INBERITA.COM, BANJARNEGARA — Bencana longsor kembali melanda wilayah rawan di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Sebanyak 20 rumah di Dukuh Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, tertimbun material longsoran pada Minggu (16/11/2026) sore sekitar pukul 15.45 WIB.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari, memicu pergerakan tanah pada bukit yang berada tepat di atas permukiman warga.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 45 warga sempat terisolasi akibat akses jalan yang tertutup material longsor dan kondisi lokasi yang sulit dijangkau.
Selain itu, 660 warga terpaksa mengungsi ke titik aman setelah rumah mereka terdampak maupun berpotensi terkena longsor susulan.
BNPB melaporkan bahwa pergerakan tanah masih terus terjadi, membuat evakuasi harus dilakukan dengan hati-hati.
Informasi yang diterima pada Minggu malam menyebutkan bahwa ada dua warga yang terjebak di rumahnya saat longsor terjadi.
Tim gabungan berupaya keras menembus timbunan tanah untuk melakukan penyelamatan. Tiga warga berhasil dievakuasi dalam kondisi luka dan segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Mereka mendapatkan perawatan di Puskesmas Pandanarum serta RSUD BNA, mengingat luka yang dialami memerlukan penanganan medis.
Situasi di lokasi bencana langsung mendapat respons cepat dari pemerintah kecamatan. Camat Pandanarum, Agung Dwiatmoko, menyampaikan bahwa sebanyak 120 kepala keluarga (KK) di empat RT di sekitar area rawan longsor telah diminta mengosongkan rumah.
Warga diarahkan ke lokasi pengungsian dan rumah-rumah penduduk yang dinilai aman dari pergerakan tanah.
“Saat ini, mereka telah mengungsi di tempat yang lebih aman, di antaranya di Pendopo Pandanarum dan rumah warga yang masih aman, karena kondisi tanah yang masih bergerak,” ujar Agung pada Minggu malam.
Proses evakuasi berjalan dinamis. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan, hingga warga sekitar tampak bahu membahu membersihkan akses jalan dan membantu pemindahan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Hingga Minggu malam, pencarian warga terdampak dan verifikasi jumlah kerusakan rumah akibat longsor masih dalam tahap pendataan.
Di tengah situasi darurat tersebut, kabar baik datang dari otoritas kebencanaan daerah. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara, Raib Sekhudin, memastikan bahwa tidak ada korban meninggal dunia hingga Minggu pukul 22.00 WIB.
“Dalam kejadian tanah longsor di Kecamatan Pandanarum, sampai pukul 22.00 malam tidak ada korban jiwa,” kata Raib, dikutip dari laporan yang diterima.
Meski demikian, Raib menegaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendataan di lapangan karena kondisi cuaca dan topografi membuat akses menuju beberapa titik longsor cukup sulit.
Petugas harus bekerja ekstra mengingat risiko longsor susulan masih tinggi. BPBD juga terus memantau pergerakan tanah melalui laporan masyarakat serta observasi visual di sejumlah titik kritis.
Menurut Raib, longsoran bukit yang ambrol tersebut menyapu rumah-rumah di empat RT, yakni RT 01 hingga RT 04 di RW 03, Dukuh Situkung.
Material longsor berupa tanah liat dan bebatuan mengalir dari puncak bukit dan menghantam permukiman yang berada tepat di bawahnya.
Kondisi geografis yang berupa perbukitan dengan tingkat kelerengan tinggi membuat daerah ini rentan terhadap bencana saat intensitas hujan meningkat.
Sementara itu, warga yang mengungsi mengaku masih shock dengan kejadian tersebut. Sebagian besar tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga karena longsor terjadi begitu cepat.
Hujan deras yang memicu suara gemuruh dari arah bukit membuat warga panik dan berlari menyelamatkan diri.
Di lokasi pengungsian, petugas menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan, selimut, dan tikar. Anak-anak terlihat berkumpul bersama relawan, sementara warga dewasa masih mencoba menghubungi sanak saudara yang belum diketahui keberadaannya pada awal kejadian.
Pemerintah kecamatan memastikan bahwa logistik akan terus didistribusikan mengingat jumlah pengungsi yang mencapai ratusan orang.
Upaya pembersihan material longsor dan pembukaan akses jalan diprediksi membutuhkan waktu karena ketebalan timbunan tanah di beberapa titik mencapai lebih dari satu meter.
Peralatan berat direncanakan akan dikerahkan pada Senin pagi jika kondisi cuaca memungkinkan. Prioritas utama petugas saat ini adalah memastikan keselamatan warga, memverifikasi kondisi rumah yang terdampak, serta melakukan asesmen struktur bukit untuk memitigasi risiko bencana susulan.
Hingga laporan ini diturunkan, pemerintah daerah dan tim penanganan bencana masih berada di lokasi untuk memastikan seluruh warga sudah dievakuasi dan kebutuhan dasar di pengungsian terpenuhi.
Perkembangan penanganan longsor di Banjarnegara ini akan terus diperbarui seiring proses pendataan dan evakuasi yang masih berlangsung. (mms)







