Ekskalasi Meningkat, Rusia Umumkan Rencana Serangan Besar-besaran Terhadap Infrastruktur Energi Ukraina

Gelombang Drone Rusia Serang Ibukota UkrainaGelombang Drone Rusia Serang Ibukota Ukraina
Serangan Rusia terhadap fasilitas energi Ukraina menyebabkan kerusakan besar di wilayah Poltava, Odesa, dan Kherson

INBERITA.COM, Rusia memulai persiapan serangan besar-besaran terhadap fasilitas energi Ukraina, demikian diumumkan Kementerian Pertahanan Rusia pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Langkah ini disebut sebagai respons atas serangan Ukraina yang menargetkan infrastruktur sipil dan sektor energi Rusia dalam beberapa pekan terakhir.

Pasukan Rusia terus melakukan serangan terkoordinasi pada malam hari terhadap fasilitas industri pertahanan Ukraina.

Eskalasi konflik semakin memanas usai aksi saling serang yang melibatkan infrastruktur energi kedua negara. Ukraina meningkatkan serangan menggunakan drone terhadap fasilitas energi dan industri Rusia.

Militer Ukraina mengklaim telah menembak jatuh tujuh rudal balistik dan 258 drone saat Rusia melancarkan serangan sepanjang Rabu malam hingga Kamis.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyatakan, “Pada malam hari, Rusia melancarkan serangan besar-besaran terhadap Ukraina, menargetkan pelabuhan, tempat penyimpanan gandum, energi, industri, dan infrastruktur lainnya menggunakan rudal balistik, dan hipersonik serta drone tempur.”

Gubernur Kharkiv Oleh Syniehubov juga melaporkan serangan yang menyasar pusat distribusi ritel di wilayah Kyiv dan pusat pengiriman milik perusahaan mainan. Gudang perusahaan coklat Roshen, yang didirikan mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko, juga hancur meski lokasinya berada di luar Kyiv.

Serangan Rusia juga menghantam kawasan industri, fasilitas energi, dan infrastruktur lainnya di wilayah Poltava bagian tengah, Odesa bagian selatan, serta kota Kryvyi Rih di tenggara.

Pembangkit Listrik Tenaga Termal di Kherson, Ukraina bagian selatan, mengalami kerusakan parah sehingga seluruh kapasitas pembangkit hilang.

CEO Naftogaz, Sergiy Fedorenko, menegaskan, “Rusia menyerang fasilitas yang sepenuhnya sipil yang menyediakan pemanas bagi sebagian besar bangunan tempat tinggal di Kherson.”

Di sisi lain, seorang anggota militer Rusia tewas akibat bom mobil di St. Petersburg pada Kamis lalu, sementara istrinya dilaporkan mengalami luka-luka.

Laporan wartawan menyebutkan, sepanjang perang, aksi pembunuhan telah menargetkan sejumlah personel militer penting Rusia, tokoh industri militer, serta pendukung perang yang terkenal. Dinas Keamanan Ukraina, termasuk SBU, mengaku bertanggung jawab atas sejumlah pembunuhan tersebut.

Rusia kini kesulitan memenuhi kebutuhan bahan bakar akibat serangan Ukraina terhadap industri minyaknya.

Kerusakan yang ditimbulkan memaksa Rusia untuk mengimpor solar dan bensin. Banyak kilang minyak mengalami kerusakan sehingga minyak Rusia dikirim ke Kazakhstan untuk diolah menjadi bahan bakar, kemudian dikirim kembali ke Rusia.

Untuk pertama kalinya, Rusia membeli 200.000 barel bensin dari Turki pekan ini. Ini merupakan pengiriman bahan bakar kendaraan melalui laut kelima yang dikonfirmasi pada musim panas ini. Sebelumnya, Rusia menerima pengiriman dari India dengan total sekitar 1 juta barel.