Hari Ketiga, Tim SAR Cilacap Temukan 8 Jenazah Korban Tanah Longsor di Desa Cibeunying Majenang

Update pencarian korban tanah longsor majenang CilacapUpdate pencarian korban tanah longsor majenang Cilacap

INBERITA.COM, Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban tanah longsor yang terjadi di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, menunjukkan perkembangan signifikan pada hari ketiga pencarian, Sabtu (15/11/2025).

Tim SAR gabungan berhasil menemukan delapan jenazah sekaligus yang tertimbun material longsor yang menutup permukiman warga. Temuan ini merupakan temuan terbesar selama operasi pencarian yang telah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya.

Kepala Kantor Basarnas Pos SAR Cilacap, M Abdullah, mengungkapkan bahwa temuan pada hari ketiga ini adalah jumlah evakuasi korban terbanyak sejak operasi dimulai.

“Temuan pada hari ketiga ini adalah yang terbesar hingga saat ini,” kata Abdullah kepada wartawan, Sabtu (15/11/2025).

Dengan temuan terbaru ini, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 11 orang, sementara sebelumnya dilaporkan ada 23 korban yang tertimbun tanah longsor.

Rinciannya, pada hari pertama, dua korban berhasil ditemukan, diikuti dengan satu korban pada hari kedua. Namun, pada hari ketiga, tim SAR berhasil mengevakuasi delapan korban sekaligus.

“Sehingga kita masih memiliki 12 korban lainnya yang harus ditemukan. Kami akan terus mengoptimalkan pencarian pada hari berikutnya,” ujar Abdullah, menambahkan bahwa pencarian akan dilanjutkan dengan fokus pada sektor-sektor yang belum terjangkau.

Namun, meskipun ada perkembangan yang signifikan dalam pencarian, operasi SAR pada hari ketiga ini terpaksa dihentikan lebih cepat dari yang direncanakan.

Hujan lebat yang turun di lokasi membuat kondisi medan menjadi sangat berbahaya untuk melanjutkan proses evakuasi.

Hal ini membuat tim SAR harus menghentikan operasinya lebih awal untuk memastikan keselamatan para petugas yang terlibat.

Penemuan Jenazah di Tiga Sektor Pencarian

Rincian penemuan jenazah pada hari ketiga tersebar di tiga lokasi yang telah dibagi dalam sektor-sektor pencarian.

Di sektor A-2, tim SAR berhasil menemukan tiga korban, yakni Muhamad Hafiz (6) pada pukul 10.06 WIB, Nur Isnaini (30) pada pukul 10.44 WIB, dan Asmanto (70) pada pukul 11.37 WIB. Meskipun sudah menemukan tiga jenazah, masih ada lima korban yang belum ditemukan di sektor A-2.

Di sektor A-3, tim SAR menemukan empat jenazah, yaitu Febriansyah (5) pada pukul 13.39 WIB, Rizky Pratama Ramdhan (9) pada pukul 13.43 WIB, Dani Setiawan (29) pada pukul 13.45 WIB, dan Satini (28) pada pukul 14.22 WIB.

Setelah penemuan empat korban tersebut, sektor A-3 dinyatakan selesai atau ditutup karena seluruh area pencarian di sektor tersebut telah selesai dievakuasi.

Sementara itu, di sektor A-1, tim SAR menemukan satu korban atas nama Rusyanto (60) pada pukul 14.21 WIB.

Dua korban lainnya masih dalam pencarian di sektor ini, dan tim SAR berharap dapat segera menemukan mereka jika cuaca memungkinkan.

Proses Evakuasi Menggunakan Alat Berat

Proses evakuasi seluruh jenazah dilakukan dengan bantuan alat berat. Medan di lokasi dipenuhi material tanah yang sangat tebal, serta reruntuhan bangunan yang menutup pemukiman warga.

Kedalaman timbunan material longsor di beberapa titik mencapai kedalaman tiga hingga delapan meter. Oleh karena itu, tim SAR membutuhkan alat berat untuk mengangkat material longsor dan membuka jalur evakuasi.

Abdullah mengungkapkan bahwa operasi SAR akan dilanjutkan pada hari Minggu (16/11/2025) dengan fokus pencarian di sektor A-1, A-2, serta sektor B-1 dan B-2.

“Jika cuaca memungkinkan, pencarian akan dilanjutkan dengan memprioritaskan sektor-sektor yang masih menyisakan korban,” kata Abdullah.

Setelah berhasil mengevakuasi jenazah, seluruhnya dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Majenang untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Langkah identifikasi ini sangat penting guna memastikan identitas korban yang ditemukan, serta memberikan kepastian bagi keluarga korban yang menunggu kabar.

Masyarakat setempat dan keluarga korban sangat berharap agar tim SAR dapat terus bekerja keras untuk menemukan seluruh korban yang masih hilang.

Meskipun tantangan besar berupa cuaca dan kondisi medan yang berat terus menghambat proses pencarian, tim SAR berkomitmen untuk melanjutkan operasi ini dengan segala upaya.

Dengan terus mengoptimalkan pencarian dan berharap cuaca yang mendukung, tim SAR bertekad untuk menyelesaikan tugasnya, memberikan kepastian kepada keluarga korban, dan menuntaskan misi penyelamatan ini. (xpr)