INBERITA.COM, Argentina memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah melewati pertandingan penuh drama melawan debutan turnamen, Cape Verde.
Juara bertahan harus bekerja keras hingga babak perpanjangan waktu sebelum mengamankan kemenangan tipis 3-2 dalam laga yang berlangsung sengit.
Hasil tersebut membawa Argentina melaju ke fase gugur, di mana mereka dijadwalkan menghadapi Mesir pada 7 Juli.
Meski berstatus unggulan, tim asuhan Albiceleste dipaksa mengeluarkan kemampuan terbaiknya oleh Cape Verde yang tampil disiplin dan beberapa kali mampu menyulitkan lini pertahanan lawan.
Sejak peluit awal dibunyikan, Argentina menguasai jalannya pertandingan. Namun dominasi penguasaan bola belum mampu diterjemahkan menjadi peluang berbahaya.
Cape Verde tampil rapat di lini belakang sehingga membuat juara dunia itu kesulitan menembus pertahanan lawan sepanjang setengah jam pertama.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-30 melalui aksi Lionel Messi. Berawal dari umpan terobosan akurat Lisandro Martínez, kapten Argentina itu mengontrol bola dengan baik sebelum melepaskan tendangan keras yang tak mampu dihentikan kiper Vozinha.
Gol tersebut menjadi gol ke-20 Messi sepanjang kariernya di ajang Piala Dunia sekaligus membawa Argentina unggul 1-0.
Setelah memimpin, Argentina semakin agresif. Enzo Fernández hampir menggandakan keunggulan, tetapi penampilan gemilang Vozinha di bawah mistar gawang Cape Verde membuat skor tetap bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Cape Verde tampil jauh lebih berani. Tim asal Afrika itu mulai mampu keluar dari tekanan dan menciptakan beberapa peluang berbahaya.
Upaya tersebut membuahkan hasil ketika Deroy Duarte berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gelandang yang memperkuat Ludogorets Razgrad itu melepaskan penyelesaian yang melewati sela kaki bek Argentina sebelum bersarang di gawang Emiliano Martínez.
Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan. Argentina langsung merespons melalui sejumlah peluang emas yang kembali melibatkan Messi. Sang kapten sempat berhadapan satu lawan satu dengan Vozinha, tetapi gagal menaklukkan penjaga gawang veteran tersebut.
Beberapa saat kemudian, Messi kembali mengancam melalui tendangan bebas melengkung ke sudut gawang. Namun lagi-lagi Vozinha tampil impresif dengan penyelamatan gemilang yang menjaga skor tetap imbang.
Hingga waktu normal berakhir, kedua tim tidak mampu menambah gol sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Argentina langsung mengambil inisiatif serangan setelah tambahan waktu dimulai. Kurang dari dua menit berjalan, Nicolás Tagliafico berada dalam posisi yang dinyatakan sah saat situasi bola mati, sebelum Lisandro Martínez memanfaatkan peluang tersebut menjadi gol dan membawa Argentina kembali memimpin 2-1.
Keunggulan itu ternyata belum cukup mengamankan kemenangan. Menjelang berakhirnya babak pertama perpanjangan waktu, Sidny Lopes Cabral mencetak gol spektakuler melalui tembakan melengkung yang gagal dijangkau Emiliano Martínez.
Gol tersebut membuat Cape Verde kembali menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan menjaga asa menciptakan kejutan.
Saat pertandingan tampak mengarah ke adu penalti, Argentina akhirnya menemukan gol penentu.
Pada menit ke-111, Lionel Messi mengirim umpan yang disambut sundulan Cristian Romero. Bek tengah tersebut mengarahkan bola ke sudut jauh gawang dan membawa Argentina kembali unggul 3-2.
Cape Verde belum menyerah setelah kembali tertinggal. Tim debutan itu terus menekan hingga menit-menit akhir, termasuk melalui peluang emas Sidny Lopes Cabral yang kembali menguji refleks Emiliano Martínez.
Kiper Argentina tampil sigap menggagalkan peluang tersebut dan memastikan keunggulan timnya tetap terjaga. Skor 3-2 bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan dramatis itu memastikan Argentina melaju ke babak 16 besar.
Sementara Cape Verde harus mengakhiri kiprahnya setelah memberikan perlawanan sengit yang mendapat apresiasi luas berkat penampilan disiplin dan semangat juang tinggi sepanjang pertandingan.







