INBERITA.COM, Upaya mencegah meluasnya konflik menjadi fokus aparat gabungan setelah bentrokan maut di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat.
Kepolisian bersama TNI bergerak cepat mengantisipasi potensi aksi balas dendam yang dikhawatirkan memicu korban baru di tengah situasi yang masih sensitif.
Langkah pengamanan dilakukan pada Senin dini hari ketika aparat menerima informasi mengenai sekelompok pemuda yang diduga mendatangi area sekitar lokasi bentrokan.
Berdasarkan hasil pemantauan awal, kelompok tersebut diduga hendak melakukan penyerangan terhadap warga di kawasan Matraman Dalam sebagai bentuk pembalasan atas tewasnya salah seorang korban dalam bentrokan sebelumnya.
Merespons informasi tersebut, petugas langsung melakukan penyisiran dan pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi. Dalam operasi itu, aparat menemukan berbagai senjata tajam yang diduga dipersiapkan untuk aksi kekerasan.
Barang bukti yang diamankan antara lain berupa pedang, parang, klewang, serta busur panah. Saat proses pengamanan berlangsung, situasi sempat memanas karena beberapa orang dilaporkan menolak ketika senjata yang mereka bawa hendak disita oleh petugas.
Meski demikian, aparat berhasil mengendalikan keadaan sebelum bentrokan baru terjadi. Personel bersenjata juga disiagakan di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi kemungkinan kedatangan kelompok lain yang berpotensi memperkeruh situasi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung mengimbau seluruh pihak agar tidak mengambil tindakan sendiri yang justru dapat memperpanjang konflik.
“Kami mengimbau seluruh pihak untuk menyerahkan penanganan perkara kepada kepolisian serta tidak melakukan aksi balas dendam,” ujar Reynold, Senin (27/7/2026).
Pengamanan melibatkan personel dari Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek Menteng, Kodim 0501/Jakarta Pusat, serta dukungan dari Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya.
Patroli rutin terus dilakukan di kawasan Tambak, Matraman, dan Menteng guna memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah berkumpulnya kelompok yang berpotensi terlibat bentrokan.
Langkah preventif tersebut dilakukan sehari setelah bentrokan antarkelompok yang menewaskan seorang pria berinisial K (23) dan menyebabkan seorang korban lainnya mengalami luka-luka hingga harus menjalani perawatan.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, keributan bermula dari perselisihan di sekitar sebuah warung nasi uduk.
Konflik kemudian berkembang menjadi aksi perusakan gerobak pedagang, penyerangan terhadap warga, hingga bentrokan yang melibatkan lebih banyak orang di kawasan Jalan Tambak. Dalam insiden itu, sebuah bangunan semi permanen dan empat sepeda motor turut terbakar.
Penyidik saat ini masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Tiga orang berinisial S, T, dan U telah diperiksa secara intensif karena diduga memiliki keterlibatan dalam bentrokan awal.
Secara keseluruhan, sekitar 15 orang telah diamankan untuk dimintai keterangan sesuai dugaan peran masing-masing.
Selain mengusut kasus kematian korban, penyidik juga mendalami dugaan tindak pidana lain, termasuk penganiayaan terhadap warga dan perusakan fasilitas milik pedagang.
Sementara itu, terkait dugaan rencana serangan balasan yang berhasil dicegah, kepolisian belum merinci jumlah orang yang diamankan maupun status hukum mereka.
Polisi juga belum mengumumkan siapa pemilik senjata tajam yang disita serta apakah temuan tersebut berkaitan langsung dengan rencana penyerangan atau pelanggaran hukum lainnya.
Pihak kepolisian menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung. Aparat juga meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh isu yang beredar dan mengedepankan penyelesaian melalui proses hukum agar konflik tidak berkembang menjadi kekerasan yang lebih luas dan kembali membahayakan keselamatan warga.







