INBERITA.COM, Kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman nelayan di Dok V, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, pada Senin (31/8/2026) siang.
Laporan sementara pemerintah daerah menyebut sedikitnya 550 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal diperkirakan mencapai sekitar 3.200 jiwa.
Api mulai terlihat sekitar pukul 14.40 WIT dari salah satu kamar kos di kawasan padat tersebut.
Seorang saksi mata mengatakan kobaran api tiba-tiba membesar dan menjalar ke bangunan lain karena konstruksi rumah yang sebagian besar terbuat dari material semi permanen dan jarak antarbangunan yang sangat berdekatan. Kondisi ini menyebabkan api dengan cepat merambat ke seluruh pemukiman.
Petugas gabungan dari pemadam kebakaran, water canon, dan mobil tangki pemasok air dikerahkan untuk memadamkan api. Api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.00 WIT setelah upaya ekstensif.
Kapolresta Jayapura Kota Komisaris Besar Polisi Fredrickus Maclarimboen menjelaskan bahwa akses jalan yang terbatas dan tata letak pemukiman di pinggir pantai menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.
Keterbatasan akses tersebut membuat petugas sulit menjangkau titik-titik kebakaran, sementara bangunan yang mudah terbakar semakin memperburuk situasi.
Penyebab kebakaran hingga kini belum dapat dipastikan. Kepolisian masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan dan data di lokasi setelah api benar-benar padam.
Kabag Ops Polresta Jayapura Kota Kompol I Nengah S. Gapar bersama personel piket fungsi, Tim Identifikasi Satreskrim Polresta Jayapura Kota, dan jajaran Polsek Jayapura Utara diturunkan untuk menangani lokasi kejadian.
Polresta Jayapura Kota juga mengerahkan satu unit kendaraan AWC (Armoured Water Cannon) untuk membantu proses pemadaman.
“Penyebab pasti terjadinya kebakaran masih dalam proses pendalaman. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan bersama-sama menjaga keamanan di sekitar lokasi kejadian,” kata I Nengah.
Pemerintah Kota Jayapura mengarahkan warga terdampak ke posko bantuan di Lapangan Basket, belakang tribun selatan Stadion Mandala Jayapura.
Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru menyebut data awal mencatat 2.392 jiwa terdampak, namun jumlah tersebut masih bersifat sementara dan terus diperbarui.
Pendataan di lapangan menunjukkan jumlah warga di wilayah terdampak diperkirakan lebih dari 550 KK, dengan rincian sekitar 200 KK di RT 002 dan sekitar 350 KK di RT 007. Rustan menyatakan data yang ada masih sementara karena area yang terbakar cukup luas.
“Kejadian ini berlangsung sangat cepat sehingga masyarakat kehilangan tempat tinggal dan harta benda,” ujarnya.
Pemkot Jayapura menyiapkan tenda pengungsian serta kebutuhan dasar bagi warga, termasuk makanan siap saji, air bersih, fasilitas sanitasi, dan jamban. Warga diminta melapor melalui ketua RT masing-masing untuk pencatatan yang lebih akurat.
“Silakan warga melapor melalui RT agar mendapatkan jumlah yang sebenarnya sehingga pemerintah bisa membantu,” kata Rustan.
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri dan Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen meninjau langsung lokasi pengungsian korban kebakaran di belakang Stadion Mandala, Dok V, Distrik Jayapura Utara, pada Selasa (1/9/2026) dini hari.
Keduanya melihat kondisi warga yang tinggal di tenda-tenda darurat yang disediakan pemerintah.
“Penanganan pascakebakaran tidak hanya menyangkut pembersihan lokasi, tetapi juga kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat musibah tersebut,” ujar Aryoko.







