arah penyelidikan.
Di tengah beredarnya dugaan penculikan, penyidik menemukan data yang menunjukkan Jesslyn meninggalkan Indonesia bersama dua anggota keluarganya.
Informasi tersebut diperoleh berdasarkan penelusuran manifes penerbangan yang dilakukan penyidik. Dari hasil sementara, Jesslyn diketahui tidak bepergian seorang diri, melainkan bersama ibu dan bibinya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra mengatakan ketiganya terbang dari Indonesia menuju Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum melanjutkan perjalanan ke Bangkok, Thailand.
“(Terbang) bersama ibu dan bibinya. Terbang dari Indonesia ke Kuala Lumpur lalu ke Bangkok,” kata Roby saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (23/7/2026).
Meski telah menemukan jejak perjalanan tersebut, kepolisian menegaskan bahwa informasi itu belum cukup untuk menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi.
Dugaan penculikan yang sebelumnya mencuat masih dalam tahap pendalaman karena penyidik belum memperoleh keterangan langsung dari Jesslyn maupun keluarganya.
“Belum ada komunikasi sama keluarganya maupun Jesslyn. Jadi belum bisa kita pastikan apakah penculikan atau bukan,” ujar Roby.
Saat ini fokus penyidik adalah memastikan kondisi Jesslyn sekaligus memperoleh penjelasan mengenai alasan keberangkatannya ke luar negeri.
Polisi berupaya membuka komunikasi dengan pihak keluarga agar seluruh informasi yang berkembang dapat diverifikasi secara menyeluruh.
“Kita mencoba klarifikasi dengan keluarga terkait peristiwa yang terjadi dan keselamatan Jesslyn,” tambahnya.
Perkembangan terbaru tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya kabar hilangnya Jesslyn memunculkan dugaan bahwa atlet golf tersebut menjadi korban penculikan.
Namun, dengan ditemukannya data perjalanan internasional, penyidik kini masih mengumpulkan fakta-fakta lain sebelum mengambil kesimpulan mengenai ada atau tidaknya unsur tindak pidana.
Di sisi lain, calon suami Jesslyn, Evan, juga telah dimintai keterangan oleh penyidik. Kuasa hukumnya, Andi Darti, mengatakan kliennya saat ini lebih mengutamakan kepastian mengenai keberadaan dan keselamatan Jesslyn dibandingkan berbagai spekulasi yang berkembang di ruang publik.
“Kemarin calon suami Jesslyn didengarkan keterangannya di Polres. Dan Evan selaku calon suami saat ini fokus untuk memastikan keberadaan dan keselamatan Jesslyn,” ujar Andi Darti.
Meski polisi telah menemukan data penerbangan menuju Kuala Lumpur, pihak Evan mengaku masih belum dapat memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi.
Menurut Andi, terdapat sejumlah petunjuk yang masih perlu didalami penyidik, termasuk kemungkinan adanya perencanaan sebelum Jesslyn meninggalkan Indonesia.
“Kami belum bisa memastikan, tetapi ada beberapa bukti petunjuk yang menurut saya selaku kuasa hukum harus didalami, yakni ada perencanaan terlebih dahulu,” katanya.
Penyelidikan juga mengungkap bahwa Jesslyn selama hampir sepuluh bulan terakhir diketahui tidak lagi tinggal bersama orang tuanya. Ia menetap sendiri di sebuah apartemen di kawasan Pluit, Jakarta Utara.
Menurut kuasa hukum Evan, berbagai barang pribadi Jesslyn masih berada di apartemen tersebut. Kondisi itu menjadi salah satu hal yang ikut diperhatikan dalam proses penyelidikan karena dapat membantu menggambarkan aktivitas terakhir sebelum keberangkatannya.
Selain itu, Jesslyn dan Evan disebut tengah mempersiapkan pernikahan yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Informasi tersebut menambah perhatian publik terhadap kasus ini karena kepergian Jesslyn terjadi di tengah persiapan menuju hari bahagia mereka.
Meski demikian, hingga kini belum terdapat pernyataan resmi dari Jesslyn maupun keluarganya mengenai alasan keberangkatan ke luar negeri.
Polisi pun mengingatkan bahwa seluruh dugaan yang berkembang masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan.
Dalam penanganan perkara orang hilang, aparat penegak hukum umumnya akan mencocokkan berbagai sumber informasi, mulai dari data perjalanan, komunikasi, hingga keterangan saksi, sebelum menentukan apakah terdapat unsur pidana atau persoalan pribadi.
Karena itu, penyidik masih terus mengumpulkan bukti dan berupaya menjalin komunikasi dengan keluarga Jesslyn.
Langkah tersebut dinilai penting agar kepolisian dapat memastikan situasi yang sebenarnya sekaligus memberikan kepastian hukum atas laporan yang telah diterima.
Hingga Kamis (23/7/2026), status penyelidikan masih berlangsung. Polisi belum menyimpulkan adanya tindak pidana penculikan maupun memastikan bahwa kepergian Jesslyn sepenuhnya dilakukan atas kehendaknya sendiri.
Semua kemungkinan masih terbuka sambil menunggu hasil klarifikasi dari pihak-pihak yang terkait secara langsung.







