INBERITA.COM, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas dukungan yang diberikan dalam konflik melawan Amerika Serikat.
Ucapan tersebut disampaikan saat pertemuan bilateral di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Kirgistan pada 1 September 2026.
“Kami berterima kasih atas sikap Anda selama perang, selama konflik, selama sanksi AS,” kata Pezeshkian kepada wartawan Sputnik.
Ia juga menekankan bahwa dukungan Rusia telah terbukti di berbagai forum internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pezeshkian menambahkan bahwa Rusia selalu berdiri di sisi Iran dalam menghadapi tekanan dari Washington.
Pezeshkian menyatakan keyakinannya bahwa Iran akan mampu keluar sebagai pemenang dari konflik yang sedang berlangsung. Ia menegaskan bahwa meskipun menghadapi sanksi ekonomi yang berat dari AS, Iran tetap optimis.
“Kami yakin kami akan menang,” ujarnya tanpa menyebutkan detail strategi yang digunakan.
Dalam pertemuan tersebut, Pezeshkian juga membuka peluang bagi Amerika Serikat untuk kembali ke jalur diplomasi.
Ia menyebutkan bahwa Iran siap mematuhi Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani dengan Presiden AS Donald Trump pada 17 Juni 2026.
“Jika Amerika Serikat kembali mematuhi kewajiban yang telah ditetapkan dalam kerangka memorandum ini, kami juga akan mematuhi semua langkah-langkah ini,” katanya.
Pezeshkian menegaskan bahwa sanksi terbaru yang dijatuhkan AS terhadap Iran tidak memiliki dasar yang dapat dibenarkan. Ia menekankan bahwa langkah-langkah tersebut hanya akan memperburuk hubungan kedua negara.
“Sanksi terbaru AS terhadap Iran tidak dapat dibenarkan,” tegasnya.
Pertemuan antara Pezeshkian dan Putin di SCO menjadi sorotan karena menunjukkan soliditas hubungan antara Iran dan Rusia. Kedua negara telah lama menjalin kerja sama strategis, terutama dalam menghadapi tekanan dari Barat.
Laporan media sebelumnya menyebutkan bahwa Rusia telah memberikan dukungan diplomatik dan ekonomi kepada Iran.







