INBERITA.COM, Ribuan mahasiswa yang berunjuk rasa di Simpang Empat Gramedia Yogyakarta terlibat bentrokan dengan kelompok yang mengaku warga pada Selasa malam (1/9/2026).
Massa akhirnya mundur ke kawasan kampus UGM seusai kericuhan yang menyebabkan beberapa orang terluka.
Aksi unjuk rasa yang dimulai pukul 16.30 WIB itu berubah ricuh setelah kelompok yang mengaku warga mendatangi lokasi dan meminta mahasiswa membubarkan diri.
Kedua kelompok terlibat dorong-mendorong di tengah jalan yang sebelumnya diblokir mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi.
Polisi yang berjaga di lokasi turun tangan beberapa kali untuk memisahkan kedua kelompok guna mencegah bentrokan meluas. Situasi semakin tidak terkendali ketika sejumlah peserta aksi panik dan terjatuh akibat dorongan yang terjadi.
Beberapa mahasiswa dievakuasi menggunakan ambulans Universitas Gadjah Mada (UGM) menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menyebut kericuhan dipicu kesalahpahaman soal penutupan jalan yang berlangsung hingga malam hari.
Menurut Ihsan, kesalahpahaman tersebut berkembang menjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan kelompok warga. Kondisi itu membuat sejumlah peserta aksi panik hingga terjatuh dan membutuhkan pertolongan medis.
“Ketika korban terjatuh, segera dievakuasi menggunakan ambulans milik UGM ke rumah sakit. Setelah dilakukan perawatan, sudah diperbolehkan untuk kembali ke kediaman masing-masing,” kata Ihsan pada Rabu (2/9/2026).
Selain melukai mahasiswa, insiden tersebut juga mengenai seorang personel kepolisian yang terkena semprotan cairan merica. Personel tersebut mendapat penanganan tim kesehatan dan kondisinya dilaporkan berangsur membaik.
Setelah kericuhan pecah, massa mahasiswa memilih meninggalkan lokasi aksi dan masuk ke kawasan kampus UGM. Hingga Rabu dini hari, sejumlah mahasiswa masih bertahan di dalam kampus.
Arus lalu lintas di Simpang Empat Gramedia perlahan kembali normal seusai massa meninggalkan lokasi. Polisi melanjutkan patroli di sejumlah titik strategis untuk memastikan keamanan dan ketertiban.
Ihsan meminta mahasiswa dan masyarakat tetap menjaga situasi Yogyakarta tetap kondusif.
“Kami tetap mengimbau kepada adik-adik mahasiswa, mengingat waktu saat ini sudah larut malam, untuk bisa kembali ke kediaman ataupun tempat masing-masing,” ujarnya.
Aksi demonstrasi yang semula menjadi wadah aspirasi mahasiswa itu bubar pukul 22.15 WIB seusai bentrokan. Polisi melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi untuk mencegah kericuhan lanjutan.
Kericuhan di Simpang Empat Gramedia Yogyakarta berawal dari aksi unjuk rasa mahasiswa yang berlangsung sejak sore hari. Massa memblokir jalan untuk menyampaikan aspirasi namun dihadang kelompok yang mengaku warga.
Kedua pihak terlibat dorong-mendorong setelah kelompok warga meminta mahasiswa membubarkan diri. Polisi berulang kali turun tangan untuk memisahkan keduanya namun situasi tetap tidak terkendali.
SEjumlah mahasiswa terjatuh dan panik akibat dorongan yang terjadi di tengah jalan. Beberapa di antaranya dievakuasi menggunakan ambulans UGM ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kombes Pol Ihsan menjelaskan kericuhan dipicu kesalahpahaman soal penutupan jalan yang berlangsung hingga malam hari. Ia menyebut kondisi tersebut memicu aksi saling dorong antara mahasiswa dan kelompok warga.
“Ketika korban terjatuh, segera dievakuasi menggunakan ambulans milik UGM ke rumah sakit. Setelah dilakukan perawatan, sudah diperbolehkan untuk kembali ke kediaman masing-masing,” ucap Ihsan.
Selain melukai mahasiswa, insiden tersebut juga mengenai personel kepolisian yang terkena semprotan cairan merica. Personel tersebut mendapat penanganan medis dan kondisinya dilaporkan membaik.
Massa mahasiswa memilih mundur ke kawasan kampus UGM seusai kericuhan pecah. Hingga Rabu dini hari, sejumlah mahasiswa masih bertahan di dalam kampus.
Arus lalu lintas di Simpang Empat Gramedia perlahan kembali normal seusai massa meninggalkan lokasi. Polisi melanjutkan patroli di sejumlah titik strategis untuk mencegah kericuhan lanjutan.
Ihsan mengimbau mahasiswa dan masyarakat tetap menjaga situasi tetap kondusif. Ia meminta mahasiswa kembali ke kediaman masing-masing mengingat waktu sudah larut malam.







