INBERITA.COM, Bekam, atau yang lebih dikenal dengan sebutan hijamah, adalah salah satu alternatif terapi yang semakin banyak dipilih orang untuk meredakan berbagai masalah kesehatan.
Teknik ini tidak hanya digunakan sebagai terapi tradisional, tetapi juga telah memperoleh tempat di berbagai kalangan karena manfaatnya yang luas. Lantas, apa saja manfaat bekam untuk kesehatan?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bekam didefinisikan sebagai bekas pijatan atau tindihan pada kulit yang dihasilkan melalui teknik pengobatan tertentu.
Bekam, yang juga disebut sebagai hijamah, merupakan teknik yang berfokus pada pengeluaran darah kotor dari dalam tubuh untuk menghilangkan racun.
Proses ini dilakukan dengan cara menstimulasi permukaan kulit menggunakan alat bekam yang bisa menciptakan vakum, yang kemudian mengeluarkan darah kotor melalui pori-pori kulit.
Menurut buku Donor Darah Terbukti Turunkan Resiko Penyakit Jantung & Stroke karya Gamal Komandoko, bekam adalah metode untuk membuang racun dari tubuh dengan cara mengeluarkan darah yang telah terkontaminasi oleh berbagai sisa metabolisme.
Praktik ini telah digunakan dalam berbagai budaya sebagai bentuk pengobatan alternatif.
Manfaat Bekam untuk Kesehatan
Terapinya yang sederhana dan tidak memerlukan obat kimia membuat bekam banyak dipilih oleh mereka yang ingin menjaga kesehatan tubuh.
Adapun berbagai manfaat bekam untuk kesehatan tubuh antara lain adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan Sirkulasi Darah
Salah satu manfaat utama bekam adalah meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh. Selama proses bekam, folikel rambut pada kulit akan terstimulasi, yang pada gilirannya membantu meningkatkan suplai nutrisi ke seluruh tubuh, termasuk pada rambut dan kulit.
Selain itu, pori-pori kulit yang terbuka juga memungkinkan peningkatan metabolisme dan membantu mengeluarkan racun atau zat berbahaya yang mengendap dalam tubuh.
Proses ini diharapkan dapat memperbaiki aliran darah dan mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
2. Menghilangkan Kekejangan Otot
Bekam dapat berfungsi efektif untuk mengatasi kekejangan otot. Ketika dilakukan pada area tertentu, bekam dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah di otot, mengirimkan lebih banyak oksigen ke serat-serat otot, serta membantu mengeluarkan asam laktat yang terperangkap.
Dengan demikian, bekam dapat meredakan kelelahan otot dan kekakuan yang disebabkan oleh kekejangan otot.
3. Mengurangi Nyeri Sendi
Bagi mereka yang sering mengalami nyeri sendi, bekam bisa menjadi alternatif pengobatan yang efektif. Bekam membantu merangsang sirkulasi darah di area sendi, yang dapat mengurangi rasa sakit dan bengkak yang sering terjadi pada sendi.
Proses ini juga dapat merangsang tubuh untuk mengeluarkan cairan sinovial yang berfungsi sebagai pelumas sendi, sehingga mengurangi gesekan dan meningkatkan mobilitas sendi.
4. Mengurangi Peradangan
Bekam dapat membantu mengurangi peradangan di tubuh. Proses pengeluaran darah yang terkontaminasi atau cairan pemicu peradangan membantu mengurangi peradangan lokal, termasuk dalam hal ini zat histamin yang dapat menyebabkan peradangan.
Selain itu, meningkatnya jumlah sel darah merah dan sel darah putih setelah bekam dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga berkontribusi pada penyembuhan dan pembersihan tubuh.
5. Menurunkan Risiko Hipertensi
Bekam juga terbukti bermanfaat untuk menurunkan risiko hipertensi (tekanan darah tinggi). Dengan mengurangi volume darah melalui proses bekam, tubuh mengalami penurunan tekanan darah yang bisa mengurangi gejala-gejala hipertensi, seperti pusing, sakit kepala, dan kelelahan.
Selain itu, proses ini juga dapat meningkatkan elastisitas pembuluh darah, yang pada gilirannya membantu mengelola tekanan darah.
6. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Salah satu keuntungan lain dari bekam adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Proses pembersihan darah yang dilakukan selama bekam membantu tubuh untuk mengeluarkan racun dan metabolit yang tidak diperlukan.
Zat seperti asam urat, ferritin, dan urea yang terakumulasi dalam tubuh dapat dikeluarkan, sehingga memperbaiki keseimbangan tubuh dan memperkuat kekebalan tubuh secara alami.
Efek Samping Bekam
Sebagian orang mungkin merasakan efek samping ringan setelah menjalani terapi bekam. Efek samping ini biasanya berupa rasa perih, gatal, atau meriang setelah terapi. Beberapa orang juga mungkin merasakan pusing atau sakit di area kepala.
Meskipun begitu, efek samping yang lebih serius sangat jarang terjadi. Risiko komplikasi baru muncul jika alat yang digunakan untuk bekam tidak steril.
Infeksi atau abses pada kulit dapat terjadi apabila alat bekam terkontaminasi. Selain itu, ada beberapa area tubuh yang sebaiknya dihindari untuk bekam.
Menurut buku Bekam Tauhid Sehat Menyehatkan oleh Nanang Nilson, titik-titik bekam yang tidak dianjurkan termasuk area tubuh yang memiliki banyak simpul limpa, pembuluh darah besar, dan area yang memiliki tumor, varises, luka terbuka, atau retak tulang.
Oleh karena itu, praktik bekam perlu dilakukan dengan hati-hati dan memerlukan pemahaman yang baik tentang titik-titik yang aman untuk dibekam.
Berapa Lama Bekas Bekam Hilang?
Umumnya, bekas bekam dapat hilang dalam waktu 2 hingga 3 hari. Namun, ini bisa bervariasi tergantung pada kondisi kulit individu.
Untuk mempercepat penyembuhan, oleskan minyak alami seperti minyak zaitun atau minyak habbatussauda pada area bekas bekam dan hindari agar bagian tersebut tidak terkena air dalam beberapa jam setelah terapi. Pada beberapa orang, bekas bekam bisa hilang lebih cepat jika dirawat dengan tepat.
Bekam adalah terapi yang menawarkan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari memperbaiki sirkulasi darah hingga meningkatkan kekebalan tubuh.
Namun, seperti halnya terapi lainnya, bekam juga memerlukan perhatian pada penggunaan alat yang steril dan penerapan teknik yang benar agar efek positifnya dapat dirasakan secara maksimal tanpa menimbulkan risiko.
Jika dilakukan dengan tepat, bekam bisa menjadi alternatif pengobatan yang aman dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. (xpr)







