INBERITA.COM, Kebakaran melanda Gedung Teknis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jakarta di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026) malam.
Kobaran api yang muncul di bagian atas gedung membuat sejumlah kaca pecah dan material bangunan berjatuhan ke area sekitar.
Pantauan di lokasi hingga Sabtu (8/8/2026) dini hari menunjukkan petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan dan penanganan titik api.
Situasi sempat menimbulkan perhatian karena gedung berada di kawasan padat aktivitas dan berdekatan dengan sejumlah fasilitas publik.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta mengerahkan puluhan armada untuk mengendalikan api. Total 21 unit mobil pemadam dengan 105 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.
Laporan awal kebakaran diterima melalui layanan Jakarta Siaga 112 sekitar pukul 21.30 WIB. Sebagai respons pertama, petugas mengirimkan dua unit mobil pemadam dengan 10 personel ke lokasi kejadian.
Api diketahui membakar beberapa bagian gedung, terutama area lantai 6, 7, dan 12. Karena titik kebakaran berada di ketinggian, petugas menggunakan kendaraan khusus Bronto Skylift untuk menjangkau bagian atas bangunan.
Kaca Gedung Pecah, Material Berjatuhan
Besarnya kobaran api menyebabkan beberapa kaca pada lantai yang terdampak mengalami kerusakan. Sejumlah pecahan kaca dan material dari bagian dalam gedung terlihat jatuh ke permukaan tanah.
Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan pengamanan area sekitar untuk mencegah risiko terhadap warga maupun pengguna jalan yang melintas.
Bronto Skylift menjadi salah satu peralatan utama yang digunakan dalam proses pemadaman. Kendaraan tersebut memiliki tangga hidrolik yang memungkinkan petugas mencapai bagian tinggi gedung ketika akses dari dalam bangunan sulit dilakukan.
Petugas juga melakukan pemadaman dari berbagai sisi gedung guna mempersempit penyebaran api. Fokus utama saat ini adalah melokalisasi kebakaran agar tidak menjalar ke bagian lain.
Risiko di Tengah Kawasan Padat
Lokasi kebakaran menjadi perhatian karena Gedung Teknis Bapenda Jakarta berada tidak jauh dari fasilitas lain, termasuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Pertamina di kawasan Jalan Abdul Muis.
Karena itu, pengendalian api dilakukan secara cepat untuk mencegah kemungkinan dampak yang lebih besar apabila kebakaran meluas.
Hingga proses pemadaman berlangsung, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun penyebab pasti kebakaran. Petugas masih melakukan penyelidikan sembari memastikan seluruh titik api berhasil dipadamkan.
Besarnya kerugian akibat peristiwa tersebut juga belum dapat dipastikan. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan setelah kondisi gedung dinyatakan aman dan proses pemadaman selesai.







